Dana Gereja Rp28 M Digelapkan, BNI Pastikan Bukan Produk Resmi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Bank Negara Indonesia (BNI) menegaskan bahwa kasus penggelapan dana jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara senilai Rp28 miliar dilakukan oleh oknum pegawai dan tidak terkait dengan produk resmi perbankan.

Pihak BNI menyebut investasi yang ditawarkan pelaku berupa “Deposito Investment” tidak tercatat dalam sistem operasional bank dan dilakukan di luar prosedur resmi.

Direktur Human Capital & Compliance BNI, Munadi Herlambang, menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran individu yang berada di luar kewenangan perusahaan.

“Peristiwa ini merupakan tindakan oknum individu yang melakukan transaksi di luar sistem resmi perbankan dan produk yang digunakan bukan merupakan produk resmi BNI,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (19/4/2026).

Dana Rp28 Miliar Dipastikan Dikembalikan

BNI memastikan akan mengembalikan dana nasabah sesuai hasil penyidikan aparat penegak hukum. Berdasarkan informasi yang diterima, total dana yang digelapkan mencapai sekitar Rp28 miliar.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Sungaipenuh Telan Rp 46,8 Miliar, Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Munadi menjelaskan, proses pengembalian dana dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, BNI telah mengembalikan sebagian dana sebesar Rp7 miliar kepada pihak yang dirugikan.

“Sisanya akan kami selesaikan dalam waktu dekat, sesuai proses hukum dan verifikasi yang sedang berjalan,” katanya.

Kasus ini sendiri terungkap pada Februari 2026 melalui hasil pengawasan internal BNI. Saat ini, pelaku yang merupakan mantan Kepala Kas BNI KCP Aek Nabara telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum.

Imbauan Waspada Investasi Ilegal

Sementara itu, Direktur Network & Retail Funding BNI, Rian Eriana Kaslan, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai penawaran investasi yang tidak melalui jalur resmi.

Ia menegaskan pentingnya memastikan legalitas produk keuangan sebelum melakukan transaksi, terutama jika terdapat iming-iming keuntungan tinggi yang tidak wajar.

Baca Juga :  Perbandingan KPR 2026: Bunga Murah vs Cicilan Tetap, Pilih Bank Mana Paling Untung?

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan setiap transaksi dilakukan melalui kanal resmi perbankan,” ujarnya.

BNI juga mengimbau nasabah untuk melakukan pengecekan melalui layanan resmi seperti kantor cabang, situs web resmi, atau layanan pelanggan guna memastikan keabsahan produk yang ditawarkan.

Komitmen Jaga Kepercayaan Nasabah

BNI menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat sebagai lembaga keuangan yang telah beroperasi sejak 1946. Bank pelat merah ini juga menyatakan akan bertanggung jawab menyelesaikan persoalan yang merugikan nasabah.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih selektif dalam memilih produk investasi dan tidak mudah tergiur dengan tawaran di luar sistem resmi perbankan.

Berita Terkait

Syarat BLT Kesra Rp900.000 2026, Cek Desil dan Status Penerima
Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel
Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk
Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK
Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB
Morgan Stanley Genggam 7,59 Persen Saham GOTO Setelah Tambah 21,92 Miliar Saham
Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu
Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas PPh, Ini Penjelasannya
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:00 WIB

Syarat BLT Kesra Rp900.000 2026, Cek Desil dan Status Penerima

Sabtu, 12 September 2026 - 16:07 WIB

Blibli Buka Bisnis Baru untuk Pedagang, Jualan Online hingga Offline Jadi Lebih Simpel

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Cari Ide Bisnis? Ini 7 Usaha yang Bisa Dilirik Saat Kualitas Udara Memburuk

Jumat, 11 September 2026 - 06:00 WIB

Cara Cek Bansos Beras 30 Kg September 2026 lewat HP dan NIK

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WIB

Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB

Berita Terbaru

Otomotif

Yamaha Belum Terburu-buru Jual Motor Listrik, Ini Alasannya

Minggu, 13 Sep 2026 - 17:30 WIB