Euro Tertekan terhadap Dolar AS, UOB Prediksi EUR/USD Bergerak di Kisaran Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Euro melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, 19 Oktober 2026. Pasangan mata uang EUR/USD turun sekitar 0,26% dan ditutup di level 1,1210, menurut analisis United Overseas Bank (UOB) yang dikutip FXStreet.

Tekanan terhadap euro muncul di tengah gejolak politik Prancis dan ketegangan Ukraina–Rusia. Kondisi tersebut membayangi pergerakan mata uang Eropa dan membuat EUR/USD bertahan dekat level terendah terbarunya.

Dalam laporan yang diterbitkan Selasa, 20 Oktober 2026, UOB memperkirakan EUR/USD bergerak dalam kisaran 1,1185–1,1235 selama 24 jam berikutnya. Proyeksi ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak terbatas.

Baca Juga :  Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik

Untuk periode satu hingga tiga minggu, UOB mempertahankan perkiraan rentang yang lebih luas, yakni 1,1160–1,1280. Analis UOB, Quek Ser Leang, menilai pasangan mata uang tersebut masih berada dalam fase konsolidasi.

Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka. UOB menilai penurunan euro pada awal September mungkin telah mencapai titik terendah di sekitar 1,1112. Namun, kondisi tersebut belum memastikan dimulainya tren kenaikan baru.

Pelaku pasar kini perlu memperhatikan perkembangan politik Eropa, situasi geopolitik, dan arah kebijakan moneter AS. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar serta menentukan arah pergerakan EUR/USD berikutnya.

Baca Juga :  Daftar Leasing Mobil Resmi OJK 2025, Aman untuk Kredit Mobil Baru dan Bekas

Level 1,1185 dan 1,1235 menjadi batas penting dalam proyeksi jangka pendek. Sementara itu, rentang 1,1160–1,1280 menjadi acuan untuk memantau pergerakan dalam satu hingga tiga minggu.

Perlu diingat, angka tersebut merupakan proyeksi UOB berdasarkan kondisi saat laporan diterbitkan, bukan harga terkini atau kepastian arah pasar. Pelaku forex tetap perlu memperhitungkan risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan transaksi. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Suku Bunga AS Bertahan di 3,75–4 Persen, Pasar Menanti Keputusan The Fed 28 Oktober
Harga Toyota Fortuner Bekas Oktober 2026, Mulai Rp 135 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat
Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026
BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar
Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Euro Tertekan terhadap Dolar AS, UOB Prediksi EUR/USD Bergerak di Kisaran Ini

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Suku Bunga AS Bertahan di 3,75–4 Persen, Pasar Menanti Keputusan The Fed 28 Oktober

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Harga Toyota Fortuner Bekas Oktober 2026, Mulai Rp 135 Juta, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB

IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026

Berita Terbaru