Tim Film Pesta Babi Respons Sikap Mama Yasinta

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PILIHAN-Tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi merespons perubahan sikap tokoh masyarakat adat Marind-Anim, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Yasinta, yang belakangan menyampaikan keberatan atas kemunculannya dalam film tersebut.

Direktur LBH Papua Merauke, Johnny Teddy Wakum, mengatakan pihaknya menghormati sikap Mama Yasinta dan meminta masyarakat tidak menyudutkan tokoh perempuan adat tersebut.

“Kami tim kolaborasi film ‘Pesta Babi’ menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau,” ujar Johnny, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Johnny, Yasinta merupakan tokoh perempuan adat Malind yang telah lama memperjuangkan hak masyarakat adat di Merauke, jauh sebelum proses produksi film dokumenter Pesta Babi dilakukan.

Mama Yasinta diketahui pernah menerima penghargaan S.K. Trimurti Award 2025 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) atas perjuangannya mempertahankan tanah ulayat masyarakat adat dari proyek food estate.

Baca Juga :  Chromebook Diklaim Tak Rugikan Negara, Ini Hitungan Versi Kubu Nadiem

Johnny mengungkapkan hingga kini tim film masih berupaya menjalin komunikasi langsung dengan Yasinta untuk menyelesaikan persoalan yang muncul.

“Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya,” katanya.

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Sebelumnya, Mama Yasinta melaporkan Johnny Teddy Wakum ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran data pribadi dan penggunaan identitas tanpa izin dalam tayangan film dokumenter tersebut.

Laporan itu menggunakan dugaan Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Dalam film Pesta Babi, Yasinta digambarkan sebagai petani di Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang menolak proyek pangan dan energi pemerintah di wilayahnya.

Baca Juga :  Kronologi Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Dugaan Ijazah Jokowi

Film dokumenter tersebut mengangkat isu mengenai masyarakat Papua yang merasa ruang hidup, tanah, dan hutan mereka perlahan beralih fungsi akibat proyek pembangunan dan ketahanan pangan nasional.

Sutradara film, Dhandy Laksono, dalam dokumenter itu menyebut terdapat pembukaan sekitar 2,5 juta hektare hutan untuk pengembangan sawit, tebu, padi, dan peternakan.

Film Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan Watchdoc.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut perlindungan data pribadi, kebebasan berekspresi, serta isu hak masyarakat adat di Papua.

Berita Terkait

DPR Setujui Anggaran Kementerian PU 2027 Rp114,59 Triliun, Fokus Jalan, Irigasi hingga Air Bersih
Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
9 Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU, Bakal Tentukan Ketum PBNU
Hasil Voting Muktamar NU: Pemilihan Ketum PBNU Beralih ke Mekanisme AHWA
Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai
Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:00 WIB

DPR Setujui Anggaran Kementerian PU 2027 Rp114,59 Triliun, Fokus Jalan, Irigasi hingga Air Bersih

Selasa, 1 September 2026 - 18:10 WIB

Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

9 Kiai Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar NU, Bakal Tentukan Ketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hasil Voting Muktamar NU: Pemilihan Ketum PBNU Beralih ke Mekanisme AHWA

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai

Berita Terbaru