SUNGAI PENUH – Peta politik Kota Sungai Penuh memasuki babak baru. Jika pada Pilkada 2024 sejumlah kelompok masyarakat berada pada pilihan politik yang berbeda, kini suasana kebersamaan dan persatuan semakin terlihat. Salah satu buktinya adalah rencana penganugerahan gelar adat kehormatan kepada Wali Kota Sungai Penuh, Alfin Bakar, oleh masyarakat adat Enam Luhah Sungai Penuh.
Momentum tersebut menjadi perhatian publik karena menunjukkan kuatnya semangat rekonsiliasi pasca kontestasi politik. Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, tokoh adat dan tokoh perempuan Enam Luhah memilih mengedepankan persatuan serta menjaga warisan budaya yang telah mengakar selama ratusan tahun.
Rabu (24/6/2026), rombongan tokoh adat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alfian, mendatangi rumah dinas Wali Kota. Kehadiran para pemangku adat, Ninik Mamak, dan perwakilan Anak Batino berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat menyampaikan bahwa proses pemberian gelar kehormatan telah melalui tahapan adat yang berlaku. Restu dari Ninik Mamak serta Depati IV Kumun Debai telah dimintakan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang selama ini dijaga masyarakat Sungai Penuh.
Menurut para pemangku adat, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung pelestarian adat, budaya, serta menjaga hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat adat. Dukungan terhadap pelaksanaan Kenduri Sko juga menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses tersebut.
Wali Kota Alfin Bakar menyambut baik niat masyarakat adat Enam Luhah. Ia menilai penghargaan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan kerja nyata dan komitmen untuk terus membangun daerah bersama seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang politik.
“Penghormatan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi menjadi simbol kuatnya hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat adat. Ini menjadi motivasi untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun Kota Sungai Penuh,” ujar Alfin.
Kenduri Sko Enam Luhah yang akan digelar pada 4 Juli 2026 diperkirakan menjadi salah satu agenda budaya terbesar tahun ini. Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, kegiatan tersebut juga dipandang sebagai simbol persatuan masyarakat, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat identitas budaya yang menjadi kebanggaan Kota Sungai Penuh.
Penganugerahan gelar adat kepada Alfin Bakar dinilai memiliki makna lebih luas dibanding sekadar penghormatan personal. Banyak kalangan melihatnya sebagai pesan bahwa perbedaan politik tidak boleh menghalangi persaudaraan. Di tengah dinamika demokrasi modern, masyarakat Sungai Penuh menunjukkan bahwa adat dan budaya tetap menjadi perekat utama dalam menjaga persatuan daerah.
FAQ
Apa gelar yang akan diberikan kepada Wali Kota Alfin Bakar?
Gelar adat kehormatan yang akan diumumkan dalam rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh 2026.
Kapan penganugerahan gelar adat dilakukan?
Dijadwalkan pada 4 Juli 2026 saat puncak Kenduri Sko Enam Luhah.
Mengapa gelar adat ini penting?
Karena menjadi simbol penghormatan adat sekaligus memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat adat.
Siapa yang mengusulkan pemberian gelar tersebut?
Tokoh adat, Ninik Mamak, Depati IV Kumun Debai, serta Anak Batino Enam Luhah Sungai Penuh.
Apa dampak positif bagi Kota Sungai Penuh?
Mendorong persatuan masyarakat, memperkuat pelestarian budaya, dan menciptakan stabilitas sosial yang mendukung pembangunan daerah. (fyo)









