Utang Luar Negeri Merosot di Triwulan III-2025, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali mencatat penurunan. Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi ULN pada triwulan III-2025 sebesar US$ 424,4 miliar atau sekitar Rp 7.087 triliun (kurs Rp 16.700). Angka ini turun dari triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 432,3 miliar.

Secara tahunan, ULN juga mengalami kontraksi 0,6% (yoy), berbalik dari pertumbuhan 6,4% (yoy) pada triwulan II-2025. BI menyebut penurunan ini dipengaruhi oleh melambatnya ULN sektor publik serta kontraksi pada ULN sektor swasta.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN,” tulis BI dalam keterangan resminya, Senin (17/11/2025).

Baca Juga :  Nasib Gaji dan Kontrak PPPK 2026 Masih Menggantung, Pemkot Sungai Penuh Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Pada sektor pemerintah, ULN tercatat US$ 210,1 miliar atau tumbuh 2,9% (yoy), melambat dari 10% (yoy) di triwulan sebelumnya. Perlambatan ini terutama disebabkan berkurangnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) di tengah ketidakpastian pasar global.

BI menegaskan bahwa ULN pemerintah dikelola secara hati-hati untuk membiayai program prioritas seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, pertahanan, konstruksi, transportasi, hingga jasa keuangan. Sebanyak 99,9% dari total ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang.

Sementara itu, ULN swasta juga menurun menjadi US$ 191,3 miliar, lebih rendah dari triwulan II-2025 yang sebesar US$ 193,9 miliar. ULN swasta mencatat kontraksi lebih dalam, dari 0,2% (yoy) menjadi 1,9% (yoy). Kontraksi terjadi pada lembaga keuangan (−3% yoy) maupun perusahaan nonkeuangan (−1,7% yoy).

Baca Juga :  Danantara Pangkas Ratusan Entitas BUMN, Ini Nasib Karyawannya

Sektor industri pengolahan, keuangan dan asuransi, listrik dan gas, serta pertambangan menyumbang sekitar 81% dari total ULN swasta.

Secara keseluruhan, BI menilai struktur ULN Indonesia masih sehat dengan rasio terhadap PDB turun menjadi 29,5%, dari 30,4% pada triwulan II-2025. ULN jangka panjang tetap mendominasi dengan porsi 86,1%.

“Peran ULN akan terus dioptimalkan untuk menopang pembangunan dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian,” tutup BI.(***)

Berita Terkait

Singapura Soroti Karhutla di Indonesia, 7 Perusahaan Masuk Perhatian
iPhone Duo Layar Lipat Apple Diburu Pembeli, Harga Reseller Melonjak
Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia
Prabowo Genap 75 Tahun, Ini Pesan Mensesneg untuk Masyarakat Indonesia
BSU 2026 Rp900 Ribu untuk Karyawan, Apakah Sudah Cair? Ini Penjelasannya
Telkomsel Bagi-Bagi 151 Hadiah Mobil dan Motor, Ini Cara Ikut Undiannya
Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop
DJP Beri Diskon Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Berlaku sampai 2028: Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Singapura Soroti Karhutla di Indonesia, 7 Perusahaan Masuk Perhatian

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

iPhone Duo Layar Lipat Apple Diburu Pembeli, Harga Reseller Melonjak

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Prabowo Genap 75 Tahun, Ini Pesan Mensesneg untuk Masyarakat Indonesia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:00 WIB

BSU 2026 Rp900 Ribu untuk Karyawan, Apakah Sudah Cair? Ini Penjelasannya

Berita Terbaru

Internasional

Kargo Nvidia RTX 5090 Senilai Rp 7,8 Miliar Hilang di Bandara Brasil

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:00 WIB

Pemerintahan

Empat Marketplace Mulai Pungut PPh 22 Seller, idEA Soroti 3 Masalah

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:00 WIB

Pemerintahan

Jadwal Haji 2027: Berangkat 11 April, Wukuf di Arafah 15 Mei

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:37 WIB