Berapa Saldo Aman di Rekening? Simak Saran Ahli Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Menyimpan uang di rekening bank memang menjadi pilihan utama banyak orang karena praktis, aman, dan mudah diakses kapan saja. Namun, para pakar keuangan mengingatkan bahwa menimbun dana terlalu besar di rekening tabungan bukanlah strategi yang ideal untuk menjaga kesehatan finansial jangka panjang.

Selain berisiko terhadap berbagai bentuk penipuan digital dan kesalahan transaksi, dana yang hanya mengendap di rekening juga berpotensi kehilangan nilai akibat inflasi yang terus terjadi setiap tahun.

Karena itu, para perencana keuangan menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola dana tunai dan mengalokasikan sebagian aset ke instrumen yang lebih produktif.

Berapa Uang yang Sebaiknya Disimpan di Rekening?

Menurut sejumlah perencana keuangan, jumlah dana yang disimpan di rekening sebaiknya cukup untuk memenuhi kebutuhan rutin dan pembayaran tagihan dalam jangka pendek.

Dana tersebut berfungsi sebagai uang operasional yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari tanpa harus mencairkan investasi atau tabungan lainnya.

Beberapa ahli bahkan menyarankan agar saldo rekening hanya mencakup kebutuhan satu hingga dua minggu ke depan. Dengan demikian, risiko kehilangan kesempatan memperoleh imbal hasil dari instrumen investasi dapat diminimalkan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 27 Juli 2026: Mulai Rp1,411 Juta untuk 0,5 Gram

Risiko Menyimpan Terlalu Banyak Dana di Rekening

Meski rekening bank menawarkan kemudahan transaksi dan likuiditas tinggi, menyimpan dana dalam jumlah besar memiliki sejumlah risiko, antara lain:

1. Tergerus Inflasi

Nilai uang yang hanya disimpan di rekening tabungan cenderung mengalami penurunan daya beli karena tingkat bunga tabungan umumnya lebih rendah dibandingkan laju inflasi.

2. Potensi Kejahatan Digital

Ancaman penipuan online, phishing, hingga pembobolan rekening menjadi risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika seluruh dana ditempatkan pada satu rekening utama.

3. Kehilangan Peluang Investasi

Dana yang mengendap terlalu lama tidak menghasilkan pertumbuhan optimal dibandingkan jika ditempatkan pada instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Alokasikan Dana ke Instrumen yang Lebih Produktif

Pakar keuangan menyarankan agar kelebihan dana setelah kebutuhan operasional terpenuhi dapat dialihkan ke instrumen yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Beberapa pilihan yang umum digunakan antara lain:

  • Deposito berjangka
  • Reksa dana pasar uang
  • Obligasi pemerintah
  • Emas
  • Saham untuk investasi jangka panjang
Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juli 2026 Naik, Buyback Tembus Rp2.386.000 per Gram

Pemilihan instrumen investasi tentu harus disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing individu.

Dana Darurat Harus Dipisahkan

Masyarakat juga perlu membedakan antara saldo rekening harian dengan dana darurat.

Dana darurat merupakan cadangan keuangan yang disiapkan khusus untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti:

  • Kehilangan pekerjaan
  • Biaya pengobatan mendadak
  • Kerusakan rumah atau kendaraan
  • Kebutuhan mendesak lainnya

Para perencana keuangan umumnya merekomendasikan dana darurat sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.

Dana tersebut sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang aman dan mudah dicairkan ketika dibutuhkan.

Keseimbangan Jadi Kunci Pengelolaan Keuangan

Tidak menyimpan terlalu banyak maupun terlalu sedikit uang di rekening merupakan bagian penting dari pengelolaan keuangan yang sehat.

Dengan menyiapkan dana operasional secukupnya, memiliki dana darurat yang memadai, serta menginvestasikan kelebihan dana secara bijak, masyarakat dapat menjaga stabilitas keuangan sekaligus meningkatkan nilai aset dalam jangka panjang.

Perencanaan keuangan yang baik akan membantu seseorang lebih siap menghadapi berbagai kondisi ekonomi tanpa mengorbankan kebutuhan sehari-hari maupun tujuan keuangan masa depan.

Berita Terkait

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya
Pemerintah Gratiskan Sertifikat Hak Milik 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya
PKH hingga BPNT Masih Cair Agustus 2026, Simak Cara Cek Status Penerima
8 Motor Listrik TKDN 40 Persen Terbaik 2026, Siap Bersaing dan Berpotensi Dapat Subsidi
MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG
Superbank Raup Laba Rp182,6 Miliar pada Semester I 2026
BLT Kesra Rp900.000 Agustus 2026 Cair atau Tidak? Simak Informasi Terbarunya
DJP Kirim 317.923 Email ke Wajib Pajak, Pelapor SPT Nihil Jadi Sorotan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:03 WIB

Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Jadi Ketua IDA22, Ini Tugasnya

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikat Hak Milik 2026, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

Senin, 3 Agustus 2026 - 00:05 WIB

PKH hingga BPNT Masih Cair Agustus 2026, Simak Cara Cek Status Penerima

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:00 WIB

8 Motor Listrik TKDN 40 Persen Terbaik 2026, Siap Bersaing dan Berpotensi Dapat Subsidi

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:00 WIB

MK Putuskan Dana Pendidikan Tak Boleh Lagi Biayai Program MBG

Berita Terbaru