BI Catat Kredit Menganggur Tembus Rp 2.506 Triliun di Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan yang belum dicairkan (undisbursed loan) meningkat pada Januari 2026. Nilainya mencapai Rp 2.506,47 triliun atau setara 22,65% dari total plafon kredit yang tersedia.

Angka tersebut naik dibanding Desember 2025 yang tercatat Rp 2.439,2 triliun atau 22,12%. Kenaikan ini menunjukkan masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum dimanfaatkan oleh debitur.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan masih dapat ditingkatkan. Terutama melalui optimalisasi kredit yang sudah disetujui namun belum digunakan.

“Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan tetap memadai,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga :  Pinjaman Tanpa Jaminan Cepat Cair 2026, Cukup KTP Dana Langsung Masuk

Likuiditas perbankan, lanjut Perry, tetap kuat. Hal ini tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,54%.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 13,48% secara tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2026.

Secara keseluruhan, kredit perbankan tumbuh 9,96% yoy pada Januari 2026. Realisasi ini lebih tinggi dibanding Desember 2025 yang tumbuh 9,69% yoy.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit ditopang kredit investasi yang tumbuh 22,38% yoy. Kredit modal kerja tumbuh 4,13% yoy dan kredit konsumsi naik 6,58% yoy.

Baca Juga :  Kesalahan Fatal Saat Mengajukan KPR, Banyak Pemohon Gagal di Tahap Awal

BI memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8-12%. Proyeksi ini didukung peningkatan kegiatan ekonomi dan pelonggaran kebijakan moneter serta makroprudensial.

Di sisi lain, Direktur Utama BRI Hery Gunardi memprediksi pertumbuhan kredit masih berada di level satu digit pada 2026. Menurutnya, permintaan kredit belum sepenuhnya pulih.

“Daya beli belum sepenuhnya pulih dan ekspansi usaha masih selektif. Kita masuk fase normalisasi pertumbuhan kredit,” ujarnya. (***)

Berita Terkait

Top CRM Software Compared in 2026: Best CRM Platforms for Sales, Marketing, and Business Growth
Best Car Insurance Companies in the USA (2026 Guide): Compare Rates, Coverage, Discounts & Save Up to $1,200 Per Year
Promo PLN Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Daftar Harganya
Cara Mengatur Keuangan agar Bisa Menabung Rp100 Juta, Panduan Lengkap untuk Pemula
1 Riyal Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs Riyal Arab Saudi ke Rupiah Terbaru 22 Juli 2026
Kurs Ringgit ke Rupiah Hari Ini 22 Juli 2026, 1 MYR Berapa Rupiah? Cek Nilai Tukar Terbaru
Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp29,29 Triliun, Begini Strategi Pramono Jaga Ekonomi dan Inflasi
Hak dan Kewajiban Ojol Bakal Diatur dalam Undang-Undang Khusus, DPR Ungkap Alasannya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:00 WIB

Top CRM Software Compared in 2026: Best CRM Platforms for Sales, Marketing, and Business Growth

Kamis, 23 Juli 2026 - 03:02 WIB

Best Car Insurance Companies in the USA (2026 Guide): Compare Rates, Coverage, Discounts & Save Up to $1,200 Per Year

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:02 WIB

Promo PLN Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:42 WIB

Cara Mengatur Keuangan agar Bisa Menabung Rp100 Juta, Panduan Lengkap untuk Pemula

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:01 WIB

1 Riyal Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs Riyal Arab Saudi ke Rupiah Terbaru 22 Juli 2026

Berita Terbaru