Cara Mengatur Gaji Bulanan agar Tidak Habis di Tengah Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist/net

Foto : Ist/net

KAYONEWS-Mengatur gaji bulanan dengan baik menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya biaya hidup. Tanpa perencanaan yang jelas, gaji sering kali habis sebelum akhir bulan. Karena itu, banyak pakar keuangan menyarankan setiap pekerja untuk memiliki sistem pengelolaan gaji yang disiplin dan terukur.

Salah satu metode yang paling banyak digunakan adalah pembagian anggaran berbasis persentase, seperti metode 50/30/20. Dalam metode ini, 50 persen gaji dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan atau gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan serta investasi. Skema ini dinilai efektif karena membantu menyeimbangkan kebutuhan saat ini dan rencana masa depan.

Agar anggaran berjalan optimal, pemisahan rekening menjadi langkah penting. Banyak perencana keuangan menyarankan penggunaan lebih dari satu rekening, misalnya rekening khusus gaji, tabungan, dan dana darurat. Cara ini meminimalkan risiko penggunaan dana tabungan untuk keperluan konsumtif.

Baca Juga :  OJK Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selain itu, otomatisasi tabungan juga menjadi solusi praktis. Dengan mengaktifkan autodebet segera setelah gaji masuk, kebiasaan menabung dapat dilakukan secara konsisten tanpa harus menunggu sisa uang di akhir bulan. Tabungan pun menjadi prioritas, bukan pilihan.

Pengeluaran kebutuhan pokok harus selalu diutamakan. Biaya makan, transportasi, listrik, air, serta cicilan wajib sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu sebelum mengalokasikan dana untuk hiburan atau belanja non-esensial. Langkah ini membantu menjaga kestabilan keuangan bulanan.

Mencatat pengeluaran harian juga berperan besar dalam mengontrol arus uang. Dengan mencatat setiap pengeluaran, seseorang dapat mengetahui pos mana yang paling banyak menyedot anggaran dan melakukan evaluasi secara objektif setiap bulan.

Baca Juga :  Usia 50 Tahun Harus Punya Tabungan Berapa? Ini Target Ideal Menurut Pakar

Di sisi lain, gaya hidup konsumtif menjadi tantangan utama dalam pengelolaan gaji. Promo berlebihan, pengaruh influencer, serta penggunaan kartu kredit tanpa perhitungan kerap membuat pengeluaran membengkak. Kontrol diri dan kesadaran finansial menjadi kunci untuk menghindari jebakan tersebut.

Menyiapkan dana darurat dan menetapkan tujuan finansial jangka panjang melengkapi strategi pengelolaan gaji bulanan. Dana darurat penting untuk menghadapi kondisi tak terduga, sementara tujuan finansial seperti membeli rumah atau dana pendidikan dapat menjadi motivasi agar disiplin menabung dan berinvestasi. (net)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

BRI Perkuat Keamanan Rekening Nasabah, Ini Cara Agar Rekening Tetap Aktif
Kebijakan B50 Topang Harga CPO Global, Permintaan Sawit Diproyeksikan Naik
Efek Ronaldo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun Hingga 60 Persen
Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah, Penumpang Wajib Tahu Sistem Baru
Lowongan BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan S1 hingga S3 Bisa Daftar
Forbes Rilis Orang Terkaya Indonesia Juli 2026, Ini 10 Nama dengan Harta Fantastis
Bank Mandiri Hadirkan QRIS Tap dan Sistem Keamanan Baru untuk Nasabah
Kasus Prolife, OJK Amankan Aset Rp113,97 Miliar
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 17:10 WIB

BRI Perkuat Keamanan Rekening Nasabah, Ini Cara Agar Rekening Tetap Aktif

Senin, 13 Juli 2026 - 14:00 WIB

Kebijakan B50 Topang Harga CPO Global, Permintaan Sawit Diproyeksikan Naik

Senin, 13 Juli 2026 - 12:00 WIB

Efek Ronaldo! Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun Hingga 60 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:10 WIB

Aturan Bagasi Garuda Indonesia Berubah, Penumpang Wajib Tahu Sistem Baru

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:25 WIB

Lowongan BPJS Kesehatan 2026 Resmi Dibuka, Lulusan S1 hingga S3 Bisa Daftar

Berita Terbaru