Harga Emas Naik Turun Tajam, Siapa Sebenarnya yang Menentukannya?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KAYONEWS-Harga emas kembali jadi perbincangan. Dalam hitungan hari, nilainya bisa melesat tinggi lalu turun cukup tajam. Bagi banyak orang, kondisi ini terasa membingungkan sekaligus memicu rasa penasaran: siapa sebenarnya yang menentukan naik turunnya harga emas yang setiap hari kita lihat di pasaran?

Di balik pergerakan itu, tidak ada satu pihak yang mengatur harga emas dunia. Harga emas terbentuk dari aktivitas jual beli di pasar global, tempat investor, bank besar, dan pelaku keuangan internasional saling bertransaksi. Semakin besar minat beli atau jual, semakin cepat pula harga emas bergerak.

Salah satu pusat penentuan harga emas adalah pasar berjangka di COMEX New York. Di sini, harga emas bereaksi sangat cepat terhadap berita ekonomi, data inflasi, hingga isu geopolitik. Pernyataan satu pejabat penting saja bisa langsung membuat harga emas berubah dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp29,29 Triliun, Begini Strategi Pramono Jaga Ekonomi dan Inflasi

Selain itu, dunia juga mengacu pada harga patokan emas fisik yang ditetapkan London Bullion Market Association. Harga ini ditentukan dua kali sehari dan menjadi rujukan utama perdagangan emas internasional, termasuk untuk cadangan bank dan transaksi lintas negara.

Kebijakan bank sentral, terutama Federal Reserve, ikut memberi pengaruh besar. Saat suku bunga rendah, emas biasanya makin diminati karena dianggap aman untuk menyimpan nilai kekayaan. Namun ketika suku bunga naik, daya tarik emas bisa melemah dan harganya terkoreksi.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan 15 September 2026 Turun Tipis, Cek Nilai Emas 18K dan 22K Hari Ini

Ketidakpastian global juga membuat emas kembali diburu. Konflik internasional, ancaman resesi, hingga inflasi tinggi mendorong investor mencari aset aman atau safe haven. Dalam situasi seperti ini, emas sering menjadi pilihan utama, sehingga harganya terdorong naik.

Di Indonesia, harga emas yang kita beli di dalam negeri pada dasarnya mengikuti harga emas dunia. Bedanya, harga tersebut dikonversi ke rupiah dan ditambah biaya distribusi serta pajak. Karena itu, ketika dolar menguat atau melemah, dampaknya langsung terasa pada harga emas lokal. Inilah sebabnya harga emas bisa terlihat naik turun tajam, meski tidak selalu dipicu faktor domestik. (***)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum untuk Ketahanan Energi
Panduan Pencairan JHT Tanpa Resign: Dokumen, Batas Saldo, dan Prosedur
Segini Gaji Ketua dan Anggota Ombudsman R
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026: Ini 4 Poin yang Ditunggu Pengemudi
Cara Cek BSU 2026 Rp900.000 Lewat JMO, Ini Langkah-Langkahnya
Modal dan Prospek Bengkel Motor Listrik 2026, Ini yang Perlu Dihitung
Suzuki Ertiga Turun Harga Oktober 2026, Ini Pilihan Tipe dan Fiturnya
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 1,04% ke 6.093, Saham TLKM, BBRI, dan BUMI Naik
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum untuk Ketahanan Energi

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Panduan Pencairan JHT Tanpa Resign: Dokumen, Batas Saldo, dan Prosedur

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Segini Gaji Ketua dan Anggota Ombudsman R

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026: Ini 4 Poin yang Ditunggu Pengemudi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Cara Cek BSU 2026 Rp900.000 Lewat JMO, Ini Langkah-Langkahnya

Berita Terbaru