Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Penguatan terjadi setelah pasar mencermati keputusan terbaru The Fed.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG naik 25,57 poin atau 0,40 persen. Indeks berakhir di level 6.462,43.
IHSG sempat bergerak hingga level tertinggi 6.500,40. Sementara itu, posisi terendah indeks berada tidak jauh dari level pembukaan.
Pergerakan pasar menunjukkan mayoritas saham berada di zona penguatan. Sebanyak 384 saham naik, sedangkan 244 saham melemah dan 164 saham bergerak stagnan.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan mencapai sekitar Rp11.298,32 triliun. Investor juga mencermati pergerakan saham berkapitalisasi besar.
Salah satu saham yang menguat adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA. Saham tersebut naik 3,23 persen menjadi Rp1.120 per saham.
Di kelompok saham lainnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAPI menguat 5,43 persen ke Rp1.455. Saham PT Bayan Resources Tbk atau BYAN juga naik 1,54 persen menjadi Rp11.525.
Sementara itu, sejumlah saham mengalami tekanan. Saham Bank Mandiri atau BMRI turun 2,11 persen ke Rp4.350. Saham Petrindo Jaya Kreasi atau CUAN juga terkoreksi 5 persen menjadi Rp945.
Pergerakan IHSG berlangsung setelah The Fed mengambil keputusan terkait suku bunga acuannya. Kebijakan bank sentral AS tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arus modal dan sentimen pasar negara berkembang.
Investor juga perlu mencermati pergerakan rupiah, imbal hasil obligasi, harga komoditas, serta arah kebijakan bank sentral global. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi volatilitas pasar saham Indonesia dalam perdagangan berikutnya.
Bagi investor ritel, pergerakan IHSG hari ini dapat menjadi bahan evaluasi sebelum mengambil keputusan investasi. Setiap saham memiliki risiko berbeda, sehingga keputusan investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan masing-masing. (*)
Editor : Fanda Yosephta









