Kurs rupiah hari ini 7 September 2026 ke Rp17.654 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada awal perdagangan Senin, 7 September 2026. Rupiah dibuka di level Rp17.654 per dolar AS, atau turun 12 poin dibandingkan posisi sebelumnya.

Pergerakan rupiah menjadi perhatian pelaku pasar karena investor dapat ini cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia.

Rupiah Melemah 0,07 Persen

Berdasarkan data perdagangan pada awal sesi, rupiah melemah sekitar 0,07 persen atau 12 poin ke posisi Rp17.654 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi ketika sebagian mata uang Asia juga berada di bawah tekanan dolar AS.

Sejumlah mata uang regional yang melemah antara lain peso Filipina, baht Thailand, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan yuan China.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia masih mampu menguat terhadap dolar AS, termasuk won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan yen Jepang.

Dolar AS Kembali Menguat

Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah adalah penguatan kembali dolar AS setelah pasar mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga :  Investasi Saham atau Deposito, Mana yang Lebih Untung di 2026? Simak Perbandingan Lengkapnya

Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga AS dapat berdampak langsung terhadap arus modal global dan pergerakan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Investor Menunggu Data Cadangan Devisa Indonesia

Selain faktor eksternal, perhatian pasar tertuju pada data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan menjadi salah satu agenda ekonomi penting pada Senin ini.

Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan eksternal perekonomian Indonesia serta menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai stabilitas rupiah.

Karena itu, pelaku pasar cenderung berhati-hati sebelum data tersebut dirilis.

Proyeksi Rupiah Hari Ini

Analis memperkirakan ruang pelemahan rupiah masih relatif terbatas.

Rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran:

Rp17.600–Rp17.700 per dolar AS.

Pergerakan aktual tetap bergantung pada dinamika dolar AS, sentimen pasar global, data ekonomi Amerika Serikat, serta respons investor terhadap data ekonomi Indonesia.

Berapa Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini?

Pada pembukaan perdagangan Senin, 7 September 2026, rupiah berada di sekitar Rp17.654 per dolar AS.

Dengan demikian, secara sederhana:

Dolar AS Perkiraan Rupiah
US$1 Rp17.654
US$10 Rp176.540
US$100 Rp1.765.400
US$500 Rp8.827.000
US$1.000 Rp17.654.000

Nilai di atas merupakan perhitungan berdasarkan kurs Rp17.654 per US$1 dan bukan merupakan kurs jual/beli resmi bank atau money changer.

Baca Juga :  Kurs Ringgit Malaysia Melemah ke Rp4.379 Hari Ini, Simak Dampaknya bagi Rupiah dan Pelaku Usaha

Apakah Rupiah Akan Menguat Hari Ini?

Peluang rupiah untuk kembali menguat tetap terbuka apabila tekanan dolar AS mereda dan sentimen terhadap aset Indonesia membaik.

Namun, investor masih akan mencermati perkembangan data cadangan devisa serta arah kebijakan moneter global.

Untuk perdagangan Senin, kisaran Rp17.600–Rp17.700 per dolar AS menjadi area yang patut diperhatikan.

FAQ Kurs Rupiah 7 September 2026

Berapa kurs dolar AS ke rupiah hari ini?
Rupiah dibuka sekitar Rp17.654 per dolar AS pada perdagangan Senin, 7 September 2026.

Kenapa rupiah melemah hari ini?
Salah satu faktor utamanya adalah dolar AS yang kembali menguat setelah pasar mencermati data tenaga kerja AS.

Berapa prediksi rupiah hari ini?
Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Apa yang ditunggu investor hari ini?
Investor menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia yang dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah.

Apakah rupiah bisa kembali menguat?
Bisa. Penguatan dapat terjadi jika tekanan dolar AS berkurang dan sentimen terhadap aset Indonesia membaik. Namun, pergerakan kurs tetap sangat dinamis.

Catatan: Kurs bank, kurs tengah, kurs jual, kurs beli, dan kurs money changer dapat berbeda dari nilai rupiah di pasar perdagangan. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Indeks Bisnis-27 Hari Ini 7 September 2026 Menguat, Saham BUMI hingga AKRA Jadi Penggerak
Harga Emas Hari Ini 7 September 2026 di Logam Mulia: Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 September 2026: Antam Rp2,68 Juta, Cek UBS, Galeri 24 dan Buyback
Harga BBM Sumatera 9 September 2026: Cek Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex
Kredit Mobil Bekas September 2026: DP, Bunga dan Simulasi Cicilan Terbaru
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 6 September 2026: 1 MYR Setara Rp4.357, Cek 100 dan 1.000 Ringgit
Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 6 September 2026 Naik Rp133 Ribu, Cek Simulasi Jual 1–100 Gram
QRIS Tembus 67 Juta Pengguna, Kini Bisa Dipakai di 6 Negara: Cek Negara yang Sudah Mendukung
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:53 WIB

Indeks Bisnis-27 Hari Ini 7 September 2026 Menguat, Saham BUMI hingga AKRA Jadi Penggerak

Senin, 7 September 2026 - 09:42 WIB

Kurs rupiah hari ini 7 September 2026 ke Rp17.654 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Senin, 7 September 2026 - 09:34 WIB

Harga Emas Hari Ini 7 September 2026 di Logam Mulia: Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Senin, 7 September 2026 - 07:00 WIB

Harga BBM Sumatera 9 September 2026: Cek Pertamax, Pertalite, Dexlite hingga Pertamina Dex

Senin, 7 September 2026 - 03:01 WIB

Kredit Mobil Bekas September 2026: DP, Bunga dan Simulasi Cicilan Terbaru

Berita Terbaru