EKONOMI – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi kabar mengenai potensi relokasi sejumlah perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam. Menurutnya, hingga saat ini arus investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia masih menunjukkan tren positif.
Airlangga menegaskan bahwa berbagai proyek investasi baru masih terus masuk ke sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri di berbagai daerah.
“Kami melihat investasi masih bergerak dan beberapa proyek investasi tetap masuk ke Indonesia,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Investasi di KEK dan Kawasan Industri Terus Bertambah
Meski tidak menyebutkan perusahaan secara spesifik, Airlangga mengungkapkan minat investasi di sejumlah kawasan strategis nasional terus meningkat.
Beberapa wilayah yang disebut memiliki prospek kuat antara lain Kawasan Ekonomi Khusus Gresik atau JIIPE di Jawa Timur serta kawasan industri dan ekonomi khusus di Pulau Bintan.
Menurutnya, permintaan dari sektor industri untuk berinvestasi di kawasan-kawasan tersebut masih cukup tinggi meski kondisi ekonomi global sedang menghadapi berbagai tantangan.
“Kami menerima berbagai rencana pengembangan kawasan ekonomi maupun kawasan industri yang menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap Indonesia,” katanya.
Kabar Relokasi Pabrik Jepang ke Vietnam
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkap adanya potensi relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang yang beroperasi di Jawa Timur.
Berdasarkan hasil pemantauan di wilayah Pasuruan dan Mojokerto, perusahaan tersebut disebut sedang mempertimbangkan pemindahan investasi ke Vietnam.
Said menjelaskan, kondisi geopolitik global yang belum stabil diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan prinsipal otomotif asal Jepang tersebut.
Selain itu, Vietnam dinilai semakin agresif dalam menarik investasi industri kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan kebijakan yang kompetitif.
Ancaman PHK Jadi Perhatian
Jika relokasi benar-benar terjadi, ribuan pekerja berpotensi terdampak. Namun hingga kini identitas perusahaan maupun jumlah pekerja yang berisiko terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) belum diumumkan secara resmi.
KSPI berencana melakukan dialog dan negosiasi dengan manajemen perusahaan guna mencegah relokasi dan mempertahankan lapangan kerja di Indonesia.
Said Iqbal juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah serta DPR untuk mendorong kebijakan yang dapat memperkuat daya saing industri otomotif nasional, khususnya sektor kendaraan listrik.
Persaingan Investasi Industri EV di Asia Tenggara
Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan menarik investasi industri kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara semakin ketat. Vietnam, Thailand, dan Indonesia berlomba menawarkan berbagai insentif fiskal maupun kemudahan investasi.
Indonesia sendiri memiliki keunggulan berupa cadangan nikel terbesar di dunia yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Pemerintah juga terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan smelter, pabrik baterai, hingga fasilitas produksi kendaraan listrik.
Meski muncul kabar relokasi perusahaan otomotif Jepang, pemerintah optimistis Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di kawasan karena memiliki pasar domestik besar, sumber daya alam melimpah, dan berbagai proyek strategis yang terus berkembang.









