Menjajal Belanja di Koperasi Merah Putih Jakarta, Sepi Pengunjung dan Mirip Ritel Modern

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Koperasi Kelurahan Merah Putih yang berada di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih terlihat sepi pengunjung meski berdiri di lokasi strategis dekat Blok M Hub.

Gerai koperasi yang menjadi bagian dari program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto itu tampak seperti toko kelontong atau ritel modern biasa dengan ukuran sekitar 5×5 meter persegi.

Di bagian depan toko, plang merah putih serta foto Presiden Prabowo terpampang jelas. Sejumlah logo instansi dan BUMN seperti Pemprov DKI Jakarta, PT Pertamina, Perum Bulog, PT Telkom Indonesia, hingga Perumda Dharma Jaya juga terlihat mendukung keberadaan koperasi tersebut.


Produk yang Dijual Mirip Minimarket Modern

Isi gerai didominasi produk kebutuhan sehari-hari seperti makanan ringan, minuman kemasan, beras, minyak goreng, hingga produk beku.

Rak-rak di dalam toko berisi produk konsumsi umum yang lazim ditemukan di minimarket modern. Sementara produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal justru minim ditemukan.

Padahal, banyak pihak berharap program koperasi Merah Putih dapat menjadi saluran distribusi utama produk UMKM dan ekonomi rakyat.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS Hari Ini 6 Mei 2026, Prabowo Keluarkan Instruksi Khusus ke BI dan Kemenkeu

Beberapa produk yang dijual antara lain:

  • LPG 3 kilogram seharga Rp20 ribu
  • LPG 12 kilogram Rp220 ribu
  • Beras 5 kilogram Rp76.500
  • Minyak goreng 1 liter Rp23 ribu
  • Nugget ayam 500 gram Rp29 ribu
  • Daging giling 500 gram Rp36 ribu

Selain berjualan kebutuhan pokok, koperasi juga menyediakan layanan Mandiri Agen seperti transfer bank, setor tunai, top up dompet digital, hingga pembayaran token listrik.


Sepi Pengunjung Meski Berada di Lokasi Strategis

Meski berada di kawasan ramai, suasana toko terlihat lengang. Selama sekitar 45 menit pengamatan, hanya satu orang datang ke lokasi dan itu pun hanya ingin menukar uang pecahan.

Salah satu penjaga kasir mengakui koperasi tersebut memang belum ramai pengunjung sejak mulai beroperasi pada Juli 2025.

“Di sini enggak terlalu ramai [pengunjung] sih, mungkin karena orang-orang ke sini bukan buat belanja di koperasi, tapi ke kios lain,” ujar pegawai koperasi.

Ia juga menyebut keberadaan ritel modern di sekitar kawasan Blok M menjadi salah satu faktor masyarakat lebih memilih berbelanja di tempat lain.

Baca Juga :  Cara Investasi Emas Digital Mulai Rp100 dengan Aman

Gaji Pegawai Bergantung pada Pendapatan Toko

Pegawai koperasi mengungkapkan bahwa penghasilannya tidak tetap dan bergantung pada pemasukan gerai setiap bulan.

“Kalau dikit penghasilannya, ya [upah] mengikuti,” katanya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah ada anggaran khusus dari pemerintah pusat untuk mendukung operasional koperasi maupun kesejahteraan pegawai.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan model bisnis koperasi Merah Putih yang saat ini dinilai belum memiliki pembeda kuat dibanding minimarket swasta.


Harapan Jadi Penopang UMKM Belum Terlihat

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebelumnya digadang-gadang menjadi pusat distribusi produk lokal dan penggerak ekonomi masyarakat.

Namun, berdasarkan kondisi lapangan, peran tersebut dinilai belum maksimal karena produk UMKM lokal belum mendominasi rak penjualan.

Selain itu, minimnya aktivitas belanja membuat koperasi masih menghadapi tantangan besar untuk bersaing dengan jaringan ritel modern yang lebih mapan dan memiliki basis pelanggan tetap.

Berita Terkait

Efisiensi Anggaran, BGN Stop Paket Makanan MBG untuk Hari Libur
Kapan Bank Buka Setelah Libur Iduladha 2026? Cek Jadwal BCA, BNI hingga CIMB Niaga
High Yield Savings Account Becomes One of the Hottest Financial Trends in 2026
Talenta AI Digaji Rp1 Triliun, Bos Danantara Bongkar Persaingan AI Global
7 Earphone Open-Ear Terbaik 2026 untuk Lari dan Bersepeda, Harga Ramah Kantong
Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya
97 Persen Penjual Online Indonesia UMKM, Mendag Siapkan Pengawasan Ketat Marketplace
WhatsApp Kini Jadi Penentu Cuan Bisnis Online, Pelanggan Kabur Jika Chat Tak Dibalas 5 Menit
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:00 WIB

Menjajal Belanja di Koperasi Merah Putih Jakarta, Sepi Pengunjung dan Mirip Ritel Modern

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:00 WIB

Efisiensi Anggaran, BGN Stop Paket Makanan MBG untuk Hari Libur

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:02 WIB

Kapan Bank Buka Setelah Libur Iduladha 2026? Cek Jadwal BCA, BNI hingga CIMB Niaga

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:00 WIB

High Yield Savings Account Becomes One of the Hottest Financial Trends in 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:30 WIB

Talenta AI Digaji Rp1 Triliun, Bos Danantara Bongkar Persaingan AI Global

Berita Terbaru