Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan The Fed

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penguatan greenback dan meningkatnya perhatian pasar terhadap hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup turun 0,14% ke level Rp17.694 per dolar AS. Pada waktu yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,16% ke 99,62, menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap mata uang AS.

Pergerakan rupiah tersebut sejalan dengan mayoritas mata uang Asia.

Baht Thailand melemah 0,23%, ringgit Malaysia turun 0,16%, yuan China terkoreksi 0,07%, sedangkan rupee India melemah 0,41%.

Tekanan lebih besar terlihat pada won Korea Selatan yang turun 1,09%. Dolar Taiwan melemah 0,30%, dolar Singapura turun 0,19%, sementara yen Jepang terkoreksi 0,51%.

Di kawasan Asia, hanya peso Filipina yang mencatat penguatan, yakni sebesar 0,04%.

Dolar AS Menguat Jelang FOMC

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan dolar AS turut dipengaruhi ketidakpastian geopolitik di Iran.

Baca Juga :  WFH PNS Setiap Jumat Resmi Dilanjutkan, Ini Alasan Pemerintah dan Dampaknya bagi ASN serta Pelayanan Publik

Konflik yang masih berlangsung dikhawatirkan memberikan tekanan tambahan terhadap pasokan komoditas global. Perkembangan geopolitik tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan.

Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada kebijakan moneter Amerika Serikat.

Data inflasi AS menunjukkan headline Consumer Price Index (CPI) naik 0,4% secara bulanan pada Agustus 2026, sementara CPI inti meningkat 0,3%.

Perkembangan inflasi tersebut menjadi perhatian penting menjelang keputusan FOMC karena pasar memperkirakan Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menyesuaikan suku bunga.

Pergantian Menteri Keuangan Jadi Perhatian Pasar

Dari dalam negeri, kondisi rupiah juga dipengaruhi perkembangan politik dan kebijakan ekonomi Indonesia.

Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan dinilai dapat menjadi faktor yang membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.

Suahasil menghadapi tantangan untuk menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah kebutuhan pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjalankan berbagai program prioritas.

Baca Juga :  Lowongan Bank BUMN April 2026 Resmi Dibuka, Ini Posisi di Mandiri, BSI, dan BRI

Di sisi lain, pemerintah juga harus mengantisipasi tekanan harga energi global serta mempertahankan kepercayaan investor terhadap kredibilitas fiskal Indonesia.

Ibrahim menilai penunjukan Suahasil tidak terlalu mengejutkan pasar karena pengalaman yang dimilikinya dinilai dapat memberikan kesinambungan dalam pengelolaan fiskal.

Rupiah Berpotensi Kembali Fluktuatif

Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan dolar AS, hasil pertemuan FOMC, kondisi geopolitik, serta kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia.

Untuk perdagangan Rabu, 16 September 2026, Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp17.690 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Pergerakan tersebut akan sangat bergantung pada arah dolar AS dan respons pasar terhadap keputusan serta sinyal kebijakan Federal Reserve.

Dengan rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS, perhatian investor domestik dan pelaku usaha akan tertuju pada seberapa kuat tekanan eksternal dapat memengaruhi nilai tukar dalam beberapa hari ke depan. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

IHSG Hari Ini: Saham Bank Kompak Menguat Usai Suahasil Nazara Jadi Menkeu, The Fed dan BoJ Jadi Penentu
Kerinci-Sungai Penuh Disebut Anak Tiri, Edminuddin: “Lepaskan Kami dari Jambi”
Apple Event 2026 Digelar Hari Ini, iPhone Ultra Lipat dan iPhone 18 Pro Jadi Sorotan
Rupiah Hari Ini 9 September 2026 Menguat ke Rp17.567 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Harga Kawasaki Vulcan S 2027 Rp105 Jutaan, Ini Spesifikasi dan Fitur Utamanya
Avtur Makin Mahal, Maskapai Pangkas Rute Penerbangan September 2026, Tiket Pesawat Berpotensi Naik
iPhone 18 Segera Meluncur, Harga Dikabarkan Naik hingga Rp5 Juta: Ini 7 Bocoran Terbarunya
Harga Kripto Hari Ini 4 September 2026: Bitcoin Naik 4,75%, Cardano Melejit 10,43%
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:08 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.694 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan The Fed

Selasa, 15 September 2026 - 08:10 WIB

IHSG Hari Ini: Saham Bank Kompak Menguat Usai Suahasil Nazara Jadi Menkeu, The Fed dan BoJ Jadi Penentu

Sabtu, 12 September 2026 - 11:58 WIB

Kerinci-Sungai Penuh Disebut Anak Tiri, Edminuddin: “Lepaskan Kami dari Jambi”

Rabu, 9 September 2026 - 19:00 WIB

Apple Event 2026 Digelar Hari Ini, iPhone Ultra Lipat dan iPhone 18 Pro Jadi Sorotan

Rabu, 9 September 2026 - 09:50 WIB

Rupiah Hari Ini 9 September 2026 Menguat ke Rp17.567 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Berita Terbaru