Saham BUMI Berpotensi Naik, Analis Bidik Target hingga Rp181

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah sejumlah analis menilai emiten tambang batu bara tersebut masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

Berdasarkan analisis teknikal terbaru, saham BUMI dinilai memiliki potensi bergerak menuju area resistance di kisaran Rp174 hingga Rp181. Meski demikian, investor tetap diminta memperhatikan level support sebagai batas pengamanan risiko.

Saham BUMI Masih Menarik Secara Teknikal

Dalam kajian pasar terbaru, analis dari CGS International Sekuritas Indonesia menyebut saham BUMI saat ini berada dalam area yang cukup menarik untuk dipantau.

Secara teknikal, saham BUMI memiliki level support di rentang Rp161 hingga Rp164. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang menuju target kenaikan berikutnya masih terbuka.

“BUMI memiliki area support pada level Rp161-Rp164 dengan target terdekat di kisaran Rp174-Rp181,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.

Level resistance tersebut menjadi acuan penting bagi investor yang menerapkan strategi trading jangka pendek.

Pergerakan Saham BUMI Masih Fluktuatif

Pada penutupan perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BUMI berada di level Rp168 atau melemah sekitar 1,75 persen dibanding sesi sebelumnya.

Baca Juga :  IPO RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Dihadiri Haji Isam dan Boy Thohir

Dalam satu pekan terakhir, saham emiten milik Grup Bakrie dan Salim tersebut mengalami koreksi sekitar 2,8 persen. Namun jika dilihat dalam periode satu bulan, saham BUMI masih mencatat kenaikan sekitar 2,4 persen.

Sementara itu, secara year to date (YTD), pergerakan saham BUMI masih berada dalam tren negatif dengan penurunan lebih dari 50 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa saham BUMI masih menghadapi tekanan, meski peluang pemulihan jangka pendek tetap terbuka.

Investor Asing Masih Melakukan Aksi Jual

Di tengah potensi penguatan teknikal, data perdagangan menunjukkan investor asing masih melakukan aksi jual bersih atau net sell terhadap saham BUMI.

Berdasarkan data pasar, nilai net sell asing pada perdagangan terakhir mencapai sekitar Rp85 miliar.

Aksi jual tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor karena dapat memengaruhi pergerakan harga saham dalam jangka pendek.

Meski demikian, sejumlah analis menilai tekanan jual asing belum tentu mengubah prospek teknikal selama harga mampu bertahan di atas area support utama.

Baca Juga :  Harga Turun, Saham CDIA Justru Diborong Investor Domestik

Faktor yang Perlu Dicermati Investor

Selain analisis teknikal, investor juga perlu memperhatikan beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi kinerja saham BUMI, antara lain:

  • Pergerakan harga batu bara global.
  • Kinerja keuangan perseroan.
  • Sentimen ekonomi global.
  • Arus dana investor asing.
  • Kebijakan pemerintah terkait sektor energi dan pertambangan.

Kombinasi faktor fundamental dan teknikal tersebut akan menentukan arah pergerakan saham BUMI dalam beberapa waktu mendatang.

Prospek Saham BUMI

Jika mampu bertahan di atas level support Rp161-Rp164, saham BUMI berpeluang menguji area resistance Rp174 hingga Rp181.

Namun investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko yang ketat mengingat volatilitas saham sektor komoditas masih cukup tinggi.

Bagi trader jangka pendek, area support dan resistance dapat menjadi acuan dalam menentukan strategi masuk maupun keluar dari pasar.

Sementara bagi investor jangka panjang, pemantauan terhadap perkembangan bisnis perseroan dan kondisi pasar komoditas global tetap menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi.

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi
Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya
Pemerintah Gratiskan Sertifikat Hak Milik 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya
PKH hingga BPNT Masih Cair Agustus 2026, Simak Cara Cek Status Penerima
8 Motor Listrik TKDN 40 Persen Terbaik 2026, Siap Bersaing dan Berpotensi Dapat Subsidi
MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG
Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026
BLT Kesra Rp900.000 Agustus 2026 Cair atau Tidak? Simak Informasi Terbarunya
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikat Hak Milik 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:05 WIB

PKH hingga BPNT Masih Cair Agustus 2026, Simak Cara Cek Status Penerima

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:00 WIB

8 Motor Listrik TKDN 40 Persen Terbaik 2026, Siap Bersaing dan Berpotensi Dapat Subsidi

Berita Terbaru