AS Hentikan Dukungan ke Puluhan Badan PBB

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Amerika Serikat kembali mengguncang tatanan internasional setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menghentikan dukungan Washington terhadap 66 organisasi internasional, termasuk sejumlah lembaga kunci di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kebijakan tersebut diumumkan pada Rabu (8/1/2026) waktu setempat.

Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi besar-besaran yang diperintahkan Trump terhadap seluruh keterlibatan Amerika Serikat dalam organisasi multilateral. Pemerintah diminta menilai ulang kontribusi yang dinilai tidak lagi sejalan dengan prioritas nasional.

Baca Juga :  Argentina Alami Lonjakan Kasus Hantavirus, Diduga Jadi Sumber Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius

Dampak bagi PBB dan Konstelasi Global

Keputusan tersebut memicu perhatian luas komunitas internasional, sebab Amerika Serikat selama ini merupakan pendonor terbesar bagi banyak program PBB. Penghentian dukungan diyakini dapat mengganggu aktivitas sejumlah badan penting, terutama yang bergerak di bidang iklim, demografi, dan kemanusiaan.

Selain melemahkan performa lembaga-lembaga tersebut, kebijakan ini juga dinilai berpotensi mengurangi peran PBB sebagai pusat koordinasi diplomasi dunia. Banyak pihak menilai keputusan AS dapat membuka ruang dominasi baru di tubuh PBB oleh negara-negara lain yang ingin memperluas pengaruhnya.

Baca Juga :  Smartphone Sultan! iPhone 17 Pro Max T-Great Hadir Berlapis Emas 24 Karat

Status Keanggotaan AS Masih Aktif

Meski menghentikan dukungan terhadap puluhan badan internasional, Amerika Serikat tetap terdaftar sebagai anggota PBB. Berdasarkan data resmi yang diakses pada Jumat (9/1/2026) pukul 14.00 WIB, nama Amerika Serikat masih tercantum dalam daftar negara anggota.

PBB sendiri terdiri dari lebih dari 190 negara yang berpartisipasi dalam mekanisme dialog global dan kerja sama multilateral.

Berita Terkait

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa
Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya
Kemenkeu Bakal Wajibkan Konsultan Pajak Buka Kantor, Aturan Baru Disiapkan
Kargo Nvidia RTX 5090 Senilai Rp 7,8 Miliar Hilang di Bandara Brasil
Empat Marketplace Mulai Pungut PPh 22 Seller, idEA Soroti 3 Masalah
Jadwal Haji 2027: Berangkat 11 April, Wukuf di Arafah 15 Mei
Cek Bansos 2026 Pakai NIK KTP, Begini Cara Mengetahui Status Penerima PKH dan BPNT
Singapura Soroti Karhutla di Indonesia, 7 Perusahaan Masuk Perhatian
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kemenkeu Bakal Wajibkan Konsultan Pajak Buka Kantor, Aturan Baru Disiapkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Kargo Nvidia RTX 5090 Senilai Rp 7,8 Miliar Hilang di Bandara Brasil

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Empat Marketplace Mulai Pungut PPh 22 Seller, idEA Soroti 3 Masalah

Berita Terbaru