Haji Isam Borong 30 Persen Saham BYAN, Harga Bayan Langsung ARA 19,96 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Haji Isam resmi masuk ke PT Bayan Resources Tbk. (BYAN). Melalui PT Jhonlin Baratama, ia akan membeli sekitar 30 persen saham perusahaan batu bara tersebut.

Rencana transaksi ini langsung mengguncang pasar. Saham BYAN pada Jumat, 18 September 2026, melesat 19,96 persen menjadi Rp13.825 per saham dan menyentuh auto rejection atas atau ARA.

Jhonlin Baratama akan membeli 10.000.000.500 saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Perjanjian jual beli saham bersyarat tersebut ditandatangani pada 16 September 2026.

Namun, ada satu fakta penting yang perlu dicermati. Transaksi resmi ini hanya mencakup sekitar 30 persen saham BYAN, bukan 62 persen seperti rumor yang sebelumnya beredar di pasar.

Berdasarkan data kepemilikan per 30 Juni 2026, Low Tuck Kwong menguasai sekitar 40,25 persen BYAN. Elaine Low memiliki sekitar 22 persen, sehingga total kepemilikan keduanya mencapai 62,25 persen.

Artinya, setelah transaksi selesai, Jhonlin Baratama akan memiliki sekitar 30 persen saham BYAN. Sementara itu, belum ada pengumuman resmi bahwa seluruh 62,25 persen saham milik keluarga Low akan berpindah kepada Jhonlin.

Mengapa pasar langsung bereaksi? Salah satu faktornya adalah skala bisnis Bayan. Perseroan memiliki cadangan batu bara sekitar 2,031 miliar ton berdasarkan data JORC per 1 April 2022.

Baca Juga :  Saham BUMI Berpotensi Naik, Analis Bidik Target hingga Rp181

Bayan juga sedang mengembangkan kapasitas produksi. Proyek Tabang menjadi salah satu pusat utama ekspansi dengan dukungan infrastruktur pengangkutan dan fasilitas pemuatan batu bara.

Pada semester I 2026, produksi BYAN mencapai 32,9 juta ton. Angka tersebut meningkat 18,8 persen dibandingkan 27,7 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan mencapai sekitar US$1,74 miliar. Sementara laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$410,26 juta.

Namun, cerita BYAN tidak sepenuhnya soal akuisisi. Perusahaan juga sedang menghadapi persoalan persetujuan perubahan RKAB pada tiga anak usaha.

Ketiga anak usaha tersebut adalah PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya dan PT Fajar Sakti Prima. Hingga informasi yang dikutip dalam laporan tersebut, perubahan RKAB 2026 mereka belum memperoleh persetujuan.

Masalah ini memiliki konsekuensi langsung terhadap kegiatan produksi. Tanpa kepastian kuota produksi, kemampuan perusahaan memenuhi kontrak pasokan batu bara kepada pelanggan dapat terganggu.

Ketiga anak usaha BYAN bahkan telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada pelanggan terkait kondisi tersebut.

Kementerian ESDM menyatakan proses evaluasi masih berlangsung. Pemerintah juga menyebut terdapat sejumlah perusahaan yang masih harus memenuhi atau memperbaiki persyaratan teknis dalam proses revisi RKAB.

Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian Moody’s Ratings. Lembaga pemeringkat itu mempertahankan rating BYAN pada level Ba1, tetapi menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 30 September 2026 Rebound 0,31%, UNTR, CUAN dan BUMI Menguat

Moody’s menilai ketidakpastian alokasi kuota produksi dapat membatasi kemampuan Bayan meningkatkan produksi. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi laba dan arus kas apabila berlangsung berkepanjangan.

Menariknya, respons pasar terhadap masuknya Jhonlin justru sangat kuat. Pada perdagangan 18 September, saham BYAN melonjak hingga batas ARA meskipun pada saat yang sama terdapat perubahan outlook Moody’s menjadi negatif.

Perbedaan respons tersebut menunjukkan adanya dua perkembangan yang berlangsung bersamaan. Dari sisi pasar saham, transaksi Jhonlin menjadi katalis yang kuat. Dari sisi kredit dan operasional, RKAB masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

Kini perhatian pasar tertuju pada tiga hal. Pertama, apakah transaksi 30 persen saham tersebut dapat diselesaikan sesuai persyaratan. Kedua, kapan perubahan RKAB tiga anak usaha memperoleh persetujuan. Ketiga, apakah Bayan dapat mempertahankan rencana peningkatan produksi.

Bagi investor, angka ARA pada perdagangan Jumat bukan berarti seluruh risiko BYAN telah hilang. Perkembangan kepemilikan, RKAB, produksi, harga batu bara dan kebijakan keuangan perusahaan tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Masuknya Jhonlin Baratama menjadi perubahan besar dalam struktur pemegang saham BYAN. Namun, dampak akhirnya terhadap strategi Bayan baru akan terlihat setelah transaksi selesai dan arah pengelolaan perusahaan berikutnya semakin jelas. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Harga Minyak Dunia Naik, Apakah Harga BBM Hari Ini, 1 November 2026 Ikut Naik? Cek Harga BBM di Jambi, Sumbar, Riau dan Bengkulu
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Senin, 2 November 2026 - 14:35 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?

Berita Terbaru

Teknologi

Apple Siapkan 3 iPad Terbaru 2027

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:00 WIB