IHSG Berbalik Hijau Setelah Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu, Investor Wajib Tahu Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 14 September 2026, menjadi perhatian investor setelah indeks sempat tertekan lebih dari 2,5 persen sebelum berbalik arah setelah Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

IHSG sempat menyentuh level sekitar 6.371 sebelum memangkas pelemahan. Sesaat setelah seremoni pelantikan Suahasil di Istana Negara, indeks bahkan sempat bergerak ke zona hijau dan mencapai sekitar 6.546.

Namun, penguatan tersebut belum mampu bertahan hingga akhir perdagangan. IHSG akhirnya ditutup di level 6.534,69, atau melemah tipis sekitar 0,10 persen.

Mengapa IHSG Sempat Berbalik Hijau?

Respons positif pasar muncul setelah kepastian mengenai siapa yang akan memimpin Kementerian Keuangan.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan akan menjalankan tugas tersebut hingga berakhirnya masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024–2029.

Bagi investor, kepastian tersebut penting karena Menteri Keuangan memiliki peran besar dalam menentukan arah kebijakan fiskal, pengelolaan APBN, pembiayaan pemerintah, serta penerbitan surat utang negara.

Suahasil juga bukan figur baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik sebagai Menkeu, ia merupakan Wakil Menteri Keuangan dan sebelumnya pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal.

Latar belakang tersebut membuat pasar melihat pergantian ini sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin memberikan kepastian terhadap arah kebijakan fiskal. Reuters melaporkan sejumlah analis menilai pengalaman teknokratis Suahasil berpotensi membantu memulihkan kepercayaan investor.

Investor Wajib Perhatikan Komitmen APBN

Setelah dilantik, Suahasil menegaskan mandat utamanya adalah menjaga keuangan negara sekaligus memastikan APBN tetap mampu mendukung pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  Selat Hormuz Ditutup Sementara, Harga Minyak Dunia Waspada, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta kredibilitas APBN.

Komitmen tersebut menjadi perhatian investor karena kesehatan fiskal Indonesia berkaitan langsung dengan persepsi risiko terhadap aset domestik.

Reuters juga melaporkan Suahasil berkomitmen menjaga defisit anggaran tetap berada dalam batas 3 persen dari PDB.

Jika kebijakan fiskal dinilai lebih kredibel dan konsisten, sentimen terhadap aset Indonesia berpotensi membaik.

Saham Bank Ikut Jadi Perhatian

Perubahan sentimen terlihat pada sejumlah saham perbankan besar.

Pada perdagangan Senin, saham BBRI, BBNI dan BMRI tercatat menguat pada akhir perdagangan. BBRI menjadi salah satu saham bank besar yang mencatat kenaikan paling tinggi, sementara BBNI dan BMRI juga bergerak positif.

Pergerakan saham bank penting diperhatikan karena sektor perbankan memiliki hubungan erat dengan kondisi likuiditas, kebijakan pemerintah, suku bunga, pertumbuhan kredit dan prospek ekonomi nasional.

Investor tetap perlu membedakan antara rebound karena sentimen berita dan perubahan fundamental jangka panjang.

Bagaimana Prospek IHSG Selanjutnya?

Pergantian Menteri Keuangan memang dapat mengubah sentimen pasar dalam jangka pendek, tetapi arah IHSG berikutnya akan sangat bergantung pada kebijakan yang benar-benar dijalankan.

Ada beberapa faktor yang patut diperhatikan investor:

  • perkembangan APBN dan defisit fiskal;
  • strategi pembiayaan pemerintah;
  • penerbitan SBN;
  • arah kebijakan Bank Indonesia;
  • pergerakan rupiah terhadap dolar AS;
  • arus dana investor asing;
  • kondisi pasar saham global;
  • serta kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Dengan kata lain, pelantikan Suahasil menjadi katalis sentimen, bukan jaminan IHSG akan terus naik.

SBN dan Rupiah Juga Patut Dipantau

Selain IHSG, pasar obligasi dan nilai tukar rupiah berpotensi merespons arah kebijakan Menteri Keuangan baru.

Baca Juga :  Saham BUMI Kembali ke Level Rp216, Asing Catat Net Sell Rp195 Miliar

Kredibilitas fiskal menjadi faktor penting bagi investor SBN. Jika pasar melihat pengelolaan APBN lebih terukur, persepsi risiko dapat membaik.

Sebaliknya, apabila terdapat kekhawatiran mengenai peningkatan defisit atau kebutuhan pembiayaan pemerintah, pasar obligasi tetap dapat menghadapi tekanan.

Untuk rupiah, faktor domestik juga harus dilihat bersama kondisi global, termasuk arah dolar AS, suku bunga global dan arus modal asing.

Jangan Terjebak Euforia Sesaat

Pergerakan IHSG pada Senin memberikan pelajaran penting bagi investor.

Indeks mampu memangkas pelemahan lebih dari 2 persen dan sempat masuk zona hijau setelah kepastian pergantian Menteri Keuangan. Namun, IHSG akhirnya kembali melemah dan ditutup pada 6.534,69.

Artinya, pasar memang merespons positif kepastian mengenai Suahasil Nazara, tetapi investor masih menunggu bukti dari kebijakan pemerintah berikutnya.

Bagi investor saham, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperhatikan fundamental emiten, valuasi, kinerja keuangan, serta risiko pasar, bukan hanya mengejar kenaikan harga karena berita politik atau ekonomi.

Kesimpulan

IHSG sempat berbalik ke zona hijau setelah Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan, setelah sebelumnya indeks tertekan lebih dari 2,5 persen.

Namun, penguatan tersebut belum bertahan hingga penutupan. IHSG akhirnya berada di level 6.534,69 atau turun 0,10 persen.

Pasar tampaknya memberikan respons positif terhadap kepastian pergantian Menteri Keuangan dan latar belakang Suahasil sebagai teknokrat di bidang fiskal.

Kini, investor akan menunggu langkah konkret Suahasil dalam menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, pembiayaan pemerintah, serta stabilitas ekonomi.

Bagi pasar saham, obligasi dan rupiah, keputusan-keputusan tersebut akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah sentimen positif hari ini hanya bersifat sementara atau menjadi awal pemulihan kepercayaan investor. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Harga Minyak Dunia Naik, Apakah Harga BBM Hari Ini, 1 November 2026 Ikut Naik? Cek Harga BBM di Jambi, Sumbar, Riau dan Bengkulu
Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar
Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Senin, 2 November 2026 - 14:35 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?

Minggu, 1 November 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram

Minggu, 1 November 2026 - 09:18 WIB

Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran

Minggu, 1 November 2026 - 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Apakah Harga BBM Hari Ini, 1 November 2026 Ikut Naik? Cek Harga BBM di Jambi, Sumbar, Riau dan Bengkulu

Berita Terbaru