JAKARTA — Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan Senin, 7 September 2026, dengan penguatan tipis. Sejumlah saham konstituen seperti BUMI, AKRA, AMRT, JPFA, dan ICBP bergerak positif pada awal sesi perdagangan.
Mengacu pada data perdagangan yang dikutip dari IDX Mobile sekitar pukul 09.10 WIB, Indeks Bisnis-27 naik 0,06% ke level 455,46.
Penguatan tersebut terjadi ketika mayoritas saham konstituen berada di zona hijau. Dari keseluruhan saham dalam indeks, 14 saham menguat, 8 saham melemah, sementara 5 saham lainnya stagnan.
Pada awal perdagangan, volume transaksi tercatat sekitar 802 juta saham dengan nilai transaksi Rp593,6 miliar. Adapun kapitalisasi pasar Indeks Bisnis-27 berada di kisaran Rp3.424 triliun.
Saham BUMI, AKRA hingga JPFA Menguat
Sejumlah saham menjadi perhatian investor pada awal perdagangan.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat naik 2,86% menjadi Rp216. Kenaikan BUMI menjadi salah satu penggerak yang cukup menonjol di antara saham konstituen.
Sementara itu, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 1,08% ke Rp1.400 dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 0,38% menjadi Rp1.315.
Beberapa saham lainnya juga bergerak positif:
- CPIN naik 0,62% ke Rp3.230
- DEWA naik 1,35% ke Rp450
- ICBP naik 1,37% ke Rp7.375
- JPFA naik 1,73% ke Rp2.350
Pergerakan tersebut menunjukkan adanya minat beli pada sejumlah saham unggulan maupun saham berbasis komoditas pada awal sesi.
BBNI dan BBRI Masuk Jajaran Saham Melemah
Di tengah penguatan mayoritas saham, beberapa saham perbankan justru bergerak di zona merah.
Saham BBNI tercatat turun 0,76% ke Rp3.910, sedangkan BBRI melemah 0,59% ke Rp3.370.
Pergerakan saham bank besar menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor karena sektor perbankan memiliki bobot besar dalam pasar saham Indonesia.
IHSG Diperkirakan Sideways
Pergerakan Indeks Bisnis-27 tidak terlepas dari kondisi pasar saham Indonesia secara keseluruhan.
Pada perdagangan Jumat, 4 September 2026, IHSG melemah 0,47% ke level 6.636 setelah sebelumnya sempat bergerak mendekati area 6.705.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis sepanjang September. Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan mobil.
Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.500–6.750 sepanjang pekan ini.
Dari sisi teknikal, Stochastic RSI disebut berada di area overbought, sementara histogram MACD masih berada di wilayah positif.
Apa Artinya bagi Investor?
Penguatan tipis Indeks Bisnis-27 pada awal perdagangan menunjukkan pasar masih cenderung berhati-hati.
Investor perlu memperhatikan tiga faktor utama, yaitu arus dana asing, perkembangan rupiah, dan rilis data ekonomi domestik. Saham komoditas seperti BUMI juga berpotensi menjadi perhatian ketika sentimen terhadap sektor energi dan pertambangan menguat.
Namun, pergerakan pada awal sesi belum dapat dijadikan patokan untuk arah penutupan pasar. Kondisi dapat berubah seiring masuknya volume transaksi dan respons investor terhadap sentimen global maupun domestik.
FAQ
Apakah Indeks Bisnis-27 naik hari ini?
Ya. Pada awal perdagangan Senin, 7 September 2026, Indeks Bisnis-27 naik 0,06% ke level 455,46.
Saham apa yang menjadi penggerak Indeks Bisnis-27?
Pada awal perdagangan, beberapa saham yang menguat antara lain BUMI, AKRA, AMRT, JPFA, ICBP, DEWA, dan CPIN.
Bagaimana prospek IHSG pekan ini?
IHSG diperkirakan masih bergerak sideways dengan kisaran 6.500–6.750 berdasarkan analisis yang dikutip dalam laporan tersebut.
Apakah BUMI naik hari ini?
Pada awal perdagangan Senin, 7 September 2026, BUMI tercatat naik 2,86% ke Rp216.
Apakah BBRI menguat?
Tidak. BBRI pada awal perdagangan tercatat melemah 0,59% ke Rp3.370.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









