Raffi Ahmad Bantah Terlibat Kasus Suap Bea Cukai, Istana Angkat Bicara

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NASIONAL-Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya buka suara terkait nama Raffi Ahmad yang terseret dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda itu mencuat dalam persidangan perkara dugaan suap impor barang elektronik yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Istana Ajak Fokus Pemulihan Ekonomi

Menanggapi polemik tersebut, Prasetyo Hadi tidak memberikan komentar spesifik terkait dugaan keterlibatan Raffi Ahmad.

Ia justru mengajak seluruh pihak untuk fokus membantu pemulihan ekonomi nasional yang saat ini disebut menghadapi berbagai tantangan global.

“Sehingga mari kita saling bergandengan tangan, saling merapatkan barisan, saling bekerja sama satu sama lain untuk memperkuat ekonomi kita,” ujar Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Selasa (9/6/2026).

Raffi Ahmad Bantah Terlibat

Raffi Ahmad sendiri telah membantah tudingan keterlibatannya dalam kasus dugaan suap impor barang elektronik tersebut.

Presenter sekaligus pejabat negara itu mengaku namanya kerap dikaitkan dengan berbagai kasus meski tidak pernah terlibat secara langsung.

“Itu tidak benar,” kata Raffi Ahmad.

Ia juga menegaskan tidak pernah melakukan transaksi maupun menerima barang terkait kasus yang sedang disidik KPK.

Baca Juga :  Status Tahanan Rumah Yaqut, KPK Jelaskan Dasar dan Prosesnya

Nama Raffi Muncul di Persidangan

Nama Raffi Ahmad pertama kali muncul dalam persidangan kasus dugaan suap Bea Cukai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.

Dalam persidangan, jaksa KPK mengungkap adanya pengiriman barang elektronik seperti iPhone 17 dan laptop dari Amerika Serikat ke Indonesia.

Barang tersebut disebut berkaitan dengan kunjungan Raffi Ahmad ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membenarkan adanya fakta terkait penitipan barang atas nama Raffi Ahmad.

Namun hingga kini KPK belum mengembangkan lebih lanjut fakta tersebut dalam proses penyidikan.

Kasus Suap Bea Cukai

Kasus ini menyeret pimpinan Blueray Cargo Group John Field bersama dua anak buahnya.

Mereka didakwa menyuap sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan nilai mencapai:

  • Rp61 miliar uang suap
  • Fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar

Beberapa pejabat Bea Cukai yang disebut menerima suap di antaranya:

  • Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal
  • Kasubdit Intelijen Sisprian Subiaksono
  • Kepala Seksi Intelijen Orlando Hamonangan

Raffi Gandeng Hotman Paris

Usai namanya ramai disebut dalam perkara tersebut, Raffi Ahmad menggandeng pengacara Hotman Paris untuk mengambil langkah hukum.

Baca Juga :  Baru Menjabat Kepala Kanwil, Pejabat DJBC Kena OTT KPK

Dalam unggahan media sosial, Raffi memperingatkan pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dianggap tidak sesuai fakta.

Hotman Paris juga menegaskan penyebaran informasi keliru atau hoaks dapat berujung pada tuntutan pencemaran nama baik.

KPK Masih Dalami Fakta Persidangan

Hingga saat ini, KPK masih mendalami fakta-fakta yang muncul selama proses persidangan berlangsung.

Belum ada pernyataan resmi dari KPK yang menyebut Raffi Ahmad sebagai tersangka ataupun pihak yang terlibat langsung dalam dugaan suap Bea Cukai tersebut.

FAQ

Mengapa nama Raffi Ahmad disebut dalam kasus Bea Cukai?

Nama Raffi Ahmad muncul dalam persidangan terkait penitipan barang elektronik dari Amerika Serikat melalui Blueray Cargo.

Apakah Raffi Ahmad menjadi tersangka?

Tidak. Hingga saat ini KPK belum menetapkan Raffi Ahmad sebagai tersangka.

Apa respons Raffi Ahmad?

Raffi Ahmad membantah semua tuduhan dan menyatakan tidak pernah melakukan transaksi terkait kasus tersebut.

Siapa pengacara Raffi Ahmad?

Raffi Ahmad menggandeng pengacara Hotman Paris untuk menghadapi polemik yang berkembang.

Apa kasus utama yang sedang diusut KPK?

KPK sedang mengusut dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan nilai suap mencapai puluhan miliar rupiah.

Berita Terkait

108 Penerbangan dari dan ke Bali Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 13.000 Penumpang Kena Imbas
Daftar 8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Cek Penerbangan Hari Ini
5 Direktur Baru Bank BTN 2026, Ada Eks Pejabat WIKA dan yang Termuda 43 Tahun
KAI Group Buka Rekrutmen 2026 untuk Lulusan SMA-S1, Ini Cara Daftar
Abu Gunung Anak Krakatau Mulai Menyebar ke Pringsewu, Warga Diminta Pakai Masker
DPR Setujui Anggaran Kementerian PU 2027 Rp114,59 Triliun, Fokus Jalan, Irigasi hingga Air Bersih
Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
9 Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU, Bakal Tentukan Ketum PBNU
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:00 WIB

108 Penerbangan dari dan ke Bali Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 13.000 Penumpang Kena Imbas

Minggu, 6 September 2026 - 23:30 WIB

Daftar 8 Bandara Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Cek Penerbangan Hari Ini

Minggu, 6 September 2026 - 10:00 WIB

5 Direktur Baru Bank BTN 2026, Ada Eks Pejabat WIKA dan yang Termuda 43 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 08:00 WIB

KAI Group Buka Rekrutmen 2026 untuk Lulusan SMA-S1, Ini Cara Daftar

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Mulai Menyebar ke Pringsewu, Warga Diminta Pakai Masker

Berita Terbaru