Jakarta-Perkembangan suku bunga deposito di Indonesia kembali menjadi perhatian pada akhir April 2026. Empat bank besar nasional, yakni Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri, masih mempertahankan tren bunga yang relatif stabil dibandingkan awal tahun. Kondisi ini mencerminkan kebijakan suku bunga yang cenderung konservatif di tengah dinamika ekonomi global.
Data terbaru per 29 April 2026 menunjukkan bahwa bunga deposito di bank besar berada pada kisaran 2,25% hingga 3,00% per tahun. Angka ini masih berada di bawah tingkat penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga tetap aman bagi nasabah. Namun, dibandingkan bank digital yang agresif, bunga bank konvensional terlihat lebih rendah.
Pada Bank Central Asia (BCA), bunga deposito untuk tenor 1 dan 3 bulan berada di kisaran 2,75%, sementara tenor 6 hingga 12 bulan mencapai sekitar 3,00%. BCA dikenal menawarkan fleksibilitas serta potensi bunga lebih tinggi untuk nasabah dengan dana besar atau tier tertentu, menjadikannya pilihan utama investor konservatif dengan modal tinggi.
Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat bunga tertinggi di tenor 6 bulan sebesar 2,75%. Untuk tenor 1 bulan berada di 2,25% dan 3 bulan di 2,50%. Strategi ini membuat BNI cocok bagi nasabah yang mencari keseimbangan antara likuiditas dan imbal hasil dalam jangka menengah.
Berbeda dengan dua bank sebelumnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) justru unggul di tenor pendek. Bunga deposito 1 hingga 3 bulan berada di sekitar 3,00%, tertinggi di antara bank besar lainnya. Namun, bunga cenderung menurun untuk tenor lebih panjang, yakni 2,75% untuk 6 bulan dan sekitar 2,50% untuk 12 bulan.
Adapun Bank Mandiri menawarkan bunga yang lebih stabil dan konservatif. Suku bunga deposito 1 hingga 3 bulan berada di 2,25%, sementara tenor 6 hingga 12 bulan sekitar 2,50%. Skema ini cocok untuk nasabah yang mengutamakan kestabilan dibandingkan imbal hasil maksimal.
Jika dibandingkan secara keseluruhan, BRI menjadi pilihan terbaik untuk deposito jangka pendek, sementara BCA unggul untuk fleksibilitas dan dana besar. BNI cocok untuk strategi tengah dengan tenor 6 bulan, sedangkan Mandiri tetap menjadi opsi aman bagi investor konservatif.
Tren suku bunga deposito sepanjang 2026 diperkirakan masih akan bergerak stabil dengan kecenderungan sedikit menurun. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga acuan serta persaingan dari bank digital yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.









