Krisis Energi Global, Harga Bensin di Filipina Melonjak hingga Rp31.000

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANILA – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Filipina mengalami lonjakan signifikan pada Selasa (24/3/2026). Sejumlah perusahaan minyak besar secara serentak menaikkan harga bensin, solar, dan minyak tanah, seiring tekanan global akibat konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.

Berdasarkan laporan Philstar, beberapa perusahaan seperti UniOil dan SeaOil menerapkan kenaikan harga cukup tinggi. Minyak tanah naik sekitar 20,90 peso per liter, solar 16,80 peso, dan bensin 9,70 peso per liter.

Sementara itu, perusahaan energi Petron juga melakukan penyesuaian harga dengan kenaikan bensin sekitar 10,50 peso per liter, solar 17,50 peso, serta minyak tanah 21,50 peso per liter.

Harga Bensin Berpotensi Tembus Rp31.000 per Liter

Dengan kenaikan tersebut, harga BBM di Filipina diperkirakan akan melampaui 100 peso per liter. Jika dikonversikan ke rupiah, harga bensin berpotensi berada di kisaran Rp23.000 hingga Rp31.000 per liter, tergantung wilayah dan jenis bahan bakar.

Baca Juga :  Selat Hormuz Ditutup Sementara, Harga Minyak Dunia Waspada, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Tidak hanya bensin, harga solar diprediksi mencapai Rp30.000 hingga Rp37.000 per liter, sementara minyak tanah bisa menembus Rp46.000 per liter. Lonjakan ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir di negara tersebut.

Kenaikan harga ini mulai berlaku sejak pukul 06.00 pagi waktu setempat untuk sebagian perusahaan, sementara lainnya menerapkan kenaikan secara bertahap dalam beberapa hari.

Dampak Konflik Global dan Krisis Energi

Kenaikan harga BBM di Filipina tidak terlepas dari situasi global, terutama konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi distribusi dan harga minyak dunia. Ketegangan geopolitik menyebabkan pasokan energi menjadi terbatas dan harga minyak mentah mengalami fluktuasi tajam.

Menteri Energi Filipina, Sharon Garin, menyebut bahwa beberapa perusahaan seperti Caltex dan Total juga akan melakukan penyesuaian harga secara bertahap untuk menyesuaikan kondisi pasar.

Pemerintah Filipina sebelumnya menyatakan bahwa cadangan energi nasional masih mencukupi untuk kebutuhan sekitar 60 hari ke depan. Namun, langkah antisipatif tetap dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan.

Baca Juga :  Cara Klaim Asuransi Mobil TLO Agar Cepat Cair, Ini Syarat Lengkapnya

Kebijakan Darurat dan Langkah Antisipasi

Dalam upaya mengatasi tekanan energi, pemerintah Filipina mengizinkan impor bahan bakar dengan standar Euro 2, meskipun memiliki emisi lebih tinggi dibandingkan standar Euro 4 yang sebelumnya digunakan.

Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek untuk memastikan ketersediaan BBM di tengah kondisi global yang tidak menentu. Selain itu, beberapa perusahaan seperti PetroGazz justru sempat menurunkan harga BBM pada pekan sebelumnya sebagai bagian dari strategi pasar.

Kenaikan harga BBM ini diperkirakan akan berdampak pada inflasi, biaya transportasi, serta harga kebutuhan pokok di Filipina. Pemerintah pun diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara stabilitas pasokan energi dan daya beli masyarakat.

Situasi ini juga menjadi perhatian negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengingat ketergantungan terhadap impor energi dan pengaruh harga minyak global terhadap ekonomi domestik.

Berita Terkait

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements
WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya
Harga BBM Hari Ini 3 September 2026 di Jambi, Sumbar dan Riau: Pertamax, Pertalite hingga Dexlite
Skema Bagi Hasil Ojol Berubah, GoTo Mulai Kurangi Ketergantungan pada Gojek
Gudang Garam Tunda Pembelian Tembakau hingga 2030
Kamboja Tutup 700 Pusat Penipuan Online, Hampir 30.000 Tersangka Ditangkap
Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
APBN Malaysia 2027: Subsidi Diperketat, Penghematan Dikembalikan ke Rakyat, Biaya Hidup Jadi Fokus
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 05:00 WIB

10 Best Online MBA Programs in the USA for 2026: Tuition, Rankings, and Admission Requirements

Kamis, 3 September 2026 - 18:04 WIB

WhatsApp Scam Alert Mulai Diuji, Chat Penipuan Bisa Terdeteksi Otomatis: Begini Cara Kerjanya

Kamis, 3 September 2026 - 09:33 WIB

Harga BBM Hari Ini 3 September 2026 di Jambi, Sumbar dan Riau: Pertamax, Pertalite hingga Dexlite

Rabu, 2 September 2026 - 11:00 WIB

Skema Bagi Hasil Ojol Berubah, GoTo Mulai Kurangi Ketergantungan pada Gojek

Rabu, 2 September 2026 - 04:00 WIB

Gudang Garam Tunda Pembelian Tembakau hingga 2030

Berita Terbaru