SUNGAIPENUH – Di tengah pengerjaan perpanjangan landasan Bandara Depati Parbo yang terus dikebut, geliat pariwisata Kerinci dan Kota Sungai Penuh mulai menunjukkan denyut baru. Pesawat yang kini rutin terbang dua kali sepekan menjadi tanda bahwa akses udara ke “Bumi Sakti Alam Kerinci” semakin terbuka.
Di daratan, perbaikan infrastruktur berlangsung sejajar dengan tumbuhnya fasilitas pendukung. Hotel berbintang, penginapan melati, hingga homestay swadaya warga terus bermunculan.
Kawasan kuliner kian hidup, menjadikan Sungai Penuh dan Kerinci tidak hanya sebagai tujuan wisata alam, tapi juga ruang menikmati keramahtamahan daerah.
Ketua PWI Kerinci, Dedi Dora, M.Pd, menilai pemerintah daerah tak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata.
“Infrastruktur sudah bergerak, tinggal promosi yang harus digenjot. Potensi kita besar, tapi tanpa dorongan promosi yang serius, kita hanya menonton peluang lewat begitu saja,” ujarnya.
Kerinci dan Sungai Penuh memiliki lanskap yang jarang ditandingi: Gunung Kerinci yang menjulang, pemandian air panas, Danau Kerinci yang lapang dan tenang, Air Terjun Telun Berasap yang gemuruh, hingga Bukit Khayangan dan deretan puncak wisata lain yang kerap diselimuti kabut pagi.
Di tengah keseriusan pemerintah menata akses transportasi, industri pariwisata diharapkan ikut naik kelas. Sebab, infrastruktur tanpa strategi promosi yang agresif hanya akan menjadi jalan yang sepi menuju keindahan yang tak disaksikan.(fyo)
Penulis : Fanda Yosephta









