Jakarta-Euro melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, 19 Oktober 2026. Pasangan mata uang EUR/USD turun sekitar 0,26% dan ditutup di level 1,1210, menurut analisis United Overseas Bank (UOB) yang dikutip FXStreet.
Tekanan terhadap euro muncul di tengah gejolak politik Prancis dan ketegangan Ukraina–Rusia. Kondisi tersebut membayangi pergerakan mata uang Eropa dan membuat EUR/USD bertahan dekat level terendah terbarunya.
Dalam laporan yang diterbitkan Selasa, 20 Oktober 2026, UOB memperkirakan EUR/USD bergerak dalam kisaran 1,1185–1,1235 selama 24 jam berikutnya. Proyeksi ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak terbatas.
Untuk periode satu hingga tiga minggu, UOB mempertahankan perkiraan rentang yang lebih luas, yakni 1,1160–1,1280. Analis UOB, Quek Ser Leang, menilai pasangan mata uang tersebut masih berada dalam fase konsolidasi.
Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka. UOB menilai penurunan euro pada awal September mungkin telah mencapai titik terendah di sekitar 1,1112. Namun, kondisi tersebut belum memastikan dimulainya tren kenaikan baru.
Pelaku pasar kini perlu memperhatikan perkembangan politik Eropa, situasi geopolitik, dan arah kebijakan moneter AS. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar serta menentukan arah pergerakan EUR/USD berikutnya.
Level 1,1185 dan 1,1235 menjadi batas penting dalam proyeksi jangka pendek. Sementara itu, rentang 1,1160–1,1280 menjadi acuan untuk memantau pergerakan dalam satu hingga tiga minggu.
Perlu diingat, angka tersebut merupakan proyeksi UOB berdasarkan kondisi saat laporan diterbitkan, bukan harga terkini atau kepastian arah pasar. Pelaku forex tetap perlu memperhitungkan risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan transaksi. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









