IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Kayonews.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 5,65 persen pada penutupan perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Indeks berakhir di level 5.278,88 setelah bergerak pada rentang 4.980 hingga 5.278 sepanjang perdagangan.

Data RTI Infokom menunjukkan mayoritas saham bergerak di zona hijau. Sebanyak 670 saham menguat, sedangkan 99 saham melemah dan 30 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp9.307 triliun.

Penguatan IHSG turut ditopang lonjakan saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 7,88 persen ke Rp5.200 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) naik 9,84 persen ke Rp2.790.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 8 Juni 2026 Anjlok 4,52% ke Level 5.342, Investor Panik, Rupiah dan Sentimen Global Jadi Pemicu

Saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) juga mencatat kenaikan signifikan. Harga saham bank pelat merah tersebut meningkat 9,82 persen menjadi Rp3.690 per saham pada akhir perdagangan.

Sejumlah saham lain turut mencatat penguatan tajam. Saham Telkom Indonesia (TLKM) naik 16,38 persen ke Rp2.060. Saham Bumi Resources (BUMI) menguat 8 persen ke Rp135, sedangkan Amman Mineral Internasional (AMMN) naik 7,18 persen ke Rp3.730 per saham.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi di tengah upaya regulator memulihkan kepercayaan investor. Sebelumnya, perhatian pasar tertuju pada peringatan MSCI mengenai risiko penurunan status pasar modal Indonesia menjadi standalone market pada tahun depan.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! Keputusan Fed Dini Hari 20 Agustus 2026: Suku Bunga Tetap, Ini Sinyal untuk Emas dan Bitcoin

Menanggapi tekanan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan pembenahan mekanisme pasar. Salah satu langkah yang dirancang ialah mengecualikan emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari penghitungan IHSG. Kebijakan ini berkaitan dengan upaya menjaga kualitas pasar dan merespons perhatian penyedia indeks global.

Lonjakan IHSG menjadi perkembangan penting bagi investor setelah tekanan sentimen MSCI. Namun, kenaikan tajam dalam satu sesi belum menjamin tren penguatan berlanjut. Investor perlu mencermati kebijakan lanjutan BEI, pergerakan saham berkapitalisasi besar, serta risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi. (Tim)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026
BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar
Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram
Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya
IHSG Berpotensi Naik 18,6% Jika Saham HSC Dikeluarkan, Ini Penjelasan BEI
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB

IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:26 WIB

BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback

Berita Terbaru