Merantau dengan Modal Rp 1 Juta, Satpam Ini Jadi Magister dan Pemegang Rekor MURI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Setiap pagi, Khoirul Anam berdiri di pintu masuk BRI Cabang Tanjung Priok, menyambut nasabah dengan senyum ramah.

Penampilannya tak berbeda dari satpam pada umumnya. Namun di balik tugas rutinnya itu, tersimpan perjalanan akademik yang jarang dimiliki banyak orang.

Pria 28 tahun ini telah meraih gelar magister manajemen, menyelesaikan dua program sarjana, menulis delapan buku ber-ISBN, serta mempublikasikan 13 karya ilmiah di jurnal nasional dan internasional.

Capaian tersebut membawanya menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak.

Anam menuntaskan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

Baca Juga :  Jampidsus Respons Penggeledahan Polri, Fokus Kejagung Tetap Berantas Korupsi

Sebelumnya, ia lulus S1 Manajemen di Universitas Pamulang melalui kelas karyawan, serta S1 Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah.

Waktu Tidur yang Dikalahkan Demi Pendidikan

Menjalani studi sambil bekerja bukan hal mudah. Ia kerap memangkas waktu istirahat demi menyelesaikan tugas kuliah dan penelitian.

“Yang paling berat itu mengatur waktu. Kadang harus mengorbankan jam tidur,” tuturnya.

Di sela tugas menjaga keamanan, Anam menulis. Delapan bukunya sudah terdaftar di Perpustakaan Nasional. Tiga naskah lain sedang disiapkan lewat program Dana Indonesiana.

Meski produktif, ia mengakui tantangan terbesarnya adalah biaya publikasi jurnal dan buku. Ia berharap suatu saat tulisannya bisa masuk jurnal bereputasi seperti Sinta atau Scopus.

Baca Juga :  Burgerkill Buka 2026 dengan “Kontinum”, Penanda Kembalinya Vicky Mono

Merantau dengan Rp 1 Juta dan Bangkit dari Koma

Anam datang ke Jakarta dari Tanggamus, Lampung, pada 2018 dengan bekal Rp 1 juta. Di tahun yang sama, ia sempat koma akibat sakit parah. Pengalaman itu menjadi titik balik hidupnya.

“Saya merasa diberi kesempatan hidup kedua. Sejak itu saya bertekad harus jadi lebih baik,” katanya.

Kini, ia tetap menjalankan profesinya sebagai satpam sambil mengejar impian menjadi pengajar.

“Cita-cita saya ingin jadi guru atau dosen. Apa pun profesinya, jangan berhenti belajar,” pesannya.

Berita Terkait

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop
DJP Beri Diskon Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Berlaku sampai 2028: Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum untuk Ketahanan Energi
Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons
Film Digger Tayang di Indonesia, Tom Cruise Berusaha Selamatkan Dunia
Kapolda Metro Jaya Sebar Nomor WhatsApp Aduan 08118129494, Warga Bisa Laporkan Gangguan Kamtibmas
Segini Gaji Ketua dan Anggota Ombudsman R
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:01 WIB

DJP Beri Diskon Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Berlaku sampai 2028: Ini Syarat dan Cara Mengajukannya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum untuk Ketahanan Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons

Berita Terbaru

Kerinci

Polda Jambi Selidiki Dugaan PETI Skala Besar di TNKS Kerinci

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:01 WIB