Kota Sungai Penuh Raih WTP ke-14 dari BPK RI, Bukti Tata Kelola APBD dan Transparansi Keuangan Daerah Makin Kuat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Walikota Sungai Penuh Alfin ( kanan) saat menerima WTP dari BPK RI perwakilan Jambi

Foto : Walikota Sungai Penuh Alfin ( kanan) saat menerima WTP dari BPK RI perwakilan Jambi

JAMBI – Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali mencatat capaian penting dalam pengelolaan keuangan publik setelah berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Prestasi ini menjadi Opini WTP ke-14 yang diraih Kota Sungai Penuh dan ke-12 kali secara berturut-turut.

Raihan opini WTP menjadi indikator penting dalam sistem pengelolaan anggaran daerah. Predikat tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan pemerintah telah disusun sesuai standar akuntansi pemerintahan, memiliki sistem pengendalian internal yang memadai, serta mematuhi berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi pada Selasa (2/6/2026). Wali Kota Sungai Penuh Alfin hadir langsung didampingi Sekretaris Daerah Alpian, pimpinan DPRD, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi, Muhamad Toha Arafat, menyerahkan dokumen hasil pemeriksaan kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh sebagai bentuk evaluasi atas pengelolaan keuangan daerah selama tahun anggaran berjalan.

Baca Juga :  Hearing Soal Kenaikan Tarif Travel Berlangsung Sengit, Ini Fakta yang Terungkap

Wali Kota Alfin menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam menjaga akuntabilitas anggaran, efektivitas belanja publik, serta transparansi penggunaan dana pembangunan yang bersumber dari APBD.

Menurutnya, opini WTP tidak hanya menjadi simbol keberhasilan administrasi keuangan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Pengelolaan keuangan yang sehat dinilai menjadi fondasi utama dalam menarik kepercayaan publik dan mendukung percepatan pembangunan daerah.

Ke depan, Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen meningkatkan kualitas perencanaan anggaran, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan setiap program pembangunan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan efisiensi belanja daerah dan memperkuat kualitas pelayanan publik.

Baca Juga :  DPRD Sungai Penuh Mulai Bahas LKPJ 2025, Soroti Kinerja dan Anggaran

Dengan keberhasilan mempertahankan WTP ke-14, Kota Sungai Penuh semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola keuangan yang baik di Provinsi Jambi. Capaian ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, investor, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan terhadap pengelolaan keuangan daerah yang profesional dan transparan.

FAQ :
Apa itu Opini WTP dari BPK RI?
Opini WTP adalah penilaian tertinggi dari BPK yang menunjukkan laporan keuangan pemerintah telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi.
Mengapa Opini WTP penting bagi daerah?
Karena mencerminkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pengelolaan anggaran pemerintah daerah.
Berapa kali Kota Sungai Penuh meraih WTP?
Hingga tahun 2026, Kota Sungai Penuh telah meraih Opini WTP sebanyak 14 kali dan 12 kali berturut-turut.
Apa manfaat WTP bagi masyarakat?
WTP meningkatkan kepercayaan publik terhadap penggunaan APBD dan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

(Fyo)

Berita Terkait

Wako Alfin Lantik Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan 2026-2030, Fokus Tingkatkan Layanan Air Bersih dan Tata Kelola
Hindari Kebocoran PAD, DPRD Sarankan Pemkot Sungai Penuh Gunakan EDC dan Virtual Account untuk Retribusi
Pemkot Sungai Penuh Pungut Biaya Kebersihan Rp45 Ribu per Bulan, Pedagang Harap Layanan Pengangkutan Sampah Makin Optimal
Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg
Walikota Sungai Penuh Alfin Segera Pilih Dewas PDAM Tirta Khayangan 2026–2030
Harga LPG 3 Kg di Sungai Penuh Tembus Rp40 Ribu, Ibu Rumah Tangga Mengeluh Beban Hidup Makin Berat
Masjid Raya Sungai Penuh Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Ini Kabar Dari Walikota Sungai Penuh Alfin Bakar
Jaringan Telkomsel Sungai Penuh dan Kerinci Terputus Sejak Sore, Ini Penyebabnya
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:35 WIB

Kota Sungai Penuh Raih WTP ke-14 dari BPK RI, Bukti Tata Kelola APBD dan Transparansi Keuangan Daerah Makin Kuat

Senin, 1 Juni 2026 - 11:57 WIB

Wako Alfin Lantik Dewan Pengawas PDAM Tirta Khayangan 2026-2030, Fokus Tingkatkan Layanan Air Bersih dan Tata Kelola

Senin, 1 Juni 2026 - 09:08 WIB

Hindari Kebocoran PAD, DPRD Sarankan Pemkot Sungai Penuh Gunakan EDC dan Virtual Account untuk Retribusi

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:52 WIB

Pemkot Sungai Penuh Pungut Biaya Kebersihan Rp45 Ribu per Bulan, Pedagang Harap Layanan Pengangkutan Sampah Makin Optimal

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:00 WIB

Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg

Berita Terbaru