Kerinci-Musim panen raya kopi robusta mulai disambut antusias para petani di Kabupaten Kerinci. Daerah yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi robusta unggulan di Indonesia itu kembali memasuki masa panen dengan kualitas biji kopi yang disebut semakin diminati pasar domestik hingga ekspor.
Panen raya tahun ini menjadi kabar baik bagi petani karena tren harga kopi robusta dinilai masih stabil dan menguntungkan. Untuk kategori green bean asalan, harga pasar saat ini disebut berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat semangat petani meningkat setelah sebelumnya harga komoditas perkebunan sempat berfluktuasi.
Bupati Monadi mengatakan panen raya robusta di Kerinci diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai penghasil kopi berkualitas nasional. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri panen raya di Desa Tamiai, Kerinci.
“Iya, kopi robusta Kerinci masuk panen raya. Semoga harganya terus membaik dan menguntungkan petani,” ujar Bupati Kerinci saat melakukan panen raya di Desa Tamiai.
Petani biasanya melakukan pemetikan kopi robusta selama 4 hingga 5 bulan dengan interval panen setiap 10 sampai 14 hari. Dalam satu tahun, kopi robusta umumnya dipanen dua kali tergantung kondisi cuaca dan tingkat produktivitas tanaman di kebun masing-masing.
Untuk menjaga kualitas biji kopi, petani dianjurkan hanya memetik buah kopi yang sudah berwarna merah merata atau dikenal sebagai ceri merah. Buah yang masih hijau maupun terlalu matang biasanya dihindari karena dapat memengaruhi kualitas rasa serta nilai jual kopi di pasar ekspor maupun lokal.
Kopi robusta Kerinci selama ini dikenal memiliki karakter rasa kuat dengan aroma khas dataran tinggi. Tak heran jika permintaan dari pasar luar daerah hingga mancanegara terus meningkat. Selain dijual dalam bentuk biji mentah, sebagian hasil panen juga mulai diolah menjadi produk kopi premium bernilai tambah tinggi.
Panen raya kopi robusta juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Aktivitas perdagangan hasil panen, jasa pengangkutan, hingga pengolahan pascapanen mulai meningkat seiring tingginya produksi kopi pada musim ini. Petani berharap harga kopi global tetap stabil agar keuntungan yang diperoleh bisa lebih maksimal hingga akhir masa panen.
FAQ
Kapan masa panen kopi robusta di Kerinci?
Masa panen kopi robusta berlangsung sekitar 4–5 bulan dengan frekuensi pemetikan setiap 10–14 hari.
Berapa harga kopi robusta Kerinci saat ini?
Harga green bean asalan kopi robusta saat ini berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram.
Bagaimana ciri kopi robusta yang siap dipanen?
Buah kopi yang siap dipanen memiliki warna merah merata atau disebut ceri merah.
Mengapa kopi robusta Kerinci terkenal?
Kopi robusta Kerinci dikenal memiliki cita rasa kuat, aroma khas dataran tinggi, dan kualitas yang diminati pasar ekspor.
Apakah kopi robusta Kerinci sudah diekspor?
Ya, kopi robusta asal Kerinci telah dipasarkan hingga ke luar negeri dan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.









