Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Bisnis.com pukul 09.24 WIB, rupiah naik 0,04% ke level Rp18.038 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi setelah rupiah menutup perdagangan sehari sebelumnya di posisi Rp18.046 per dolar AS. Pada Senin, 19 Oktober 2026, mata uang domestik melemah 0,11% akibat tekanan pasar keuangan global dan aksi jual investor asing.

Pergerakan rupiah pada Selasa juga sejalan dengan penguatan sejumlah mata uang Asia. Ringgit Malaysia naik 0,02%, yuan China menguat 0,04%, dan rupee India naik 0,03%. Peso Filipina turut menguat 0,03%, sedangkan won Korea Selatan naik 0,31%.

Baca Juga :  Harga BBM Hari Ini 28 Agustus 2026: Pertamax, Pertalite, BP, Vivo, Shell, Mana Paling Murah?

Namun, penguatan rupiah masih menghadapi sejumlah tantangan. Yen Jepang melemah 0,03%, dolar Taiwan turun 0,11%, dan baht Thailand terkoreksi 0,07%. Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang kawasan belum sepenuhnya mereda.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai sentimen risk-off menjadi salah satu faktor yang menekan rupiah. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko dan meningkatkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi.

Selain itu, eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina turut menopang permintaan terhadap dolar AS sebagai aset yang dianggap lebih aman. Arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik juga menambah tekanan terhadap mata uang Indonesia.

Baca Juga :  High-Risk Auto Insurance USA 2026: Best Cheap Companies, DUI Coverage & SR-22 Guide

Di dalam negeri, perhatian investor tertuju pada keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026. Keputusan suku bunga dan arah kebijakan moneter menjadi faktor penting yang perlu dicermati pelaku pasar dalam menilai prospek rupiah.

Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak dalam tekanan apabila arus keluar modal asing berlanjut. Dalam kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp18.000–Rp18.100 per dolar AS. Penguatan pada pembukaan perdagangan belum cukup untuk memastikan pembalikan tren, sehingga investor perlu mencermati perkembangan geopolitik, aliran modal asing, dan keputusan Bank Indonesia. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram
Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya
IHSG Berpotensi Naik 18,6% Jika Saham HSC Dikeluarkan, Ini Penjelasan BEI
Pasar Global Bergejolak, Minyak di Atas US$100 dan Rupiah Tertekan Isu MSCI
BPR Terancam Kalah dari Pinjol? OJK Siapkan Strategi Baru, Kredit UMKM Jadi Kunci
Kurs Dolar AS Tembus Rp18.142, Euro Rp20.391, Ini Daftar Kurs BI Terbaru
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:03 WIB

IHSG Berpotensi Naik 18,6% Jika Saham HSC Dikeluarkan, Ini Penjelasan BEI

Berita Terbaru