JAKARTA – IHSG hari ini, Rabu 23 September 2026, menguat 1,56 persen ke level 6.374,91. Penguatan terjadi setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen.
Keputusan suku bunga menjadi perhatian pelaku pasar karena memengaruhi berbagai instrumen keuangan. Investor mencermati dampaknya terhadap saham, obligasi, reksa dana, deposito, kredit perbankan, hingga pergerakan rupiah.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan 464 saham ditutup menguat. Sebanyak 200 saham melemah, sementara 299 saham lainnya bergerak stagnan.
Sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan. Indika Energy atau INDY naik 10,04 persen menjadi Rp2.850. Darma Henwa atau DEWA menguat 9,20 persen ke Rp380, sedangkan Merdeka Copper Gold atau MDKA naik 8,83 persen menjadi Rp3.080.
Hartadinata Abadi atau HRTA juga menguat 5,99 persen menjadi Rp2.300. Bumi Resources atau BUMI naik 4,89 persen ke Rp193, sedangkan Merdeka Battery Materials atau MBMA meningkat 3,96 persen menjadi Rp525.
Di sisi lain, beberapa saham justru berakhir melemah. Charoen Pokphand Indonesia atau CPIN turun 1,91 persen menjadi Rp3.080. Telkom Indonesia atau TLKM melemah 1,21 persen ke Rp2.440, sedangkan Perusahaan Gas Negara atau PGAS turun 1,03 persen menjadi Rp1.440.
BI Rate 5,75 persen juga menjadi perhatian bagi masyarakat yang sedang mencari informasi investasi dan produk keuangan. Perubahan suku bunga dapat menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan ketika membandingkan deposito, obligasi, reksa dana pasar uang, maupun instrumen investasi lainnya.
Bagi pasar saham, investor masih menghadapi sejumlah faktor eksternal. Pergerakan rupiah, yield obligasi global, harga minyak, perkembangan geopolitik Timur Tengah, kebijakan China, dan hubungan perdagangan global dapat memengaruhi sentimen pasar.
Karena itu, kenaikan IHSG hari ini tidak otomatis berarti seluruh saham akan terus naik. Investor perlu melihat kinerja perusahaan, valuasi, risiko, kondisi ekonomi, serta tujuan dan jangka waktu investasinya sebelum mengambil keputusan.
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham maupun produk investasi tertentu. (*)
Editor : Fanda Yosephta









