JAKARTA – Pergerakan investor asing kembali menjadi perhatian pelaku pasar saham Indonesia. Sejumlah saham unggulan tercatat ramai diborong sepanjang periode 5–10 Juli 2026. Saham PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA menjadi pilihan utama dengan nilai pembelian bersih asing mencapai Rp1 triliun.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari RTI Infokom, saham BBCA menguat 2,07 persen menjadi Rp6.175. Kenaikan tersebut berlangsung ketika investor asing meningkatkan akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.
Selain BBCA, saham PT Barito Pacific Tbk. atau BRPT membukukan net foreign buy Rp68,3 miliar. Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI mencatat pembelian bersih asing Rp55,7 miliar. Saham PT Vale Indonesia Tbk. atau INCO juga dikoleksi asing senilai Rp48,6 miliar.
Investor asing turut memburu saham ADRO dengan net buy Rp35,5 miliar dan ANTM sebesar Rp34,8 miliar. Sementara itu, saham Indofood Sukses Makmur atau INDF mencatat pembelian bersih Rp28,1 miliar. BBTN, TINS, WIFI, dan UNTR juga masuk daftar saham pilihan asing selama sepekan.
Namun, secara keseluruhan pasar saham domestik masih mencatat net foreign sell Rp1,73 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp2,73 triliun. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual asing masih berlangsung, meskipun akumulasi mulai terlihat pada saham tertentu.
Di tengah pergerakan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat 0,83 persen dari 5.875,78 menjadi 5.924,36. Rata-rata volume transaksi harian meningkat 16,83 persen menjadi 20,49 miliar saham. Frekuensi transaksi harian juga naik 29,69 persen menjadi 1,87 juta kali.
Meski demikian, sentimen global masih menjadi risiko bagi investasi saham Indonesia. MSCI mempertahankan pembatasan perlakuan terhadap saham Indonesia dalam peninjauan indeks Agustus 2026. Sementara itu, S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia dalam 2027 Country Classification Watchlist terkait transparansi kepemilikan dan likuiditas pasar.
Pelaku pasar kini mencermati pergerakan saham BBCA, BRPT, BBNI, INCO, ADRO, ANTM, INDF, BBTN, TINS, WIFI, dan UNTR. Aksi beli investor asing dapat menjadi salah satu indikator sentimen pasar. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan, risiko pasar, dan strategi investasi sebelum membeli saham.
FAQ
Apa saham yang paling banyak dibeli investor asing pekan ini?
BBCA mencatat net foreign buy terbesar dengan nilai sekitar Rp1 triliun sepanjang periode 5–10 Juli 2026.
Apa saja saham favorit investor asing?
Sejumlah saham yang dibeli asing meliputi BBCA, BRPT, BBNI, INCO, ADRO, ANTM, INDF, BBTN, TINS, WIFI, dan UNTR.
Berapa posisi IHSG selama sepekan?
IHSG menguat 0,83 persen dari level 5.875,78 menjadi 5.924,36.
Apakah investor asing masih menjual saham Indonesia?
Secara keseluruhan, pasar masih mencatat net foreign sell Rp1,73 triliun selama sepekan.
Apakah saham yang dibeli asing pasti naik?
Tidak. Investor tetap perlu menganalisis fundamental, valuasi, kondisi pasar, dan risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Tim
Editor : Fanda Yosephta









