Dari Reconquista hingga Roma–Persia, Inilah Perang Terlama dalam Sejarah Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Sejarah umat manusia tidak lepas dari rentetan konflik berskala besar yang berlangsung dalam durasi sangat panjang. Sejumlah perang bahkan berlangsung hingga ratusan tahun, menyisakan korban jiwa, perubahan geopolitik, dan dampak sosial-budaya yang masih terasa hingga kini.

 

Sepanjang catatan sejarah, para sejarawan mengidentifikasi sedikitnya tujuh perang yang memiliki durasi paling panjang. Konflik-konflik ini biasanya dipicu perebutan wilayah, pertentangan agama, sengketa dinasti, serta perubahan peta kekuasaan antar kerajaan besar.

 

Berbeda dengan pertempuran singkat yang berlangsung intens, perang-perang jangka panjang ini kerap diselingi masa damai, perubahan aliansi, hingga pergantian pemimpin yang mengubah arah konflik. Meski demikian, ketegangan antarpihak tetap berlanjut selama berabad-abad.

 

Sejarawan mencatat bahwa perang berkepanjangan tidak hanya mengubah batas negara, tetapi juga melahirkan sistem politik baru, mempercepat runtuhnya kekaisaran lama, hingga membentuk identitas nasional masyarakat modern. Dengan memahami perang-perang terlama tersebut, dunia kini dapat melihat bagaimana konflik berkepanjangan dapat mempengaruhi hubungan internasional saat ini.

Berikut daftar enam perang terlama sepanjang sejarah beserta latar belakang dan hasil akhirnya:

 

1. Perang Agama Iberian (Reconquista) — 781 Tahun (711–1492)

Baca Juga :  Harga BBM Terancam Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Airlangga: Pemerintah Masih Monitor Situasi

Pihak terlibat: Kerajaan Kristen Iberia vs bangsa Moor Muslim.

Reconquista adalah salah satu perang terpanjang dalam sejarah, berlangsung lebih dari tujuh abad. Konflik ini berawal dari masuknya bangsa Moor ke Semenanjung Iberia pada 711, yang kemudian memicu perjuangan panjang kerajaan-kerajaan Kristen untuk merebut kembali wilayah tersebut. Perang berakhir pada 1492 melalui jatuhnya Granada, benteng terakhir Muslim di Spanyol.

 

2. Perang Roma–Persia — 682 Tahun (54 SM–628 M)

Pihak terlibat: Kekaisaran Roma/Bizantium vs Kekaisaran Parthia/Sasaniyah.

Serangkaian konflik antara dua kekaisaran besar ini berlangsung hampir tujuh abad dan berfokus pada perebutan Mesopotamia serta wilayah perdagangan strategis. Kedua imperium mengalami pelemahan akibat perang berkepanjangan, membuka jalan bagi munculnya Kekhalifahan Islam di kawasan tersebut.

 

3. Perang Inggris–Wales — 483 Tahun (800–1283)

Pihak terlibat: Kerajaan Inggris vs kerajaan-kerajaan Wales.

Konflik panjang ini dipicu ambisi Inggris memperluas kendali ke wilayah Wales. Berlangsung dalam banyak gelombang perlawanan lokal, perang ini berakhir saat Inggris menaklukkan Wales pada 1283, meskipun pemberontakan rakyat Wales masih terus terjadi di tahun-tahun berikutnya.

 

Baca Juga :  Kapal Pertamina Lolos dari Ketegangan Selat Hormuz, Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Tetap Aman

4. Perang 335 Tahun — 335 Tahun (1651–1986)

Pihak terlibat: Kepulauan Scilly vs Belanda.

Konflik ini menjadi salah satu perang paling unik karena tidak terjadi pertempuran sama sekali. Perang dimulai setelah Belanda mengumumkan konflik terhadap Scilly akibat sengketa maritim. Namun, tidak ada aksi militer dan baru berakhir pada 1986 setelah seorang sejarawan menemukan tidak pernah ada perjanjian damai yang ditandatangani.

 

5. Perang Seratus Tahun — 116 Tahun (1337–1453)

Pihak terlibat: Inggris vs Prancis.

Meski dikenal sebagai “Perang Seratus Tahun”, durasi konflik ini mencapai 116 tahun. Sengketa antar dua dinasti besar mengenai takhta Prancis memicu rangkaian perang besar yang juga melahirkan tokoh seperti Joan of Arc. Perancis akhirnya memenangi konflik dan memperkuat identitas nasionalnya.

 

6. Perang Belanda–Portugis — 60 Tahun (1601–1661)

Pihak terlibat: Republik Belanda vs Portugal.

Perang ini terjadi di berbagai benua, termasuk Asia dan Amerika Selatan, dan dipicu perebutan jalur perdagangan serta wilayah kolonial. Meski Belanda meraih sejumlah kemenangan strategis, kedua negara mengalami kerugian ekonomi besar akibat panjangnya durasi konflik. (***)

 

 

 

Berita Terkait

Hasil Moto3 Hungaria Direvisi, Veda Ega Pratama Kembali Pimpin Rookie
Elon Musk Kini Punya Harta Rp 18 Kuadriliun, Ini Sumber Kekayaannya
Kasus Chromebook Nadiem Makarim Jadi Perhatian Pebisnis Dunia
Mulai Juli 2026, Turis yang Tinggalkan Jepang Kena Pajak Rp340 Ribu
Kejayaan Nvidia Guncang, Rp23.000 Triliun Nilai Pasar Chip AI Lenyap
Heboh Peternakan Kecoa Ilegal Dibongkar, Nilai Serangga Capai Rp2,5 Miliar
Raja E-Commerce China Temu Didenda Rp4,1 Triliun
Arab Saudi Umumkan Penyelenggara Haji Terbaik 2026, Terbaik Dari Negara Ini
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 16:00 WIB

Hasil Moto3 Hungaria Direvisi, Veda Ega Pratama Kembali Pimpin Rookie

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:00 WIB

Elon Musk Kini Punya Harta Rp 18 Kuadriliun, Ini Sumber Kekayaannya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:30 WIB

Kasus Chromebook Nadiem Makarim Jadi Perhatian Pebisnis Dunia

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mulai Juli 2026, Turis yang Tinggalkan Jepang Kena Pajak Rp340 Ribu

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kejayaan Nvidia Guncang, Rp23.000 Triliun Nilai Pasar Chip AI Lenyap

Berita Terbaru

Internasional

Hasil Moto3 Hungaria Direvisi, Veda Ega Pratama Kembali Pimpin Rookie

Senin, 15 Jun 2026 - 16:00 WIB

Ekonomi

Pengganti LPG Mulai Disiapkan, RI Bakal Pakai CNG 3 Kg

Senin, 15 Jun 2026 - 15:00 WIB

Pendidikan

Daftar Lengkap Wilayah Penempatan PPPK Sekolah Rakyat 2026

Senin, 15 Jun 2026 - 13:10 WIB