The Fed Naikkan Suku Bunga, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp180 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan setelah The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya. Kebijakan tersebut turut memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp11.266 triliun pada akhir pekan perdagangan 14-18 September 2026. Angka tersebut turun 1,58 persen dari pekan sebelumnya sebesar Rp11.446 triliun.

Penurunan kapitalisasi pasar terjadi bersamaan dengan pelemahan IHSG. Indeks ditutup pada level 6.441,159 pada Jumat, 18 September 2026.

Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 6.541,377. Dengan demikian, IHSG mengalami penurunan 1,53 persen dalam sepekan.

Aktivitas transaksi di BEI juga ikut melemah. Rata-rata nilai transaksi harian turun 6,95 persen menjadi Rp15,22 triliun.

Baca Juga :  Cara Mengajukan Kredit Motor di Dealer, Ini Syarat dan Tahapannya

Pada pekan sebelumnya, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp16,36 triliun. Frekuensi transaksi harian juga turun 14,73 persen menjadi sekitar 1,89 juta transaksi.

Dari sisi investor asing, terjadi aksi jual bersih sebesar Rp1,79 triliun pada perdagangan Jumat. Secara kumulatif, net sell investor asing sepanjang 2026 mencapai Rp74,36 triliun.

Tekanan pasar terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen pada 16 September 2026. Kebijakan tersebut menjadi kenaikan suku bunga AS pertama sejak 2023.

Analis Stockbit Sekuritas menilai kenaikan tersebut telah cukup diperhitungkan oleh pasar. Kondisi itu membuat reaksi pasar terhadap keputusan The Fed relatif terbatas.

Baca Juga :  Kurs Rupiah Hari Ini 2 Juli 2026 Ditutup Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Investor Waspadai Data NFP

Pasar masih mencermati kemungkinan perubahan kebijakan moneter AS hingga akhir 2026. Pergerakan suku bunga The Fed juga dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar Indonesia.

Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati perkembangan suku bunga global, nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta kinerja perusahaan tercatat. Pergerakan IHSG dapat berubah mengikuti perkembangan sentimen global dan domestik.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor setelah mempertimbangkan risiko dan kondisi keuangan pribadi. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

BEI Ungkap ETF yang Bakal Terbit hingga Akhir 2026, ETF Emas Masih Mendominasi
Daftar 14 Bank Bangkrut dan Ditutup September 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta
Harga BBM Hari Ini 19 September 2026: Jambi, Sumbar, dan Sumut
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 19 September 2026 Stagnan, Cek Daftar Lengkapnya
Nasabah BRI Private dan Prioritas Dapat Privilege Kesehatan RSPI, Ini Benefit dan Cara Mendapatkannya
Daftar Pinjol Legal OJK September 2026, 94 Platform Resmi dan Batas Bunganya
Haji Isam Borong 30 Persen Saham BYAN, Harga Bayan Langsung ARA 19,96 Persen
IHSG Hari Ini 18 September 2026 Turun ke 6.441,16, The Fed dan Rupiah Jadi Sorotan Investor
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 05:02 WIB

BEI Ungkap ETF yang Bakal Terbit hingga Akhir 2026, ETF Emas Masih Mendominasi

Minggu, 20 September 2026 - 03:02 WIB

The Fed Naikkan Suku Bunga, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp180 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 - 15:00 WIB

Daftar 14 Bank Bangkrut dan Ditutup September 2026, Terbaru BPR Pasarraya Kuta

Sabtu, 19 September 2026 - 10:40 WIB

Harga BBM Hari Ini 19 September 2026: Jambi, Sumbar, dan Sumut

Sabtu, 19 September 2026 - 09:42 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 19 September 2026 Stagnan, Cek Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru