TEKNOLOGI-Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengungkap Indonesia memiliki cadangan zirkon yang sangat besar dan menyimpan berbagai mineral kritis yang dibutuhkan industri teknologi global.
Mineral tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung industri strategis seperti pesawat tempur, kendaraan listrik, turbin angin, hingga teknologi nuklir. Namun hingga kini, potensi hilirisasi mineral tersebut disebut belum dimanfaatkan secara optimal di dalam negeri.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Herry Poernomo, mengatakan pasir zirkon dari sejumlah wilayah Indonesia mengandung berbagai mineral strategis selain zirkonium.
“Semua unsur ini adalah komoditas kritis yang sangat dibutuhkan industri teknologi tinggi global,” ujar Herry.
Kandungan Mineral Strategis Sangat Besar
Hasil penelitian BRIN menemukan pasir zirkon di delapan wilayah Indonesia mengandung:
- Titanium
- Unsur tanah jarang ringan (LREE)
- Unsur tanah jarang berat (HREE)
- Uranium
- Torium
BRIN mencatat kandungan titanium oksida tertinggi mencapai 38,58 persen ditemukan pada pasir zirkon asal Ketapang.
Sementara itu, kandungan total oksida tanah jarang mencapai 11,27 persen ditemukan pada sampel zirkon asal Bangka.
Menurut BRIN, temuan tersebut menunjukkan Indonesia memiliki fondasi kuat untuk membangun industri pemurnian titanium dan tanah jarang di dalam negeri.
Digunakan untuk Mobil Listrik hingga Pesawat Tempur
Titanium dikenal sebagai logam ringan dengan kekuatan tinggi yang digunakan dalam industri dirgantara, kapal selam, dan alat medis.
Sedangkan unsur tanah jarang menjadi bahan baku penting dalam:
- Magnet permanen kendaraan listrik
- Turbin angin
- Komponen otomotif
- Pesawat terbang
- Perangkat komunikasi modern
BRIN menyebut selama ini mineral-mineral tersebut masih ikut terbawa dalam ekspor pasir zirkon mentah sehingga nilai tambahnya belum maksimal dinikmati Indonesia.
“Dengan teknologi yang tepat, kita bisa memisahkan dan memurnikan semuanya di dalam negeri. Nilai tambahnya bisa puluhan bahkan ratusan kali lipat,” kata Herry.
Indonesia Produsen Zirkon Terbesar Dunia
Indonesia saat ini berada di peringkat empat hingga lima dunia sebagai penghasil zirkon terbesar.
Meski demikian, BRIN menilai posisi tersebut belum cukup apabila Indonesia belum menguasai teknologi pengolahan mineral secara mandiri.
Sekitar 54 persen produk turunan zirkon digunakan untuk industri keramik berkualitas tinggi seperti lantai dan perlengkapan kamar mandi.
Selain itu:
- 14 persen digunakan untuk industri pengecoran logam
- 13 persen untuk bahan tahan api
- 12 persen untuk bahan antiperspiran, tekstil anti air, dan komponen reaktor nuklir
- Sisanya untuk industri amplas dan abrasif
BRIN Dorong Hilirisasi dan Teknologi Lokal
Kepala Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fajar Nurjaman, mengatakan BRIN kini tengah mengembangkan teknologi pengolahan zirkon yang lebih modern dan efisien.
Zirkon juga dinilai berpotensi menjadi material penting untuk pengembangan teknologi sel surya dan material maju lainnya.
BRIN menegaskan hilirisasi mineral bukan hanya soal peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri nasional dan mengurangi ketergantungan impor teknologi asing.
“Kini saatnya Indonesia membangun ekosistem industri mineral yang berdaulat, aman bagi lingkungan, dan berdaya saing global,” ujar Fajar.









