Harga Pertamax Berpotensi Turun Agustus 2026? Bahlil Buka Peluang, Ini Syarat dan Perkiraan Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kabar baik bagi pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Pemerintah membuka peluang penurunan harga Pertamax pada Agustus 2026 apabila tren harga minyak dunia terus mengalami pelemahan. Sinyal tersebut disampaikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026).

Bahlil menjelaskan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax. Pembahasan akan dilakukan bersama PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia BBM lainnya. Menurutnya, apabila harga minyak dunia terus menurun, maka harga jual kepada masyarakat juga akan disesuaikan mengikuti perkembangan tersebut.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan besaran maupun tanggal pasti penurunan harga Pertamax. Sebab, harga BBM masih bergantung pada pergerakan Indonesian Crude Price (ICP) yang dalam beberapa pekan terakhir bergerak cukup fluktuatif. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah memilih mengambil kebijakan yang seimbang agar tidak merugikan konsumen maupun pelaku usaha di sektor energi.

Bahlil menegaskan penyesuaian harga harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat pengguna BBM nonsubsidi sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan migas. Pemerintah ingin harga BBM tetap kompetitif tanpa mengganggu stabilitas pasokan energi nasional.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 30 September 2026 Melemah 0,83 Persen, GOTO hingga MEDC Tertekan

Selain membahas harga BBM, Bahlil juga melaporkan kondisi stok energi nasional kepada Presiden Prabowo. Ia memastikan cadangan BBM nasional saat ini berada di atas standar minimum. Pemerintah juga telah mengamankan pasokan minyak mentah melalui kerja sama dengan sejumlah negara sehingga kebutuhan energi dipastikan aman hingga akhir tahun 2026.

Kabar lainnya, pemerintah memastikan tidak ada rencana kenaikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite maupun Solar subsidi. Bahkan, apabila tren harga minyak dunia terus melemah, beberapa jenis BBM nonsubsidi lainnya juga berpotensi mengalami penyesuaian harga dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, Pertamina terakhir melakukan penyesuaian harga BBM pada 1 Juli 2026. Saat itu harga Pertamax tetap bertahan di Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter, Dexlite turun dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter, dan Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.

Analis energi menilai peluang penurunan harga Pertamax cukup terbuka apabila harga minyak mentah global tetap berada dalam tren turun dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS stabil. Namun apabila terjadi lonjakan harga minyak akibat faktor geopolitik atau gangguan pasokan global, maka evaluasi harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga :  ESDM Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran

Bagi masyarakat, penurunan harga Pertamax tentu akan mengurangi biaya transportasi harian, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha yang mengandalkan BBM nonsubsidi. Selain itu, harga BBM yang lebih rendah juga berpotensi membantu menekan biaya distribusi barang sehingga ikut mendukung stabilitas inflasi nasional.

FAQ Harga Pertamax Agustus 2026

Apakah harga Pertamax akan turun pada Agustus 2026?

Pemerintah membuka peluang penurunan harga apabila harga minyak dunia terus melemah. Namun keputusan final masih menunggu hasil evaluasi.

Berapa harga Pertamax saat ini?

Saat ini harga Pertamax masih berada di kisaran Rp16.250 per liter.

Mengapa harga Pertamax bisa turun?

Harga Pertamax mengikuti formula yang dipengaruhi harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan biaya distribusi.

Apakah Pertalite ikut turun?

Belum. Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan, sementara penurunan masih difokuskan pada BBM nonsubsidi.

Kapan pengumuman resmi harga BBM terbaru?

Biasanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi diumumkan menjelang atau pada awal bulan setelah evaluasi pemerintah dan badan usaha penyedia BBM. (Tim)

Berita Terkait

Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram
Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya
IHSG Berpotensi Naik 18,6% Jika Saham HSC Dikeluarkan, Ini Penjelasan BEI
Pasar Global Bergejolak, Minyak di Atas US$100 dan Rupiah Tertekan Isu MSCI
BPR Terancam Kalah dari Pinjol? OJK Siapkan Strategi Baru, Kredit UMKM Jadi Kunci
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:03 WIB

IHSG Berpotensi Naik 18,6% Jika Saham HSC Dikeluarkan, Ini Penjelasan BEI

Berita Terbaru