IHSG Terbaru Hari Ini 2 Juni 2026 Melesat 1,11 Persen, Saham Energi dan Perbankan Jadi Buruan Investor di Tengah Ketidakpastian Global

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan daya tahan yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 1,11 persen ke level 6.195,42 pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Kenaikan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga minyak dunia, serta dinamika suku bunga yang masih membayangi pasar keuangan internasional.

Penguatan IHSG didorong oleh reli sejumlah saham unggulan berkapitalisasi besar yang menjadi favorit investor institusi. Saham sektor energi dan sumber daya alam menjadi motor utama kenaikan indeks, seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek komoditas dan transisi energi yang terus berkembang. Kondisi ini membuat investor kembali memburu saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang.

Salah satu emiten yang mencuri perhatian adalah DSSA yang melonjak hingga 25 persen dalam sehari. Selain itu, BREN juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 24,85 persen. Kinerja impresif kedua saham tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap sektor energi, yang saat ini menjadi salah satu sektor dengan potensi keuntungan terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Tidak hanya saham energi, sektor perbankan juga menjadi penopang utama penguatan indeks. Saham BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI kompak menguat sepanjang perdagangan. Investor menilai bank-bank besar masih memiliki prospek cerah seiring pertumbuhan kredit, peningkatan transaksi digital, dan potensi penurunan risiko pembiayaan di tengah stabilitas ekonomi domestik.

Baca Juga :  The Fed Naikkan Suku Bunga Jadi 3,75%-4%, Ini Dampaknya ke Rupiah, Emas dan Investasi

Penguatan saham perbankan juga menjadi sinyal bahwa investor masih percaya terhadap ketahanan sektor keuangan Indonesia. Di tengah tingginya suku bunga global dan ketidakpastian ekonomi internasional, perbankan nasional dinilai tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid dengan profitabilitas yang kompetitif.

Dari sisi kapitalisasi pasar, Bursa Efek Indonesia mencatat nilai mencapai Rp10.918 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi menarik di kawasan Asia Tenggara. Arus dana yang masuk ke saham-saham unggulan juga mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi nasional pada semester kedua 2026.

Analis menilai perhatian investor saat ini tidak hanya tertuju pada saham, tetapi juga instrumen investasi lain seperti reksa dana saham, obligasi pemerintah, deposito berjangka, hingga aset lindung nilai seperti emas. Diversifikasi portofolio menjadi strategi penting untuk menghadapi volatilitas pasar yang masih tinggi akibat berbagai faktor global.

Baca Juga :  Tabel KUR Mandiri 2026 Terbaru: Cicilan Pinjaman Rp10 Juta Hingga Rp500 Juta

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta harga komoditas dunia. Namun, jika sektor energi, perbankan, dan infrastruktur mampu mempertahankan momentum positifnya, peluang penguatan pasar saham Indonesia masih terbuka lebar hingga akhir tahun.

FAQ

Mengapa IHSG naik hari ini?

IHSG naik karena didorong penguatan saham energi, saham perbankan besar, serta meningkatnya optimisme investor terhadap ekonomi Indonesia.

Saham apa yang paling banyak naik?

DSSA naik sekitar 25 persen dan BREN menguat hampir 25 persen sehingga menjadi penggerak utama indeks.

Apakah saham bank masih menarik dibeli?

Saham bank besar masih menjadi perhatian investor karena memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan prospek pertumbuhan kredit yang positif.

Faktor apa yang memengaruhi IHSG?

Faktor utama meliputi suku bunga, inflasi, nilai tukar rupiah, harga minyak dunia, arus modal asing, dan kinerja emiten.

Instrumen investasi apa yang banyak dicari selain saham?

Investor juga mencari deposito, obligasi pemerintah, reksa dana, emas, dan investasi pendapatan pasif untuk diversifikasi portofolio. Tim

Berita Terkait

Prudential Syariah Luncurkan PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
KUR Mandiri Tanpa Agunan Oktober 2026, UMKM Bisa Pinjam hingga Rp100 Juta
Harga BBM Hari Ini 17 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650
The Fed Beri Sinyal Suku Bunga Bisa Naik Lagi, Keputusan Oktober Jadi Sorotan
Wall Street 16 Oktober 2026 : Nasdaq Tertekan, Saham AI dan Chip Berguguran
IHSG Anjlok 11,57% ke 5.185, MSCI Picu Kekhawatiran Dana Asing Kabur Rp132 Triliun
IHSG Ambruk 11,57% ke 5.185, Saham Bank dan Emiten Besar Berguguran Usai Peringatan MSCI
Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 16 Oktober 2026, Cek Daftar Harga Terbaru dari 0,5 hingga 500 Gram
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Prudential Syariah Luncurkan PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:07 WIB

KUR Mandiri Tanpa Agunan Oktober 2026, UMKM Bisa Pinjam hingga Rp100 Juta

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:00 WIB

The Fed Beri Sinyal Suku Bunga Bisa Naik Lagi, Keputusan Oktober Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:10 WIB

Wall Street 16 Oktober 2026 : Nasdaq Tertekan, Saham AI dan Chip Berguguran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:37 WIB

IHSG Anjlok 11,57% ke 5.185, MSCI Picu Kekhawatiran Dana Asing Kabur Rp132 Triliun

Berita Terbaru

Teknologi

Samsung Galaxy A18 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp4,29 Juta

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:00 WIB