Rupiah Hari Ini 15 September 2026 Menguat ke Rp17.668 per Dolar AS, Pasar Soroti Pergantian Menkeu

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa, 15 September 2026, dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan rupiah menjadi perhatian pasar setelah adanya pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Berdasarkan data Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.668 per dolar AS, menguat sekitar 0,01% atau 1 poin dibandingkan posisi sebelumnya.

Penguatan tersebut berlangsung ketika mayoritas mata uang Asia justru bergerak melemah terhadap dolar AS.

Rupiah Menguat, Mata Uang Asia Mayoritas Tertekan

Pada awal perdagangan, peso Filipina juga tercatat menguat sekitar 0,06% terhadap dolar AS.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya mengalami pelemahan. Won Korea Selatan menjadi salah satu yang mencatat tekanan terbesar, disusul yen Jepang dan rupee India.

Berikut gambaran pergerakan sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS:

  • Rupiah: menguat 0,01%
  • Peso Filipina: menguat 0,06%
  • Won Korea Selatan: melemah 0,35%
  • Yen Jepang: melemah 0,28%
  • Rupee India: melemah 0,12%
  • Dolar Singapura: melemah 0,10%
  • Dolar Taiwan: melemah 0,08%
  • Ringgit Malaysia: melemah 0,08%
  • Baht Thailand: melemah 0,07%
  • Yuan China: melemah 0,01%
  • Dolar Hong Kong: relatif stagnan
Baca Juga :  Perusahaan Otomotif Jepang Mau Cabut dari Indonesia? Ini Penjelasan Airlangga

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan terjadi ketika sentimen terhadap aset kawasan Asia masih cenderung berhati-hati.

Pergantian Menteri Keuangan Jadi Perhatian Pasar

Perubahan posisi Menteri Keuangan turut menjadi salah satu sentimen domestik yang diperhatikan pelaku pasar.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan dinilai sebagai respons positif pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Namun, penguatan rupiah diperkirakan belum tentu berlangsung kuat sepanjang perdagangan.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai ruang penguatan mata uang Garuda masih terbatas karena terdapat sejumlah faktor eksternal yang dapat menekan rupiah.

Harga Minyak dan The Fed Jadi Risiko Rupiah

Salah satu perhatian pasar adalah harga minyak mentah dunia yang masih tinggi. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan valuta asing Indonesia.

Selain itu, investor juga cenderung mengambil sikap wait and see menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed) pada Rabu mendatang.

Keputusan bank sentral AS mengenai arah suku bunga menjadi penting bagi pasar valuta asing global. Jika kebijakan The Fed memberikan dukungan terhadap dolar AS, mata uang negara berkembang termasuk rupiah berpotensi kembali menghadapi tekanan.

Baca Juga :  Limit Transfer Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN Terbaru 2026, Cek Batas Maksimalnya

Sentimen global juga masih dipengaruhi oleh meningkatnya sikap risk off, sehingga investor cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko.

Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Rp17.600-Rp17.700

Untuk perdagangan hari ini, Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak relatif terbatas.

Rupiah diproyeksikan berada dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Artinya, meski rupiah berhasil dibuka menguat ke Rp17.668, pasar masih perlu mencermati apakah penguatan tersebut dapat bertahan hingga penutupan perdagangan.

Investor akan memantau sejumlah katalis utama, mulai dari perkembangan harga minyak, pergerakan dolar AS secara global, sentimen pasar Asia, hingga ekspektasi terhadap keputusan The Fed.

Kesimpulan

Kurs rupiah hari ini, Selasa 15 September 2026, dibuka menguat tipis ke Rp17.668 per dolar AS. Penguatan tersebut muncul di tengah perhatian pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan serta kondisi pasar global.

Namun, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Harga minyak yang tinggi dan penantian terhadap keputusan The Fed menjadi faktor yang berpotensi membuat pergerakan rupiah tetap volatil.

Kisaran rupiah hari ini diproyeksikan berada di Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS.

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 15 September 2026 Turun Rp10.000, 1 Gram Jadi Rp2,59 Juta
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Selasa 15 September 2026: Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru
Harga BBM Hari Ini 15 September 2026: Pertamina, Shell, Vivo dan BP, Mana yang Paling Murah?
5 Fitur Wajib di Aplikasi Trading Saham Terbaik, Bukan Cuma Grafik Harga
BCA Expo 2026: Promo KPR, Kredit Mobil, Kartu Kredit hingga Lifestyle, Ini Penawaran Lengkapnya
US Mortgage Rates Today, September 15, 2026: 30-Year and 15-Year Rates
The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Ini Dampaknya ke Rupiah, IHSG, Emas dan Investasi
IHSG Berbalik Hijau Setelah Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, Investor Wajib Tahu Ini
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:07 WIB

Rupiah Hari Ini 15 September 2026 Menguat ke Rp17.668 per Dolar AS, Pasar Soroti Pergantian Menkeu

Selasa, 15 September 2026 - 07:55 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Selasa 15 September 2026: Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru

Selasa, 15 September 2026 - 07:14 WIB

Harga BBM Hari Ini 15 September 2026: Pertamina, Shell, Vivo dan BP, Mana yang Paling Murah?

Selasa, 15 September 2026 - 07:01 WIB

5 Fitur Wajib di Aplikasi Trading Saham Terbaik, Bukan Cuma Grafik Harga

Selasa, 15 September 2026 - 03:01 WIB

BCA Expo 2026: Promo KPR, Kredit Mobil, Kartu Kredit hingga Lifestyle, Ini Penawaran Lengkapnya

Berita Terbaru