Meta Didenda Rp10,12 Triliun, Instagram dan Facebook Wajib Batasi Remaja

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI-Meta Platforms diperintahkan membayar denda sekitar Rp10,12 triliun dalam perkara di New Mexico, Amerika Serikat. Pengadilan juga mewajibkan perusahaan memperketat perlindungan pengguna remaja di Facebook dan Instagram.

Meta Platforms kembali menghadapi tekanan hukum terkait perlindungan anak dan remaja di platform media sosialnya.

Pengadilan di New Mexico, Amerika Serikat, menjatuhkan kewajiban pembayaran sebesar US$567 juta atau sekitar Rp10,12 triliun kepada perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut.

Putusan itu tidak hanya berkaitan dengan pembayaran denda. Meta juga diperintahkan melakukan sejumlah perubahan terhadap cara Facebook dan Instagram menangani pengguna berusia di bawah 18 tahun.

Perkara tersebut berkaitan dengan tuduhan bahwa desain dan mekanisme sejumlah platform Meta berkontribusi terhadap risiko yang dihadapi anak-anak, termasuk persoalan kesehatan mental.

Total Kewajiban Meta Capai Rp16,8 Triliun

Putusan terbaru tersebut merupakan tahap kedua dalam perkara yang sama.

Sebelumnya, juri telah menjatuhkan hukuman sebesar US$375 juta. Jika digabungkan dengan putusan terbaru sebesar US$567 juta, total kewajiban finansial Meta dalam perkara tersebut mencapai sekitar US$942 juta atau Rp16,8 triliun.

Besarnya nilai tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam kasus yang melibatkan perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Namun, konsekuensi bagi Meta tidak berhenti pada aspek finansial. Pengadilan juga menetapkan sejumlah aturan yang harus diterapkan perusahaan terhadap pengguna muda di New Mexico.

Facebook dan Instagram Dibatasi untuk Pengguna Remaja

Salah satu ketentuan yang mendapat perhatian adalah pembatasan durasi penggunaan Facebook dan Instagram bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun.

Dalam putusan tersebut, penggunaan kedua platform dibatasi hingga 90 jam per bulan. Jika dirata-ratakan, batas tersebut setara dengan sekitar tiga jam per hari.

Meta juga diwajibkan melakukan penyesuaian terhadap sistem notifikasi. Push notification harus dibatasi pada waktu tertentu, termasuk malam hari dan jam sekolah.

Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi gangguan terhadap aktivitas belajar dan waktu istirahat pengguna muda.

Sistem Verifikasi Usia Akan Diperketat

Pengadilan juga meminta Meta memperbaiki mekanisme verifikasi usia pengguna.

Salah satu langkah yang menjadi bagian dari putusan adalah pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk memperkirakan usia pengguna.

Apabila sistem memperkirakan sebuah akun digunakan oleh seseorang yang masih di bawah umur, tetapi tidak dapat memastikan usia secara tepat, akun tersebut harus diperlakukan sebagai akun anak sampai pengguna dapat memberikan bukti mengenai usianya.

Baca Juga :  Cara Hasilkan Uang dari AI di 2026

Kebijakan ini berpotensi menjadi perubahan penting dalam cara platform media sosial menentukan perlindungan berdasarkan usia.

Perlindungan Anak dari Kontak Berisiko

Selain pembatasan waktu penggunaan, Meta juga diperintahkan memperkuat sistem perlindungan anak dari interaksi yang berpotensi membahayakan.

Salah satu fokusnya adalah membatasi kontak antara pengguna muda dengan orang dewasa yang dianggap berisiko.

Meta juga diminta meningkatkan perlindungan terhadap penyebaran atau interaksi yang berkaitan dengan gambar telanjang.

Perlindungan tersebut juga mencakup interaksi anak dengan layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan yang tersedia dalam ekosistem Meta.

Mekanisme Pelaporan Akun Anak Ikut Diperkuat

Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengguna berusia di bawah 13 tahun.

Meta diminta bekerja sama dengan sekolah maupun organisasi yang bergerak dalam perlindungan anak untuk menyediakan mekanisme pelaporan terhadap akun yang diduga digunakan oleh anak di bawah batas usia tersebut.

Langkah ini bertujuan membantu platform mengidentifikasi akun yang berpotensi melanggar ketentuan usia sekaligus memberikan jalur pelaporan yang lebih jelas.

Jaksa Agung New Mexico Sambut Putusan

Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez, menyambut keputusan pengadilan tersebut.

Menurutnya, putusan itu menunjukkan bahwa perusahaan teknologi dapat dimintai pertanggungjawaban apabila produk dan desain layanannya dinilai menimbulkan risiko terhadap anak-anak.

Kasus tersebut sejak awal disebut berkaitan dengan upaya memberikan perlindungan lebih besar kepada anak dan keluarga ketika menggunakan platform media sosial.

Putusan ini juga menempatkan tanggung jawab perusahaan teknologi sebagai salah satu isu penting dalam perlindungan pengguna usia muda di lingkungan digital.

Sebagian Dana untuk Perawatan Anak dan Program Pencegahan

Dari total US$567 juta yang diperintahkan dalam putusan terbaru, sekitar US$420 juta dialokasikan untuk layanan perawatan bagi anak muda.

Sementara dana lainnya akan digunakan untuk sejumlah program, termasuk pencegahan, peningkatan kesadaran, pemeriksaan, serta pelaksanaan program perlindungan selama lima tahun.

Alokasi tersebut menunjukkan bahwa perkara ini tidak hanya berorientasi pada pemberian hukuman finansial kepada perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung upaya perlindungan dan pemulihan bagi kelompok yang terdampak.

Baca Juga :  Rekomendasi Laptop Editing Anti Ngelag 2026, Cocok untuk Content Creator

Apa Dampaknya bagi Pengguna Instagram dan Facebook?

Putusan tersebut secara langsung berlaku dalam konteks perkara dan wilayah hukum New Mexico. Karena itu, pengguna Facebook dan Instagram di negara lain tidak otomatis mendapatkan pembatasan penggunaan yang sama.

Namun, kasus ini dapat menjadi perhatian bagi industri teknologi karena menunjukkan semakin besarnya tuntutan terhadap platform digital untuk meningkatkan perlindungan anak.

Perkembangan teknologi AI, sistem rekomendasi konten, verifikasi usia, chatbot, dan fitur interaksi sosial membuat isu keamanan pengguna muda menjadi semakin kompleks.

Bagi orang tua, perkembangan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya mengawasi penggunaan media sosial oleh anak, termasuk durasi penggunaan, pengaturan privasi, serta siapa saja yang dapat berinteraksi dengan mereka.

FAQ

1. Mengapa Meta didenda Rp10,12 triliun?
Meta diwajibkan membayar sekitar US$567 juta dalam perkara di New Mexico yang berkaitan dengan tuduhan mengenai dampak desain Facebook dan Instagram terhadap anak-anak dan remaja.

2. Berapa total kewajiban Meta dalam perkara tersebut?
Jika digabungkan dengan hukuman sebelumnya sebesar US$375 juta, total kewajiban finansial Meta mencapai sekitar US$942 juta atau Rp16,8 triliun.

3. Apakah Instagram dan Facebook akan dibatasi tiga jam sehari untuk semua pengguna?
Tidak. Pembatasan 90 jam per bulan tersebut merupakan bagian dari ketentuan dalam perkara di New Mexico dan ditujukan kepada pengguna berusia di bawah 18 tahun dalam konteks putusan tersebut.

4. Apa saja perlindungan baru yang harus diperkuat Meta?
Di antaranya pembatasan notifikasi, peningkatan verifikasi usia, perlindungan anak dari kontak berisiko, perlindungan terhadap gambar telanjang, mekanisme pelaporan akun anak, serta pengawasan interaksi anak dengan chatbot AI.

5. Apakah pengguna Instagram di Indonesia terkena aturan tersebut?
Tidak otomatis. Putusan tersebut merupakan perkara hukum di New Mexico. Ketentuan yang berlaku bagi pengguna di Indonesia dapat berbeda berdasarkan regulasi dan kebijakan yang berlaku di Indonesia.

6. Mengapa verifikasi usia menjadi penting?
Verifikasi usia membantu platform menerapkan perlindungan yang sesuai bagi pengguna anak dan remaja serta membatasi akses terhadap fitur atau interaksi yang berpotensi tidak sesuai usia.

Berita Terkait

Ayaneo Konkr Pocket Advance Meluncur, Konsol Retro Mirip Game Boy Bisa Main PS2
Lenovo IdeaPad Flex 5: Laptop 2-in-1 dengan Layar 360 Derajat dan RAM 16GB
Cari Mobil Listrik Murah? Ini 3 Pilihan Rp200 Jutaan yang Menarik pada 2026
Galaxy Watch Ultra2 Dibanderol Rp10,49 Juta, Bawa Layar 5.000 Nit dan Baterai Jumbo
TV Xiaomi 98 Inci Terbaru Resmi di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya
Akun WA Kena Blokir dan Ditinjau Meta? Begini Cara Memulihkannya
ADVAN Tablet V11 Harga Rp2 Jutaan, Dapat Gemini AI dan Keyboard
ASUS Chromebook CX15 Dapat Google AI Pro dan Cloud 5 TB, Ini Spesifikasinya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Ayaneo Konkr Pocket Advance Meluncur, Konsol Retro Mirip Game Boy Bisa Main PS2

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Meta Didenda Rp10,12 Triliun, Instagram dan Facebook Wajib Batasi Remaja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Lenovo IdeaPad Flex 5: Laptop 2-in-1 dengan Layar 360 Derajat dan RAM 16GB

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Galaxy Watch Ultra2 Dibanderol Rp10,49 Juta, Bawa Layar 5.000 Nit dan Baterai Jumbo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:00 WIB

TV Xiaomi 98 Inci Terbaru Resmi di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya

Berita Terbaru