JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 31 Agustus hingga 4 September 2026.
Dalam periode tersebut, IHSG menguat 1,82% atau 118,35 poin hingga ditutup di level 6.636,47. Penguatan pasar saham domestik turut didukung oleh kembali masuknya dana investor asing.
Berdasarkan statistik BEI, transaksi investor asing selama sepekan mencatat net buy atau beli bersih sebesar Rp2,30 triliun. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan net buy pada pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp279,23 miliar.
Aktivitas Perdagangan Saham Meningkat
Tidak hanya IHSG yang menguat, aktivitas perdagangan saham di BEI juga mengalami peningkatan.
Rata-rata volume transaksi harian naik 35,9% menjadi sekitar 48,99 miliar saham, dibandingkan 36,05 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 25,75% menjadi Rp19,22 triliun dari sebelumnya Rp15,29 triliun.
Frekuensi transaksi harian juga tumbuh 10,93%, dari 2,15 juta transaksi menjadi sekitar 2,39 juta transaksi.
Kenaikan aktivitas perdagangan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan kapitalisasi pasar BEI. Kapitalisasi pasar naik 1,47% menjadi sekitar Rp11.599 triliun, dari Rp11.431 triliun pada pekan sebelumnya.
BEI Dorong Penguatan Pasar Modal
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, menyebut peningkatan aktivitas perdagangan dan penguatan IHSG sejalan dengan berbagai agenda pengembangan tata kelola serta edukasi pasar modal.
Menurutnya, BEI terus memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia melalui penjajakan konektivitas dengan pasar global, memperluas pipeline perusahaan menuju Initial Public Offering (IPO), serta meningkatkan basis investor di berbagai daerah.
Salah satu agenda penting berlangsung pada 1 September 2026, ketika BEI dan AlpacaDB, Inc. menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk bertukar pengetahuan sekaligus menjajaki peluang memperluas akses pasar modal lintas negara.
Salah satu hal yang dikaji adalah potensi akses bagi Anggota Bursa ke pasar efek luar negeri melalui mekanisme Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN).
Bagi investor Indonesia, penguatan konektivitas tersebut berpotensi memberikan lebih banyak pilihan investasi. Di sisi lain, pasar domestik diharapkan semakin terintegrasi dan kompetitif di tengah perkembangan pasar keuangan global.
Dorong Perusahaan Masuk Bursa
BEI juga terus mendorong perusahaan untuk meningkatkan kesiapan menuju pasar modal.
Pada 31 Agustus 2026, BEI bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar Workshop Go Public bertajuk RISE to Initial Public Offering (IPO) di Bandung.
Kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada perusahaan mengenai proses, persiapan, serta manfaat melakukan IPO.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong perusahaan menengah meningkatkan tata kelola, profesionalisme, daya saing, dan keberlanjutan bisnis.
Sementara itu, pada 2–4 September 2026, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) turut mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Ternate, Maluku Utara.
Agenda Pasar Modal Pekan Depan
Memasuki perdagangan pekan depan, investor akan kembali mencermati sejumlah agenda pasar modal, termasuk Public Expose Live 2026.
Pergerakan IHSG selanjutnya juga akan dipengaruhi oleh sentimen global, arus dana asing, kondisi ekonomi domestik, serta kinerja emiten yang tercatat di BEI.
Dengan IHSG yang berhasil menguat 1,82% dan investor asing membukukan net buy Rp2,30 triliun dalam sepekan, perkembangan arus modal dan aktivitas perdagangan menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan investor pada pekan berikutnya.
FAQ IHSG dan Net Buy Asing
1. Berapa kenaikan IHSG pada pekan 31 Agustus–4 September 2026?
IHSG naik 1,82% atau 118,35 poin ke level 6.636,47.
2. Berapa net buy investor asing?
Investor asing mencatat net buy sekitar Rp2,30 triliun sepanjang pekan tersebut.
3. Apakah aktivitas perdagangan BEI meningkat?
Ya. Rata-rata volume, nilai transaksi, dan frekuensi perdagangan semuanya mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya.
4. Berapa kapitalisasi pasar BEI?
Kapitalisasi pasar meningkat 1,47% menjadi sekitar Rp11.599 triliun.
5. Apa agenda pasar modal yang perlu diperhatikan pekan depan?
Salah satunya adalah Public Expose Live 2026, selain perkembangan sentimen ekonomi dan pasar global. (*)
Editor : Fanda Yosephta









