JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada awal perdagangan Senin, 7 September 2026. Rupiah dibuka di level Rp17.654 per dolar AS, atau turun 12 poin dibandingkan posisi sebelumnya.
Pergerakan rupiah menjadi perhatian pelaku pasar karena investor dapat ini cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia.
Rupiah Melemah 0,07 Persen
Berdasarkan data perdagangan pada awal sesi, rupiah melemah sekitar 0,07 persen atau 12 poin ke posisi Rp17.654 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi ketika sebagian mata uang Asia juga berada di bawah tekanan dolar AS.
Sejumlah mata uang regional yang melemah antara lain peso Filipina, baht Thailand, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan yuan China.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia masih mampu menguat terhadap dolar AS, termasuk won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan yen Jepang.
Dolar AS Kembali Menguat
Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah adalah penguatan kembali dolar AS setelah pasar mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat.
Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).
Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga AS dapat berdampak langsung terhadap arus modal global dan pergerakan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Investor Menunggu Data Cadangan Devisa Indonesia
Selain faktor eksternal, perhatian pasar tertuju pada data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan menjadi salah satu agenda ekonomi penting pada Senin ini.
Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan eksternal perekonomian Indonesia serta menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai stabilitas rupiah.
Karena itu, pelaku pasar cenderung berhati-hati sebelum data tersebut dirilis.
Proyeksi Rupiah Hari Ini
Analis memperkirakan ruang pelemahan rupiah masih relatif terbatas.
Rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran:
Rp17.600–Rp17.700 per dolar AS.
Pergerakan aktual tetap bergantung pada dinamika dolar AS, sentimen pasar global, data ekonomi Amerika Serikat, serta respons investor terhadap data ekonomi Indonesia.
Berapa Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini?
Pada pembukaan perdagangan Senin, 7 September 2026, rupiah berada di sekitar Rp17.654 per dolar AS.
Dengan demikian, secara sederhana:
| Dolar AS | Perkiraan Rupiah |
|---|---|
| US$1 | Rp17.654 |
| US$10 | Rp176.540 |
| US$100 | Rp1.765.400 |
| US$500 | Rp8.827.000 |
| US$1.000 | Rp17.654.000 |
Nilai di atas merupakan perhitungan berdasarkan kurs Rp17.654 per US$1 dan bukan merupakan kurs jual/beli resmi bank atau money changer.
Apakah Rupiah Akan Menguat Hari Ini?
Peluang rupiah untuk kembali menguat tetap terbuka apabila tekanan dolar AS mereda dan sentimen terhadap aset Indonesia membaik.
Namun, investor masih akan mencermati perkembangan data cadangan devisa serta arah kebijakan moneter global.
Untuk perdagangan Senin, kisaran Rp17.600–Rp17.700 per dolar AS menjadi area yang patut diperhatikan.
FAQ Kurs Rupiah 7 September 2026
Berapa kurs dolar AS ke rupiah hari ini?
Rupiah dibuka sekitar Rp17.654 per dolar AS pada perdagangan Senin, 7 September 2026.
Kenapa rupiah melemah hari ini?
Salah satu faktor utamanya adalah dolar AS yang kembali menguat setelah pasar mencermati data tenaga kerja AS.
Berapa prediksi rupiah hari ini?
Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.
Apa yang ditunggu investor hari ini?
Investor menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia yang dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah.
Apakah rupiah bisa kembali menguat?
Bisa. Penguatan dapat terjadi jika tekanan dolar AS berkurang dan sentimen terhadap aset Indonesia membaik. Namun, pergerakan kurs tetap sangat dinamis.
Catatan: Kurs bank, kurs tengah, kurs jual, kurs beli, dan kurs money changer dapat berbeda dari nilai rupiah di pasar perdagangan. (*)
Editor : Fanda Yosephta









