Sorotan Dunia atas Kebijakan Imigrasi Trump, Begini Respons Pemerintah AS

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OLAHRAGA-Pemerintah Amerika Serikat akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait meningkatnya tekanan agar status tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 dicabut.

Sorotan internasional muncul setelah Presiden Donald Trump memberlakukan kebijakan pembatasan visa yang berdampak terhadap puluhan negara, termasuk beberapa peserta turnamen.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—dengan porsi terbesar pertandingan berlangsung di Amerika Serikat, yakni 78 dari total 104 laga yang tersebar di 11 kota penyelenggara seperti Los Angeles, Houston, Miami, Seattle, hingga New York/New Jersey.

Kebijakan imigrasi terbaru Trump memicu respons keras karena pada Januari 2026 pemerintah menangguhkan pemrosesan visa imigran dari 75 negara tanpa batas waktu. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa mobilitas penonton, khususnya dari negara yang terdampak, akan terhambat dan berpotensi mengganggu kelancaran turnamen.

Baca Juga :  Trump Umumkan Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran, Operasi Militer Besar Dimulai

Sejumlah politisi Inggris dari empat partai bahkan mengajukan mosi di parlemen yang meminta badan olahraga internasional mempertimbangkan pencabutan status tuan rumah AS. Mereka menilai kebijakan imigrasi tersebut tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan yang menjadi syarat penyelenggaraan kompetisi berskala global.

Pemerintah AS Tegaskan Piala Dunia Tetap Aman

Menanggapi tekanan tersebut, pejabat Departemen Luar Negeri AS menyampaikan bahwa kebijakan visa imigran yang diberlakukan Presiden Trump tidak akan menghambat penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pemerintah menegaskan:

Pembatasan hanya berlaku untuk visa imigran.

Visa non-imigran—termasuk visa turis, atlet, keluarga pendamping, staf resmi, dan media—tetap dapat diproses dan disetujui.

Penonton yang telah membeli tiket turnamen tetap dapat mengajukan permohonan visa non-imigran sesuai ketentuan yang berlaku.

Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menjelaskan bahwa keputusan menghentikan sementara penerbitan visa imigran dimaksudkan untuk mencegah potensi penyalahgunaan sistem jaminan sosial oleh pemohon asing. Menurutnya, kebijakan itu bukan ditujukan kepada wisatawan atau partisipan Piala Dunia.

Baca Juga :  Hesti Haris Hadiri HATERI ke-40, Senam Tera Makin Diminati Warga Jambi

Fasilitas Khusus untuk Penonton Internasional

Di sisi lain, FIFA dan pemerintah AS telah menyiapkan kebijakan pendukung berupa prioritas jadwal wawancara visa bagi pemegang tiket resmi Piala Dunia melalui program khusus yang sudah disosialisasikan panitia. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa arus kedatangan suporter internasional tidak terganggu oleh kebijakan imigrasi yang berlaku.

FIFA juga mengingatkan bahwa kepemilikan tiket tidak otomatis menjamin akses masuk ke AS, sehingga para penonton diminta untuk memastikan persyaratan visa mereka terpenuhi jauh sebelum turnamen dimulai.

Berita Terkait

Netanyahu Unggul dalam Pemilu Israel 2026, tetapi Gagal Raih Mayoritas
Mengapa Taiwan Penting bagi Dunia? Ini Peran TSMC dalam Industri Chip Global
Marc Marquez Menggila di Sepang, Jorge Martin Terancam Kehilangan Poin Penting
Hack Binance Terbesar? Ini Kronologi Dugaan Pencurian Aset Kripto Rp114 Triliun
Gagal Daftar NPWP di Coretax karena Nomor KK Tidak Sesuai? Ini Solusinya
Bansos Digital Perlinsos Segera Diluncurkan, Begini Cara Registrasi Calon Penerima
Hasil Pemilu Israel Terbaru: Netanyahu Belum Tentu Jadi PM, Ini Alasannya
Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Netanyahu Unggul dalam Pemilu Israel 2026, tetapi Gagal Raih Mayoritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Mengapa Taiwan Penting bagi Dunia? Ini Peran TSMC dalam Industri Chip Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Marc Marquez Menggila di Sepang, Jorge Martin Terancam Kehilangan Poin Penting

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Hack Binance Terbesar? Ini Kronologi Dugaan Pencurian Aset Kripto Rp114 Triliun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:02 WIB

Gagal Daftar NPWP di Coretax karena Nomor KK Tidak Sesuai? Ini Solusinya

Berita Terbaru