Perusahaan Otomotif Jepang Mau Cabut dari Indonesia? Ini Penjelasan Airlangga

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi kabar mengenai potensi relokasi sejumlah perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam. Menurutnya, hingga saat ini arus investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia masih menunjukkan tren positif.

Airlangga menegaskan bahwa berbagai proyek investasi baru masih terus masuk ke sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri di berbagai daerah.

“Kami melihat investasi masih bergerak dan beberapa proyek investasi tetap masuk ke Indonesia,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Investasi di KEK dan Kawasan Industri Terus Bertambah

Meski tidak menyebutkan perusahaan secara spesifik, Airlangga mengungkapkan minat investasi di sejumlah kawasan strategis nasional terus meningkat.

Beberapa wilayah yang disebut memiliki prospek kuat antara lain Kawasan Ekonomi Khusus Gresik atau JIIPE di Jawa Timur serta kawasan industri dan ekonomi khusus di Pulau Bintan.

Menurutnya, permintaan dari sektor industri untuk berinvestasi di kawasan-kawasan tersebut masih cukup tinggi meski kondisi ekonomi global sedang menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga :  Cara Top Up dan Tarik Tunai DANA di ATM Tanpa Kartu, Mudah dan Praktis

“Kami menerima berbagai rencana pengembangan kawasan ekonomi maupun kawasan industri yang menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap Indonesia,” katanya.

Kabar Relokasi Pabrik Jepang ke Vietnam

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkap adanya potensi relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang yang beroperasi di Jawa Timur.

Berdasarkan hasil pemantauan di wilayah Pasuruan dan Mojokerto, perusahaan tersebut disebut sedang mempertimbangkan pemindahan investasi ke Vietnam.

Said menjelaskan, kondisi geopolitik global yang belum stabil diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan prinsipal otomotif asal Jepang tersebut.

Selain itu, Vietnam dinilai semakin agresif dalam menarik investasi industri kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan kebijakan yang kompetitif.

Ancaman PHK Jadi Perhatian

Jika relokasi benar-benar terjadi, ribuan pekerja berpotensi terdampak. Namun hingga kini identitas perusahaan maupun jumlah pekerja yang berisiko terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) belum diumumkan secara resmi.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terima Laporan DEN dan Bahas Penguatan Sektor Produktif Nasional

KSPI berencana melakukan dialog dan negosiasi dengan manajemen perusahaan guna mencegah relokasi dan mempertahankan lapangan kerja di Indonesia.

Said Iqbal juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah serta DPR untuk mendorong kebijakan yang dapat memperkuat daya saing industri otomotif nasional, khususnya sektor kendaraan listrik.

Persaingan Investasi Industri EV di Asia Tenggara

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan menarik investasi industri kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara semakin ketat. Vietnam, Thailand, dan Indonesia berlomba menawarkan berbagai insentif fiskal maupun kemudahan investasi.

Indonesia sendiri memiliki keunggulan berupa cadangan nikel terbesar di dunia yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Pemerintah juga terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan smelter, pabrik baterai, hingga fasilitas produksi kendaraan listrik.

Meski muncul kabar relokasi perusahaan otomotif Jepang, pemerintah optimistis Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di kawasan karena memiliki pasar domestik besar, sumber daya alam melimpah, dan berbagai proyek strategis yang terus berkembang.

Berita Terkait

Saham BUMI Berpotensi Naik, Analis Bidik Target hingga Rp181
Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Pertimbangkan Cabut dari Indonesia
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.843 per Dolar AS, The Fed dan MSCI Jadi Sorotan Investor
BSI Tingkatkan Kualitas BYOND 2026, Transaksi Makin Cepat dan Stabil untuk 23 Juta Nasabah
Mobil Listrik Eropa Rp120 Jutaan Resmi Dijual, Jarak Tempuh Capai 320 Km
Aturan Baru Outsourcing Segera Terbit, Simak Daftar Pekerjaan yang Diizinkan
Cari Mobil untuk Mahasiswa? Ini 10 Pilihan Paling Irit dan Terjangkau Tahun 2026
Gaji Rp15 Juta Sebulan, Ribuan Pelamar Serbu Bursa Kerja di Malaysia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:00 WIB

Perusahaan Otomotif Jepang Mau Cabut dari Indonesia? Ini Penjelasan Airlangga

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:01 WIB

Saham BUMI Berpotensi Naik, Analis Bidik Target hingga Rp181

Senin, 22 Juni 2026 - 22:05 WIB

Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Pertimbangkan Cabut dari Indonesia

Senin, 22 Juni 2026 - 16:49 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.843 per Dolar AS, The Fed dan MSCI Jadi Sorotan Investor

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

BSI Tingkatkan Kualitas BYOND 2026, Transaksi Makin Cepat dan Stabil untuk 23 Juta Nasabah

Berita Terbaru