JAKARTA — IHSG hari ini mengawali perdagangan Jumat, 18 September 2026, dengan penguatan 0,73 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan naik 47,45 poin ke level 6.509,88 pada awal sesi perdagangan.
Kenaikan IHSG terjadi sehari setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin.
Bank sentral Amerika Serikat tersebut menetapkan suku bunga pada kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen.
Kebijakan suku bunga The Fed menjadi perhatian investor saham karena dapat memengaruhi pasar keuangan global.
Perubahan suku bunga Amerika juga dapat berdampak terhadap rupiah, imbal hasil obligasi, dan arus modal asing.
Saham BYAN, PGUN dan JARR Menguat
Pada perdagangan pagi, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan.
Saham BYAN melonjak 19,96 persen atau 2.300 poin ke level Rp13.825 per saham.
Saham PGUN juga menguat 7,71 persen menjadi Rp10.825 per saham.
Kemudian, saham JARR naik 4,53 persen ke level Rp4.380 per saham.
Di sisi lain, saham BUMI turun 0,99 persen menjadi Rp200.
Saham DSSA juga melemah 0,45 persen ke level Rp1.115 per saham.
Sementara itu, APII menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar pada awal perdagangan.
APII melonjak 22,33 persen ke level Rp252 per saham. TEBE naik 14,50 persen menjadi Rp2.250.
IDEA turut menguat 9,82 persen ke level Rp123 per saham.
Dampak Suku Bunga The Fed terhadap Investasi
Kenaikan suku bunga The Fed menjadi faktor penting dalam strategi investasi saham dan obligasi.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar.
Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Investor domestik perlu memperhatikan perubahan nilai tukar ketika mengevaluasi aset investasi.
Selain itu, perubahan yield obligasi dapat memengaruhi keputusan investor dalam mengalokasikan portofolio.
Karena itu, investor biasanya mencermati saham, obligasi, deposito, reksa dana, emas, dan aset lainnya secara bersamaan.
IHSG Masih Menghadapi Area Teknis Penting
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyebut IHSG masih berada dalam fase konsolidasi.
Dalam risetnya, area 6.585 menjadi salah satu level yang diperhatikan pasar.
Jika indeks belum mampu melewati area tersebut, level 6.390 menjadi support yang perlu dicermati.
Support berikutnya berada di sekitar 6.220.
Sementara itu, penembusan area 6.585 secara teknikal dapat membuka ruang menuju 6.705.
Level tersebut merupakan acuan teknikal dalam riset yang dikutip dari laporan BRIDS.
Investor Perlu Mencermati Rupiah dan Yield Obligasi
Setelah keputusan The Fed, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada IHSG.
Pergerakan rupiah menjadi salah satu indikator penting bagi investor Indonesia.
Kenaikan yield obligasi juga dapat memengaruhi aliran dana antara pasar saham dan pasar surat utang.
Selain faktor global, investor akan mencermati kebijakan ekonomi pemerintah dan perkembangan harga minyak.
Keputusan Bank of Japan juga menjadi katalis yang dapat memengaruhi sentimen pasar Asia.
Dengan demikian, pergerakan IHSG sepanjang Jumat masih berpotensi berubah mengikuti perkembangan sentimen global.
FAQ IHSG Hari Ini
Berapa IHSG hari ini?
IHSG dibuka di level 6.509,88 pada Jumat, 18 September 2026, naik 0,73 persen.
Kenapa IHSG menguat hari ini?
Penguatan terjadi di tengah perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed dan pergerakan sejumlah saham utama.
Berapa kenaikan saham BYAN?
Saham BYAN naik 19,96 persen ke level Rp13.825 pada awal perdagangan.
Apa dampak kenaikan suku bunga The Fed?
Dampaknya dapat merambat ke nilai tukar, yield obligasi, arus modal, dan sentimen pasar saham.
Apakah kenaikan IHSG berarti semua saham naik?
Tidak. Pada awal perdagangan, 264 saham menguat, 124 melemah, dan 252 stagnan.
Apakah artikel ini merupakan rekomendasi saham?
Tidak. Informasi ini bersifat edukasi dan pemberitaan. Investor perlu melakukan analisis serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi. (*)
Editor : Fanda Yosephta









