Turun Goro, Begini Kondisi Sore Hari Desa Paling Serumpun Paska Luapan Batang Merao Disiarkan Wako Alfin

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Karung-karung plastik berisi pasir tampak berjejer rapi di sepanjang Desa Paling Serumpun, Kecamatan Hamparan Rawang, Sabtu (29/11/2025). Deretan karung ini menjadi penghalang sementara untuk menahan luapan Sungai Batang Merao yang kembali mengancam permukiman warga. Desa Paling Serumpun memang dikenal sebagai salah satu lokasi yang rutin terdampak banjir saat debit sungai meningkat.

Sejak pagi, Walikota Sungai Penuh, Alfin, turun langsung bergotong royong bersama warga. Mereka bekerja menata karung berisi pasir sebagai benteng darurat agar air tidak masuk ke rumah penduduk. Upaya ini menjadi langkah cepat sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah kota.

Melalui akun Facebook resminya, Wako Alfin menggambarkan kondisi terkini di lapangan. Ia menyampaikan bahwa situasi di Desa Paling Serumpun sudah mulai stabil menjelang sore hari. Debit air yang sebelumnya menggenangi area pemukiman kini berangsur surut setelah penanganan awal dilakukan bersama masyarakat.

Baca Juga :  Monadi dan Alfin Resmi Pimpin DPD PAN

Alfin menjelaskan bahwa gotong royong warga memberi dampak nyata dalam menahan laju air. Menurutnya, kebersamaan dan respons cepat masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko kerusakan akibat banjir tahunan. Pemerintah Kota Sungai Penuh juga terus memantau kondisi sungai dan kawasan terdampak.

Selain penanganan darurat, Wako Alfin memastikan bahwa normalisasi Sungai Batang Merao akan segera dilakukan. Program ini rencananya dilaksanakan secara bertahap setelah air benar-benar surut untuk menghindari potensi banjir susulan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada warga yang terlibat dalam kegiatan gotong royong tersebut. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terlihat hari ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.

Baca Juga :  Potensi Banjir Tinggi, Wako Alfin Instruksikan Penanganan Cepat

Pemerintah Kota Sungai Penuh juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat daerah rawan banjir. Sejumlah titik sepanjang aliran sungai akan mendapatkan penanganan khusus, termasuk pengerukan dan pelebaran jalur aliran air agar debit sungai dapat lebih terkendali saat musim hujan.

Upaya penanganan banjir di Desa Paling Serumpun kini menjadi prioritas jangka pendek dan jangka panjang. Dengan kerja cepat, gotong royong warga, dan rencana normalisasi yang akan segera dimulai, pemerintah berharap kejadian banjir tahunan di kawasan ini dapat diminimalkan secara signifikan.

Penulis : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Nasib Gaji dan Kontrak PPPK 2026 Masih Menggantung, Pemkot Sungai Penuh Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat
Proyek Pengendalian Banjir Batang Merao Dikebut, Selesai Akhir 2026
Tiga Mantan Pejabat Berebut Kursi Ketua Lembaga Adat Pondok Tinggi, Dusun Baru Masih Tunggu Figur Pengganti
Masyarakat Adat 6 Luhah Sungai Penuh Sambut Bambu Karamentang 30 Meter, Simbol Persatuan Jelang Kenduri Sko
Gubernur Maluku Utara Keluhkan Kas Daerah Tak Cukup Bayar Gaji PPPK hingga Akhir 2026, Nasib Ribuan Pegawai Terancam?
Semarak Kenduri Sko Sungai Penuh, Luhah Dasira Arak Bambu Panjang 40 Meter Diiringi Lagu Ala Yamule
PLN Umumkan Padam Listrik 4 Jam di Sungai Penuh dan Kerinci Besok, Cek Daerah Terdampak
Kota Sungai Penuh Raih WTP ke-14 dari BPK RI, Bukti Tata Kelola APBD dan Transparansi Keuangan Daerah Makin Kuat
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:06 WIB

Nasib Gaji dan Kontrak PPPK 2026 Masih Menggantung, Pemkot Sungai Penuh Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:36 WIB

Proyek Pengendalian Banjir Batang Merao Dikebut, Selesai Akhir 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:29 WIB

Tiga Mantan Pejabat Berebut Kursi Ketua Lembaga Adat Pondok Tinggi, Dusun Baru Masih Tunggu Figur Pengganti

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:00 WIB

Masyarakat Adat 6 Luhah Sungai Penuh Sambut Bambu Karamentang 30 Meter, Simbol Persatuan Jelang Kenduri Sko

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:18 WIB

Gubernur Maluku Utara Keluhkan Kas Daerah Tak Cukup Bayar Gaji PPPK hingga Akhir 2026, Nasib Ribuan Pegawai Terancam?

Berita Terbaru

Teknologi

Mudah! Ini Cara Melacak HP dan Lokasi Orang Pakai WhatsApp

Sabtu, 13 Jun 2026 - 08:00 WIB