Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin, 20 April 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 0,52% atau 39,89 poin ke level 7.594,11. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan global yang meningkat dan aksi jual pada saham-saham unggulan.
Sejak awal perdagangan, IHSG sebenarnya sempat bergerak positif dan menyentuh level tertinggi di 7.692,14. Namun, tekanan jual yang semakin kuat membuat indeks berbalik arah dan bertahan di zona merah hingga penutupan. Sentimen pasar terlihat masih belum stabil.
Secara keseluruhan, hanya 247 saham yang berhasil menguat. Sebaliknya, sebanyak 424 saham terkoreksi dan 148 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp13.559 triliun, mencerminkan tekanan yang cukup luas di pasar saham.
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penyebab utama pelemahan IHSG hari ini. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turun 2,41%, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 2,02%, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) terkoreksi 1,96%. Penurunan ini langsung menyeret indeks ke zona negatif.
Meski demikian, beberapa saham perbankan masih menunjukkan ketahanan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 0,78%, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 0,29%. Kenaikan ini sedikit menahan penurunan IHSG agar tidak lebih dalam.
Di sisi lain, saham lapis dua justru mencuri perhatian. PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) melonjak 34,97%, diikuti PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) yang naik 34,88%. Lonjakan ini menunjukkan adanya pergeseran minat investor ke saham berisiko tinggi.
Analis menilai tekanan IHSG dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipengaruhi ketegangan geopolitik. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati dan memilih untuk melakukan aksi profit taking.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam rentang terbatas di kisaran 7.600 hingga 7.700. Investor disarankan mencermati sentimen global dan pergerakan harga komoditas sebelum mengambil keputusan investasi.









