Apa Itu Hantavirus HFRS? Kasus Pasien Meninggal di Bandung

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KESEHATAN-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan kasus pasien meninggal dunia akibat hantavirus di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung tidak berkaitan dengan kasus hantavirus yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah warganet ramai membahas dugaan keterkaitan antara kedua kasus yang sama-sama melibatkan infeksi hantavirus.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena virus hantavirus dikenal dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal dengan tingkat fatalitas cukup tinggi.

Kemenkes Tegaskan Jenis Virus Berbeda

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan pasien di Bandung terinfeksi hantavirus tipe HFRS atau hemorrhagic fever with renal syndrome.

Sementara kasus yang dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius disebut melibatkan Andes virus yang termasuk kategori HPS atau hantavirus pulmonary syndrome.

Menurut Kemenkes, kedua tipe virus tersebut berbeda dan tidak saling berkaitan.

Apa Itu HFRS dan HPS?

Hantavirus memiliki beberapa jenis yang menyerang organ tubuh berbeda.

HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome)

Tipe ini lebih banyak ditemukan di:

  • Asia
  • Eropa
  • Indonesia

Gejala utama:

  • Demam tinggi
  • Gangguan ginjal
  • Nyeri otot
  • Perdarahan
  • Urine pekat

Tingkat fatalitas HFRS diperkirakan sekitar 5 hingga 15 persen.

HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome)

Jenis ini lebih banyak ditemukan di wilayah Amerika.

Gejala utama:

  • Gangguan paru-paru
  • Sesak napas berat
  • Gangguan kardiovaskular

Tingkat kematian HPS jauh lebih tinggi dan pada beberapa kasus bisa mencapai 60 persen.

Baca Juga :  Viral Kabar Menkeu Sakit, Ini Klarifikasi Resmi Kemenkeu

Andes Virus Bisa Menular Antar-Manusia

Salah satu alasan masyarakat khawatir adalah karena Andes virus diketahui dapat menular antar-manusia.

Namun, sebagian besar jenis hantavirus lainnya, termasuk tipe HFRS, umumnya menular melalui paparan hewan pengerat seperti tikus.

Penularan biasanya terjadi akibat:

  • Kontak urine tikus
  • Air liur tikus
  • Kotoran tikus
  • Debu terkontaminasi

Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus.

Kronologi Pasien Hantavirus di Bandung

Kasus pasien meninggal dunia di Bandung mulai ramai dibahas setelah dipaparkan dalam agenda sosialisasi hantavirus secara daring.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin, Elisabeth Hutajulu, menjelaskan pasien sempat dirawat selama tiga hari sebelum meninggal dunia.

Pasien yang disebut bekerja sebagai buruh bangunan awalnya mengalami:

  • Demam selama sekitar satu minggu
  • Nyeri perut kanan
  • Urine berwarna pekat

Kondisinya kemudian memburuk dengan gejala:

  • Mata dan tubuh menguning
  • Nyeri otot
  • Sesak napas berat

Pasien akhirnya membutuhkan tindakan intubasi sebelum meninggal dunia.

Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Panik

Meski kasus hantavirus kembali menjadi perhatian, Kemenkes mengimbau masyarakat agar tidak panik.

Pemerintah menegaskan kasus hantavirus di Indonesia sebenarnya sudah terdeteksi sejak tahun 1991.

Hingga kini, sebagian besar kasus masih berkaitan dengan paparan hewan pengerat dan bukan penularan antar-manusia.

Cara Mencegah Penularan Hantavirus

Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:

  • Menjaga kebersihan rumah
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus
  • Membersihkan area lembap
  • Menggunakan masker saat membersihkan gudang atau tempat berdebu
  • Menutup makanan dengan rapat
Baca Juga :  Kondisi Kian Memburuk, Rahman Butuh Donasi untuk Oksigen Harian

Lingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko penyebaran virus dari hewan pengerat.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal hantavirus sering mirip penyakit umum sehingga banyak orang terlambat menyadarinya.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

  • Demam tinggi
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Gangguan ginjal
  • Urine gelap
  • Tubuh lemas

Jika mengalami gejala berat setelah terpapar lingkungan yang banyak tikus, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Kasus Hantavirus Jadi Sorotan Publik

Meningkatnya perhatian publik terhadap hantavirus juga dipengaruhi pemberitaan internasional terkait virus zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia.

Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan situasi masih terkendali dan masyarakat diminta tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaan.

FAQ Hantavirus

Apa itu hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang umumnya menular melalui hewan pengerat seperti tikus.

Apakah hantavirus bisa menular antar-manusia?

Sebagian besar tidak, tetapi Andes virus diketahui dapat menular antar-manusia.

Apa gejala hantavirus?

Demam, nyeri otot, sesak napas, gangguan ginjal, hingga urine berwarna pekat.

Apa perbedaan HFRS dan HPS?

HFRS menyerang ginjal, sedangkan HPS lebih banyak menyerang paru-paru.

Bagaimana cara mencegah hantavirus?

Menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus atau kotorannya.

Berita Terkait

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan
RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun
Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya
BPJS Kesehatan 2026: Biaya yang Ditanggung, Cara Klaim, Syarat dan Prosedur Terbaru
Obat Hipertensi yang Ditanggung BPJS 2026: Ini Daftar dan Cara Mendapatkannya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:08 WIB

Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:00 WIB

RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun

Berita Terbaru

Teknologi

Samsung P9 dan P7 Hadir dengan USB4, Kapasitas hingga 8TB

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:00 WIB

Otomotif

Honda Ryden 160 Bikin Penasaran, Calon Rival Yamaha Aerox 155

Jumat, 28 Agu 2026 - 18:00 WIB