Drama Kolosal Ninek Siak Lengih Hidupkan Jejak Penyebaran Islam di Sakti Alam Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAI PENUH – Riuh tepuk tangan mengiringi pementasan drama kolosal tentang penyebaran agama Islam di Sakti Alam Kerinci yang ditampilkan dalam Pekan Budaya Luhah Datuk Singarapi Putih. Pertunjukan itu mengangkat kisah Ninek Siak Lengih, tokoh yang dalam tradisi lisan masyarakat Kerinci diyakini sebagai salah seorang penyebar Islam di wilayah tersebut.

Pementasan berlangsung di hadapan ratusan pengunjung yang memadati arena budaya Luhah Datuk Singarapi Putih (Dasira). Para pemain mengenakan busana adat Kerinci dan memerankan perjalanan dakwah Ninek Siak Lengih pada masa ketika sebagian masyarakat masih memegang kepercayaan lama. Drama tersebut menggambarkan kondisi masyarakat yang kala itu masih memuliakan batu-batu besar serta pohon-pohon tua yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Situasi itu menjadi tantangan utama dalam penyebaran ajaran Islam.

Dalam alur cerita, Ninek Siak Lengih digambarkan didampingi istrinya, Pitai Dayang Baranoi. Berdasarkan cerita yang hidup di tengah masyarakat, pasangan itu dikisahkan memiliki sembilan anak, terdiri atas dua laki-laki dan tujuh perempuan. Kehadiran keluarga tersebut menjadi bagian dari narasi perjuangan dakwah yang diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan masyarakat Kerinci.

Baca Juga :  Seleksi Paskibraka 2026 Sungai Penuh Resmi Dibuka, Ini Pesan Sekda Alpian

Drama memperlihatkan bahwa perjalanan dakwah tidak berlangsung mudah. Penolakan, cemoohan, hingga tantangan dari masyarakat yang masih mempertahankan keyakinan lama menjadi bagian dari kisah tersebut. Namun, Ninek Siak Lengih tetap memilih jalan damai. Ia berdakwah dengan kesabaran, memberi teladan, dan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Perlahan, ajaran Islam mulai diterima. Masyarakat yang sebelumnya memegang teguh kepercayaan lama digambarkan mulai mengenal ajaran tauhid tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang sejalan dengan ajaran Islam. Drama itu menampilkan proses perubahan sosial yang berlangsung secara bertahap melalui dialog, pendidikan, dan keteladanan.

Bagi pengunjung, pementasan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan. Banyak orang tua mengajak anak-anak mereka menyaksikan drama sebagai sarana mengenalkan sejarah lokal dan nilai-nilai budaya Kerinci. Kisah yang dipentaskan menjadi ruang belajar tentang perjalanan masyarakat dalam menerima agama Islam serta pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

Baca Juga :  Kabar Gembira! 999 PPPK Paruh Waktu di Sungai Penuh Terima Gaji 3 Bulan Sekaligus

Panitia menyebutkan pementasan sejarah menjadi salah satu agenda utama Pekan Budaya Luhah Datuk Singarapi Putih. Selain menampilkan seni pertunjukan, kegiatan itu juga menghadirkan berbagai koleksi alat pertanian tradisional, perlengkapan rumah tangga kuno, peralatan memasak, hingga benda-benda adat yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kerinci pada masa lampau.

Melalui drama kolosal tersebut, panitia berharap generasi muda semakin mengenal tokoh-tokoh yang hidup dalam tradisi lisan masyarakat Kerinci. Nilai kesabaran, keteguhan, dan dakwah yang mengedepankan kedamaian menjadi pesan utama yang disampaikan kepada masyarakat.

Karena bersumber dari tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, kisah Ninek Siak Lengih dalam pementasan ini diposisikan sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Kerinci. Terlepas dari aspek historis yang masih memerlukan kajian akademik lebih lanjut, pertunjukan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga sejarah, adat, dan identitas budaya sebagai bagian dari perjalanan panjang Islam di Sakti Alam Kerinci. fyo

Berita Terkait

Warga Sungai Penuh Mulai Pakai Masker, Mata Perih di Tengah Kabut: Ada Apa Hari Ini?
Pengurus ISMI Kerinci dan Sungai Penuh Resmi Dilantik, Prof Jafar Ahmad dan Hartono Dipercaya Memimpin
Harga Ayam Potong di Pasar Tanjung Bajure Naik Lagi, Kini Capai Rp60 Ribu per Kg
Pemkot Sungai Penuh Raih Predikat Istimewa IRH 2026, Azhar Hamzah: Jadi Motivasi Perbaiki Pelayanan Publik
Gaya Jadul Muncul di Pawai HUT RI Sungai Penuh, Aksinya Bikin Heboh
Harga Daging Ayam di Sungai Penuh Naik Jadi Rp54 Ribu per Kg, Warga Soroti Dampak MBG
Pemkot Sungai Penuh Gelar Resepsi HUT RI ke-81, Wali Kota Alfin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Wali Kota Alfin Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Sungai Penuh
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Warga Sungai Penuh Mulai Pakai Masker, Mata Perih di Tengah Kabut: Ada Apa Hari Ini?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Pengurus ISMI Kerinci dan Sungai Penuh Resmi Dilantik, Prof Jafar Ahmad dan Hartono Dipercaya Memimpin

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Harga Ayam Potong di Pasar Tanjung Bajure Naik Lagi, Kini Capai Rp60 Ribu per Kg

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Predikat Istimewa IRH 2026, Azhar Hamzah: Jadi Motivasi Perbaiki Pelayanan Publik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Gaya Jadul Muncul di Pawai HUT RI Sungai Penuh, Aksinya Bikin Heboh

Berita Terbaru

Hukum

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK

Selasa, 25 Agu 2026 - 04:00 WIB

Ekonomi

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:00 WIB