Air Menyusut, Pulau-Pulau Kecil Muncul di Sungai Batang Merao Usai Normalisasi PT WIKA

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAI PENUH – Kondisi Sungai Batang Merao yang mengalir melintasi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menuju Danau Kerinci mengalami penyusutan debit air. Menurunnya permukaan air tersebut memunculkan banyak gundukan tanah di tengah alur sungai yang tampak menyerupai pulau-pulau kecil.

Fenomena itu terlihat jelas di sepanjang wilayah Desa Tanjung Pauh Mudik hingga Tanjung Pauh Hilir. Endapan pasir dan tanah tampak menumpuk di bagian tengah sungai, sehingga aliran air tidak lagi mengalir optimal seperti sebelumnya.

Salah seorang warga Tanjung Pauh, Oki, mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah cukup lama terlihat sejak proyek normalisasi Sungai Batang Merao dilakukan. Menurutnya, saat ini sedimentasi di tengah sungai masih sangat banyak.

Baca Juga :  Kajari Sungai Penuh Sambangi DPRD

“Sekarang air sungai menyusut, terlihat  sudah banyak pulau-pulau kecil atau sedimentasi yang menumpuk di tengah alur sungai,” ujar Oki kepada wartawan.

Ia menduga, pengerukan tidak dilakukan secara maksimal karena pekerjaan normalisasi dilakukan saat debit air sungai masih tinggi. Akibatnya, alat berat tidak mampu menjangkau dan mengeruk bagian tengah sungai secara menyeluruh.

“Waktu itu air sungai masih besar, jadi bagian tengah sungai tidak dikeruk oleh alat berat,” jelasnya.

Baca Juga :  Mau Tahu Berapa Gaji Bulanan Kades dan Staf di Sungai Penuh Tahun 2025 ? Ini Rinciannya 

Melihat kondisi tersebut, warga berharap PT Wijaya Karya (WIKA) selaku pelaksana proyek dapat kembali menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan lanjutan, khususnya pada bagian tengah sungai yang kini dipenuhi endapan.

“Kami minta ini kembali dikeruk karena banyak pulau pasir di tengah sungai,” harap Oki.

Warga menilai pengerukan ulang sangat penting agar hasil normalisasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam mencegah banjir yang kerap terjadi saat musim hujan tiba. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Hadiri Forum Strategis, Wako Alfin Bawa Aspirasi Sungai Penuh
HUT Pesisir Selatan ke-78, Wawako Azhar Dorong Kerja Sama Pembangunan
Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung
Wawako Azhar Turun Langsung, Cek Progres Gedung Merah Putih di Sungai Penuh
Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Program 3S Jadi Kunci Turunkan Stunting
Imigrasi Kerinci Bongkar Cara Mudah Urus Paspor, Ini Panduan Lengkapnya
Suasana Hangat Halal Bihalal Alumni Ajwa Tour, Ini Pesan Wali Kota Alfin
Era Digital! Sungai Penuh Luncurkan e-Media untuk Transparansi Publik
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:30 WIB

Hadiri Forum Strategis, Wako Alfin Bawa Aspirasi Sungai Penuh

Kamis, 16 April 2026 - 10:01 WIB

HUT Pesisir Selatan ke-78, Wawako Azhar Dorong Kerja Sama Pembangunan

Rabu, 15 April 2026 - 10:08 WIB

Dari Kantor ke Ladang, Azhar Hamzah Ikut Panen Jagung

Rabu, 15 April 2026 - 08:00 WIB

Wawako Azhar Turun Langsung, Cek Progres Gedung Merah Putih di Sungai Penuh

Rabu, 15 April 2026 - 06:00 WIB

Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional, Program 3S Jadi Kunci Turunkan Stunting

Berita Terbaru