Gejala Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan dan Cara Pencegahannya, Jangan Tunggu Terlambat!

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Penyakit gagal ginjal menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa kerusakan ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, pasien baru mengetahui kondisinya ketika fungsi ginjal sudah menurun drastis dan membutuhkan perawatan intensif, bahkan cuci darah.

Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah. Organ ini juga membantu menjaga keseimbangan elektrolit, tekanan darah, serta produksi sel darah merah. Ketika fungsi ginjal terganggu, berbagai sistem tubuh dapat ikut terdampak dan menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Salah satu gejala gagal ginjal yang sering diabaikan adalah tubuh mudah lelah meski tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini terjadi karena ginjal yang rusak tidak mampu memproduksi hormon eritropoietin secara optimal sehingga jumlah sel darah merah menurun. Akibatnya, penderita merasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan cepat mengantuk sepanjang hari.

Gejala lain yang kerap dianggap sepele adalah pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tangan, atau wajah. Pembengkakan terjadi akibat penumpukan cairan karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga :  Studi Baru Ungkap Virus Epstein-Barr Diduga Pemicu Utama Lupus

Perubahan pola buang air kecil juga perlu diwaspadai. Beberapa orang mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil pada malam hari, sementara yang lain justru mengalami penurunan volume urine. Warna urine yang lebih gelap, berbusa, atau bercampur darah juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada ginjal.

Selain itu, rasa mual, muntah, hilang nafsu makan, kulit gatal, dan sesak napas juga dapat muncul ketika limbah metabolisme menumpuk dalam darah. Banyak penderita menganggap gejala tersebut hanya akibat kelelahan atau gangguan pencernaan biasa sehingga terlambat mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Untuk mencegah gagal ginjal, masyarakat dianjurkan menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, serta mengurangi konsumsi garam berlebihan. Mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah juga sangat penting karena hipertensi dan diabetes merupakan penyebab utama gagal ginjal kronis.

Olahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, menghindari merokok, serta tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dokter juga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala, terutama bagi penderita diabetes, hipertensi, atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini sebelum berkembang menjadi gagal ginjal yang lebih serius.

Baca Juga :  Biaya Cuci Darah 2026 Terbaru: Berapa Tarif Hemodialisis di Indonesia? Simak Rincian Biaya, BPJS, dan Cara Mendapatkan Layanan

FAQ

Apa tanda awal gagal ginjal?
Mudah lelah, pembengkakan pada kaki, perubahan pola buang air kecil, dan tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol.

Apakah gagal ginjal bisa dicegah?
Ya. Menjaga pola makan sehat, mengontrol gula darah dan tekanan darah, serta rutin berolahraga dapat membantu mencegah kerusakan ginjal.

Siapa yang berisiko terkena gagal ginjal?
Penderita diabetes, hipertensi, obesitas, perokok, dan mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

Berapa banyak air yang sebaiknya diminum setiap hari?
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, namun umumnya sekitar 2 liter per hari untuk orang dewasa sehat.

Kapan harus memeriksakan ginjal ke dokter?
Jika mengalami pembengkakan yang tidak jelas penyebabnya, perubahan urine, atau kelelahan berkepanjangan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

CT-Scan Segera Hadir di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Warga Sungai Penuh dan Kerinci Dapat Kabar Baik
Gula Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal, Ini Tanda Awal yang Sering Tidak Disadari
Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan
Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya
BPJS Kesehatan 2026: Biaya yang Ditanggung, Cara Klaim, Syarat dan Prosedur Terbaru
Obat Hipertensi yang Ditanggung BPJS 2026: Ini Daftar dan Cara Mendapatkannya
Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu
Kota Sungai Penuh Bangun Gedung KJSU-KIA Senilai Rp14,2 Miliar di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Layanan Jantung hingga NICU Makin Lengkap
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:00 WIB

CT-Scan Segera Hadir di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Warga Sungai Penuh dan Kerinci Dapat Kabar Baik

Rabu, 2 September 2026 - 21:01 WIB

Gula Darah Tinggi Bisa Merusak Ginjal, Ini Tanda Awal yang Sering Tidak Disadari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:08 WIB

Kabut Asap Kebakaran Hutan Menyebabkan Penyakit Apa? Kenali 8 Dampak Berbahaya bagi Kesehatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Biaya MRI 2026: Apakah Ditanggung BPJS? Cek Syarat dan Prosedurnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:00 WIB

BPJS Kesehatan 2026: Biaya yang Ditanggung, Cara Klaim, Syarat dan Prosedur Terbaru

Berita Terbaru