Siang Berubah Gelap! Gerhana Matahari Total 2027 Jadi Fenomena Astronomi Terlangka

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAYONEWS.CO.ID – Dunia astronomi akan menyaksikan salah satu fenomena langit paling spektakuler pada 2 Agustus 2027, yakni Gerhana Matahari Total yang diperkirakan menjadi gerhana total terlama yang dapat diamati dari daratan sepanjang abad ke-21.

Fenomena ini diperkirakan memiliki fase totalitas hingga 6 menit 23 detik, jauh lebih lama dibandingkan sebagian besar gerhana Matahari total yang umumnya hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga menit.

Saat fase totalitas berlangsung, langit di wilayah yang dilintasi bayangan Bulan akan berubah gelap seperti malam. Pengamat juga berkesempatan melihat korona Matahari, yaitu lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya tertutup cahaya terang fotosfer.

Fenomena langka tersebut diprediksi menarik perhatian astronom, fotografer, peneliti, hingga wisatawan dari berbagai negara.

Kapan Gerhana Matahari Total 2027 Terjadi?

Gerhana Matahari Total dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2027. Jalur totalitas akan membentang melintasi kawasan Eropa, Afrika Utara, hingga Timur Tengah.

Wilayah yang berada tepat di jalur bayangan Bulan akan mengalami kondisi siang hari menjadi gelap selama sekitar 6 menit 23 detik.

Negara yang Dilalui Jalur Totalitas

Berdasarkan jalur yang diperkirakan para astronom, gerhana total akan melintasi sejumlah negara berikut:

  • Spanyol
  • Gibraltar
  • Maroko
  • Aljazair
  • Tunisia
  • Libya
  • Mesir
  • Arab Saudi
  • Yaman
  • Somalia

Sementara itu, wilayah di luar jalur totalitas masih dapat menyaksikan gerhana Matahari sebagian, dengan sebagian piringan Matahari tertutup Bulan.

Baca Juga :  7 Negara yang Dulu Pernah Kaya, Kini Terpuruk dalam Kemiskinan, Irak Salah Satunya

Apakah Gerhana Matahari Total 2027 Terlihat di Indonesia?

Indonesia tidak berada di jalur totalitas Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fase ketika Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan. Bagi pecinta astronomi yang ingin menikmati fenomena tersebut secara langsung, perjalanan ke negara yang berada di jalur totalitas menjadi salah satu pilihan.

Mengapa Gerhana Ini Berlangsung Sangat Lama?

Durasi gerhana dipengaruhi posisi Matahari, Bulan, dan Bumi.

Pada saat gerhana berlangsung, Bulan berada relatif lebih dekat ke Bumi sehingga tampak lebih besar. Di sisi lain, Bumi sedang berada di sekitar aphelion, yaitu titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya, sehingga ukuran tampak Matahari sedikit lebih kecil.

Kombinasi kedua kondisi tersebut memungkinkan Bulan menutupi Matahari dalam waktu yang lebih lama dibandingkan gerhana total pada umumnya.

Selain itu, lintasan bayangan Bulan melintasi wilayah yang dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga turut memengaruhi lamanya fase totalitas di sejumlah lokasi.

Apa yang Terjadi Saat Gerhana Matahari Total?

Ketika fase totalitas dimulai, langit berubah menjadi gelap menyerupai malam hari.

Beberapa fenomena yang dapat diamati antara lain:

  • Korona Matahari terlihat jelas.
  • Suhu udara dapat menurun beberapa derajat.
  • Planet dan bintang terang mulai tampak.
  • Sebagian satwa menunjukkan perubahan perilaku, seperti burung kembali ke sarang dan serangga malam mulai aktif.
Baca Juga :  Fajar/Fikri Juara China Open 2026: Ganda Putra Indonesia Sukses Pertahankan Gelar!

Mengapa Gerhana Ini Penting bagi Ilmuwan?

Gerhana Matahari Total memberikan kesempatan langka bagi ilmuwan untuk mengamati korona Matahari, aktivitas medan magnet, hingga semburan plasma yang sulit diamati ketika cahaya Matahari masih mendominasi langit.

Durasi totalitas yang lebih dari enam menit juga memberi waktu observasi lebih panjang dibandingkan kebanyakan gerhana Matahari lainnya.

Jangan Melihat Matahari Tanpa Pelindung

Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung khusus, baik saat gerhana sebagian maupun sebelum fase totalitas.

Gunakan kacamata gerhana bersertifikat atau filter surya khusus. Mengamati Matahari tanpa perlindungan dapat menyebabkan kerusakan retina permanen hingga kebutaan.

FAQ

Kapan Gerhana Matahari Total terlama abad ini terjadi?
Fenomena tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2027.

Berapa lama fase totalitasnya?
Diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik.

Apakah Indonesia dapat melihat Gerhana Matahari Total 2027?
Tidak. Indonesia berada di luar jalur totalitas sehingga tidak dapat menyaksikan gerhana total secara langsung.

Mengapa gerhana ini begitu istimewa?
Karena memiliki durasi totalitas yang sangat panjang sehingga menjadi kesempatan penting bagi ilmuwan dan pengamat astronomi untuk melakukan observasi.

Berita Terkait

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya
Pecahkan Rekor Dunia! Nathan Thomas Resmi Jadi Profesor di Usia 18 Tahun
Resmi Latih Timnas Prancis, Zidane Akui Tolak Tawaran Klub Selama 5 Tahun
Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang
Fajar/Fikri Juara China Open 2026: Ganda Putra Indonesia Sukses Pertahankan Gelar!
Kematian Pangeran Kerajaan Arab Saudi di Hotel Mewah London: Penyebab Sebenarnya Diungkap Pengadilan
Pep Guardiola Dikabarkan Minta Gaji Rp409 Miliar untuk Latih Timnas Italia
Breaking News: PM Singapura Lawrence Wong Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri Baru
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Siang Berubah Gelap! Gerhana Matahari Total 2027 Jadi Fenomena Astronomi Terlangka

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Pecahkan Rekor Dunia! Nathan Thomas Resmi Jadi Profesor di Usia 18 Tahun

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:00 WIB

Resmi Latih Timnas Prancis, Zidane Akui Tolak Tawaran Klub Selama 5 Tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:05 WIB

Timnas Indonesia Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan 5-1, Thom Haye Jadi Bintang

Berita Terbaru