Cara Investasi Reksadana untuk Pemula

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Investasi reksadana untuk pemula dapat dimulai dengan menentukan tujuan keuangan, memilih platform APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) terpercaya yang legal OJK, dan memulai dari nominal kecil (bahkan mulai dari Rp10.000). Pilih reksadana pasar uang untuk risiko terendah, gunakan metode Dollar Cost Averaging (rutin tiap bulan), dan konsisten.

Berikut langkah-langkah praktis investasi reksadana bagi pemula:

Tentukan Tujuan dan Profil Risiko

Tentukan tujuan (misal: dana darurat, liburan, rumah) dan jangka waktunya.

Pahami profil risiko:

Konservatif (tidak suka risiko, pilih pasar uang)

Moderat (menengah, pilih pendapatan tetap/campuran)

Baca Juga :  BEI Ungkap 12 Perusahaan Antre IPO 2026 Peluang Cuan Saham Baru Menggiurkan di Tengah Pasar Lesu

Agresif (berani risiko, pilih saham)

Pilih Aplikasi APERD Resmi

Pilih aplikasi/platform APERD yang terdaftar dan diawasi OJK untuk keamanan, seperti Bareksa, Bibit, Ajaib, atau APERD bank seperti Welma (MyBCA).

Daftar dan Lengkapi Data

Unduh aplikasi dan lakukan registrasi (E-KYC) dengan menyiapkan KTP, NPWP (jika ada), dan rekening bank pribadi.

Pilih Produk Reksadana

Bagi pemula, disarankan memulai dari Reksadana Pasar Uang (RDPU) karena risikonya relatif rendah dan likuid.

Periksa Fund Fact Sheet untuk melihat kinerja historis, manajer investasi, dan komposisi portofolio.

Mulai Investasi Secara Konsisten

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Terbaru 26 Mei 2026 Rontok 1,23% ke 6.130, Saham Astra hingga Vale Berguguran di Tengah Tekanan Pasar Global

Lakukan pembelian pertama. Gunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA) atau investasi rutin bulanan untuk membantu mengurangi dampak fluktuasi pasar.

Pantau Secara Berkala

Pantau kinerja portofolio secara berkala (misalnya sebulan sekali), dan hindari keputusan emosional saat nilai investasi mengalami penurunan jangka pendek.

Tips Tambahan untuk Pemula:

Jangan menempatkan seluruh dana pada satu jenis reksadana, lakukan diversifikasi.

Reksadana bukan instrumen untuk cepat kaya, fokus pada tujuan jangka menengah hingga panjang.

Perhatikan biaya pembelian, penjualan kembali, dan biaya pengelolaan karena memengaruhi hasil investasi bersih. (***)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Cara Melindungi Aset dari Inflasi, Strategi Investasi yang Banyak Dicari pada 2026
Dreame Rilis 3 Smart Home Premium di Indonesia, Robot Vacuum hingga Air Purifier Canggih
Laba Manulife Indonesia Melonjak 161,5% Jadi Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025
BCA Resmi Membagikan Dividen Interim Rp2,46 Triliun, Pemegang Saham BBCA Cairkan Dana Mulai 26 Juni 2026
Industri Kayu Bangkit! BRI Siapkan Kredit Bunga 6% dan Solusi Digital QLola, Peluang Bisnis Miliaran Terbuka di 2026
Health Insurance Premiums Keep Climbing, Forcing Americans to Review Their Coverage
Prudential Indonesia Raup Premi Rp21,1 Triliun, Bayar Klaim Rp16 Triliun dan Cetak Laba Rp2,4 Triliun
Suku Bunga Deposito BRI, BNI, Mandiri dan BCA Hari Ini 5 Juni 2026, Bank Mana Paling Untung?
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:00 WIB

Cara Melindungi Aset dari Inflasi, Strategi Investasi yang Banyak Dicari pada 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:30 WIB

Laba Manulife Indonesia Melonjak 161,5% Jadi Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:17 WIB

BCA Resmi Membagikan Dividen Interim Rp2,46 Triliun, Pemegang Saham BBCA Cairkan Dana Mulai 26 Juni 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

Industri Kayu Bangkit! BRI Siapkan Kredit Bunga 6% dan Solusi Digital QLola, Peluang Bisnis Miliaran Terbuka di 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:00 WIB

Health Insurance Premiums Keep Climbing, Forcing Americans to Review Their Coverage

Berita Terbaru

Hukum

Aturan Mutasi PNS 10 Tahun Digugat ke MK

Sabtu, 6 Jun 2026 - 10:00 WIB